"Mereka yang bergantung pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sama dengan duduk di atas bom waktu"

Guncangan gempa 9 skala richter (update bmkg Jepang) dan tsunami telah meluluhlantakkan Jepang bagian utara empat hari yang lalu, tapi bencana yang lebih mengiris yaitu bencana radiasi nuklir yang akan dihadapi masyarakat Jepang.

Kami sangat prihatin atas keselamatan para pekerja dan masyarakat di sekitar PLTN. Saat gempa terjadi 20 reaktor dari 4 PLTN di Jepang secara otomatis mati. Tapi matinya PLTN bukan berarti aman tetapi saat itulah terjadi krisis tekanan di dalam reaktor.

Video dari reuters

Laporan terbaru menyatakan bahwa ada masalah baru di proses pendinginan pada paling tidak dua unit reaktor, Unit 1 dan Unit 2 PLTN Fukushima I-Daiichi, keduanya tampaknya mengalami pelelehan batang bahan bakar (fuel rods), menyebabkan pelepasan radiasi yang sudah bisa terdeteksi di luar. Unit 3 menggunakan bahan bakar MOX yang berisi plutonium oxide yang akan melepaskan lebih banyak panas bahkan setelah reaktor ditutup. Dalam situasi dimana pelelehan atau kerusakan pada bahan bakar, lebih banyak gas akan terlepas. Semuanya ini sangat mengkhawatirkan, sekaligus mengabarkan pada kita bahwa krisis ini masih jauh dari selesai.

Minimnya transparansi serta pembeberan fakta kepada publik mengenai jumlah total radiasi yang sudah terlepas, keadaan sebenarnya dari pendingin di semua reaktor, serta mengenai apakah kolam penyimpanan bahan bakar bekas masih aman –kolam itu berisikan sejumlah besar radiasi dan berlokasi di luar pembatas, kerusakan terhadapnya akan menyebabkan kontaminasi langsung terlontar ke atmosfer, menimbulkan pertanyaan besar bagi publik. Kami meminta Pemerintah Jepang membagi informasi ini kepada publik secepatnya.

Reaktor nuklir adalah sumber tenaga listrik yang kotor dan berbahaya, dan akan selalu rentan terhadap ancaman yang berasal dari faktor kesalahan manusia, kesalahan rancang bangun, dan bencana alam. Greenpeace mendesak semua pihak untuk menutup reaktor yang sudah ada di seluruh dunia, serta tidak lagi mengizinkan pembangunan reaktor nuklir komersil. Sebaliknya, pemerintah harus berinvestasi dalam mengembangkan sumber energi terbarukan yang tidak hanya bagus secara lingkungan tetapi juga murah dan bisa diandalkan.

Belajar dari apa yang terjadi dengan PLTN-PLTN di Jepang menyusul gempa baru-baru ini, sangat mendesak bagi pemerintah Indonesia untuk segera menghentikan rencana pembangunan PLTN di manapun di Indonesia. Paksaan dari beberapa pihak untuk membangun PLTN di Indonesia dan membawa jutaan rakyat Indonesia pada resiko bahaya secara jangka panjang sama sekali tidak memiliki landasan sains dan moral yang memadai.

--Nur Hidayati, Country Representative, Greenpeace Asia Tenggara-Indonesia