29 hari telah berlalu sejak peristiwa penangkapan terhadap 28 aktivis Greenpeace dan 2 orang freelance fotografer dan videografer di laut Pechora, Arktik. Aksi mereka untuk melindungi Arktik dari kehancuran berujung pada penangkapan.  Mereka dijatuhi tuduhan perompakan dengan ancaman 15 tahun penjara dan permohonan bebas dengan jaminan ditolak.

Ditengah hiruk pikuk kontraversi penangkapan dan kabut gelap ketidak pastian, seorang Ibu di Turki harus melewati hari istimewa seorang diri tanpa putrinya karena Gizem Akhan, masih mendekam dalam tahanan di Rusia. Tulay Akhan, ibunda Gizem Akhan menuliskan surat ini untuk kita semua.

Gizem tulay

Halo,

Sulit untuk menulis surat ini. Tapi saya akan mencobanya.

Saya Ibunda Gizem, Tulay.

C’est  la vie- terkadang ada hal-hal yang terjadi pada kita, yang bahkan tak dapat kita bayangkan. Saya melewati perayaan Idul Adha (hari raya kurban) tanpa putri terkasih karena di saat ini ia berada di Rusia bersama 29 orang rekannya. Putriku Gizem Akhan dijatuhi tuduhan perompakan, sebuah tuduhan yang bisa membuatnya berada di penjara selama 15 tahun. Bisakah saya memohon dukungan anda lagi untuk putriku

Ya, saya melihat foto-fotonya. Mereka menodongkan senjata kearah putri saya saat berada di atas kapal. Ia berdiri di pengadilan dengan borgol di tangan, kesaksiannya didengarkan dari dalam sel.

Semua karena ia melakukan protes damai terhadap sebuah perusahaan yang mencoba melakukan pengeboran di laut Arktik, Gazprom.

Meskipun ia tidak melakukan aksi protes, ia berada di atas kapal, Arctic Sunrise.

Apa yang mereka melakukan adalah aksi untuk masa depan Bumi, bergerak dan terus bergerak serta berdiri untuk sesuatu yang mereka yakini.

Saya tidak mengenal Anda, tapi saya mencurahkan isi hati  saya pada Anda. Ketahuilah bahwa mereka berani! Harapan mereka besar. Kita harus berdiri bersama mereka. Jangan sampai mereka merasa sendirian dan ditinggalkan.

Di hari Idul Adha ini, meskipun ia tidak bersama saya, saya tetap berdiri bersamanya.

Setiap anak berharga bagi orangtuanya. Bagi saya, Gizem tak ada duanya. Ia tak ada tandingannya. Ia mengasihi semua orang dan percaya pada tujuan yang benar, dengan harapan pada masa depan Bumi yang hijau.

Dari seluruh dunia, lebih dari 1,3 juta orang telah mengirimkan surat kepada Konsulat Rusia yang meminta pembebasan putri saya dan rekan-rekannya. Angka ini terus bertambah. Jika Anda bergabung bersama kami, harapan kami akan tetap kuat.

Rekan-rekan putri saya berdiri di hadapan konsulat Rusia setiap hari. Beberapa Anggota Parlemen terlibat membantu kami. Di Murmansk, Greenpeace bekerja dengan gigih untuk membantu Arktik 30. Berita yang saya terima, Gezim berada dalam kondisi yang baik, tenang dan masih penuh pengharapan.

“Kemarin, kami membaca surat-surat yang dikirim banyak orang dari seluruh dunia. Afrika Selatan, Amerika, Meksiko… Kami merasa lebih tenang, kami mendengar tentang dukungan yang diberikan dan orang-orang yang bekerja keras untuk membebaskan kami. Semoga Ibu juga baik-baik saja dan teruslah mendukung kami.  Inilah yang saya perlukan saat ini.”

  Demikian ditulis Gizem dalam suratnya yang dikirim untuk saya dari Rusia.

Semua orang menginginkan mereka bebas seperti burung. 

Kebaikan selalu menang, yang mereka perlukan adalah keyakinan.

Anda, juga, bisa membantu terus menghidupkan harapan mereka.

Saya berterima kasih pada Anda dan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha pada Anda dan keluarga.

 

Tulay Akhan.

 


 

Ketika kita tidak bisa hadir langsung memberikan kekuatan kepada Tulay, kita bisa menguatkannya dengan mengirimkan surat kepada Kedutaan Rusia dan meminta pemerintah Rusia  segera membebaskan Gizem untuk berkumpul kembali dengan Tulay, ibundanya. Begitu pula dengan aktivis Greenpeace dan dua orang fotografer dan videografer