Kemarin, Selasa 30 April, ratusan warga Batang ‘berkunjung’ ke kantor MENKO Perekonomian di daerah Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kunjungan istimewa ini mewakili sebuah pesan agar pemerintah segera menghentikan rencana pembangunan PLTU batubara 2000 MW oleh PT Bhimasena Power Indonesia di desa mereka.

            Aksi  rakyat Batang ke kantor MENKO Perekonomian adalah salah satu dari upaya yang telah mereka lakukan selama dua tahun terakhir ini. Tanpa mengenal lelah, rakyat terus mencoba menyampaikan harapan mereka untuk mendapatkan lingkungan bersih dan masa depan bersih. Para nelayan dan petani Batang telah menyaksikan sendiri dampak buruk akibat dari PLTU batubara di  Cilacap dan Jepara  yang berpengaruh pada kesehatan warga, lahan pertanian dan laut. 

            Keprihatinan inilah yang coba disuarakan oleh ratusan warga Batang yang datang membawa nisan bertuliskan Batubara Mematikan sebagai simbol matinya penghidupan, lahan dan masa depan jika pemerintah bersikeras melanjutkan proyek pembangunan PLTU di desa-desa mereka.

            Setelah beberapa waktu, perwakilan rakyat akhirnya diterima oleh wakil Menteri Perekonomian. Apakah akhirnya pemerintah mau mendengarkan harapan rakyat? Apakah pemerintah cukup bijaksana untuk tidak mengebiri kepentingan rakyat demi berjalannya program MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi) yang tujuan akhirnya juga adalah mensejahterakan rakyat?  

            Greenpeace bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) mendukung aksi masyarakat dan mendesak pengembangan pembangkit energi terbarukan yang lebih bersih dan ramah lingkungan sebagai solusi energi masa depan Indonesia, serta menghentikan ketergantungan  bahan bakar kotor batubara. Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa yang hanya perlu niat baik dan dukungan kebijakan pemerintah untuk segera dikembangkan

            Yang pasti, saat ini banyak mata yang mengawasi bagaimana pemerintah mengambil langkah selanjutnya. Dan ketika rakyat Batang masih mau berkunjung untuk menyampaikan harapan mereka, itu berarti mereka masih percaya pemerintah dapat memberikan jalan keluar terbaik bagi mereka dan masa depan Indonesia untuk memilih energi bersih. Semoga demikian.