Minggu lalu, kami meluncurkan sebuah hasil investigasi yang mengungkap bahwa Gap Inc. (perusahaan di balik merek-merek global termasuk Banana Republic, Old Navy dan Gap) memiliki hubungan bisnis dengan sebuah pemasok yang melakukan pencemaran di Indonesia. Pemasok tersebut, PT. Gistex Group, memiliki pabrik yang terbukti melepaskan koktail bahan kimia berbahaya beracun dan limbah dengan pH 14 langsung ke sungai sumber air masyarakat.

Meskipun telah ikut mensponsori skandal polusi air toksik di Cina, Meksiko dan kini Indonesia , meskipun hasil uji telah mengungkap keberadaan bahan kimia berbahaya dalam produk-produk Gap Inc., dan meskipun para kompetitor utamanya telah berkomitmen untuk menjalankan Detox, sejauh ini Gap Inc. secara sistematis gagal untuk mencegah terjadinya ketidak-adilan bagi lingkungan dan kemanusiaan ini

Walau saya terkejut dengan lambannya perusahaan tersebut untuk beraksi – Saya ingin memastikan bahwa publik yang memiliki kekuatan merubah kondisi ini telah dilengkapi dengan semua informasi yang diperlukan.  Kemarin, beberapa email dikirim ke tim Management utama Gap Inc.,  termasuk CEO, menyerukan agar mereka menggunakan kekuatan dan pengaruh yang mereka miliki untuk menjadikan Gap Inc. sebagai pemimpin dalam solusi permasalahan polusi toksik pada air dan bekerja sama dengan pemasok-pemasok mereka untuk membantu men- #Detox air kita.

Beraksilah segera

Silahkan like dan share kisah ini agar mereka, yang memiliki kekuasaan untuk merubah keadaan ini, dapat mendengarkan panggilan kita yang lantang, jelas dan bersatu untuk busana bebas toksik.

Gap, “Be Bright” -- #Detox Sumber - sumber air kami 

 

 

Yth. Glenn Murphy

Chief Executive Director

Gap Inc.

 

Minggu lalu Greenpeace meluncurkan sebuah laporan investigasi yang membongkar bagaimana sebuah pabrik di Indonesia telah membuang koktail bahan kimia berbahaya beracun – termasuk nonylphenol (bahan pengganggu kerja hormon endokrin), antimony dan tributylphosphate – dan limbah dengan pH 14 langsung ke badan air masyarakat, yakni Sungai Citarum, dimana jutaan manusia bergantung padanya sebagai sumber air minum dan keperluan sehari-hari.

Pabrik tersebut dimiliki oleh PT. Gistex Group, sebuah pemasok yang memiliki hubungan bisnis dengan Gap Inc., sebuah fakta yang telah secara publik diakui oleh tim anda. 

Ini bukan kali pertama Gap Inc. teridentifikasi memiliki hubungan bisnis dengan pemasok yang mencemari lingkungan. Di Cina dan Meksiko, investigasi telah mengungkap hubungan Gap dengan pemasok yang membuang bahan kimia beracun ke sumber air masyarakat.

Dan masalahnya bertambah parah. 

Investigasi terhadap pakaian bermerek Gap juga menyoroti bahwa 78% dari pakaian yang diuji mengandung residu nonylphenol ethoxylate - bahan kimia berbahaya beracun  yang kemudian terurai menjadi bentuk yang lebih toksik dan bahan yang mengganggu kerja hormon saat dilepaskan ke sungai-sungai, danau dan laut.

Kehadiran bahan berbahaya beracun di pakaian-pakaian bermerek Gap mengindikasikan bahwa bahan kimia berbahaya beracun digunakan dan dilepaskan dalam pembuatan garmen tersebut, artinya polusi yang ditemukan di Cina, Meksiko dan Indonesia bukanlah masalah yang berdiri sendiri. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa konsumen anda secara tidak sadar telah dipaksa terlibat dalam siklus pencemaran bahan kimia berbahaya dan beracun dengan membantu menyebarkan bahan-bahan kimia yang mengganggu kerja hormon saat mencuci pakaian mereka.

 

Polusi toksik pada air berdampak pada jutaan manusia di seluruh dunia.

Orang-orang berikut telah menyatakan, cukup sudah!, dan mereka membuat suaranya terdengar di media cetak, online, di lokasi sumber polusi dan di luar toko-toko anda. 

Orang-orang ini bukan saja aktivis dan masyarakat yang menjadi korban, tapi juga komunitas dunia fashion, dan juga penggemar dan konsumen anda.

Mereka orang-orang yang disatukan oleh keyakinan yang sama bahwa pakaian yang indah tidak harus mengorbankan bumi, dan bahwa kita semua memiliki Hak Untuk Tahu tentang bahan kimia apa yang berada dalam pakaian yang kita beli dan dalam air yang kita gunakan bersama.

Pakaian yang kita pakai seharusnya memiliki kisah yang dapat kita banggakan.

Melihat kompetitior utama anda termasuk Zara, Uniqlo , Levi’s dan Mango  telah berkomitmen untuk melakukan Detox, masyarakat menjadi bertanya-tanya berapa banyak lagi skandal toksik yang perlu dikaitkan dengan Gap Inc., hingga akhirnya ia bersedia memperbaiki perilaku dan melakukan aksi nyata.

Aksi anda pada hari ini mempunyai kekuatan untuk terus bergema melalui perjalanan sejarah kita bersama.

Saya mendorong Anda untuk mengatasi masalah ini dengan secara terbuka berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemasok Anda di Indonesia, dan di seluruh dunia, untuk mengeliminasi semua bahan kimia berbahaya dari proses produksi dan produk anda, dalam rangka membantu membentuk masa depan yang bebas toksik.  

‘Be Bright’, dan jadilah bagian dari solusi dan berkomitmen melakukan Detox

 

Hormat saya,

 

Ashov Birry

Juru Kampanye Air Bebas Toksik, Greenpeace Asia Tenggara, Indonesia

www.greenpeace.org/detox