Pagi ini aku dan beberapa volunteer berjalan ke tempat di mana hutan di rusak dan di jadikan perkebunan kelapa sawit. Sangat dekat sekali karena lokasi camp 300 meter dengan berjalan kaki kita dapat menemui kerusakan hutan yang di sebabkan pembukaan lahan untuk kelapa sawit . Yang pertama aku lihat adalah Kanal dan hutan rusak yang luasnya berhektar-hektar.

Kanal digunakan untuk mengeringkan lahan kelapa sawit setelah mereka membabat hutan, mengambil kayu-kayunya dan membuat kanal untuk mengeringkan kandungan airnya. Agar mudah di bakar dan ditanam kelapa sawit. Untuk informasi ketika gambut di keringkan gambut juga sudah mengeluar kan CO2 .

Huh....sangat mengenaskan melihat ini. Apa lagi para perusahaan itu tidak bisa mengembalikan habitat/ ekosistem yang ada di hutan itu sebelumnya. Tanaman-tanaman obat, Tanaman langka, hewan-hewan yang hidup di hutan itu pasti hilang karena rumah mereka di hancurkan.

Kami kembali ke kamp setelah 3 jam berkeliling di hutan yang rusak. Sangat baik berkeliling di pagi hari karena matahari belum begitu terik menyengat. Masyarakat di sekitar camp hidup dengan bercocok tanam dan memancing ikan. Tanaman di kebun mereka nanas yang tumbuh subur buahnya besar-besar.

Saat ini mereka hidup dalam ketakutan karena para pengusaha mengiginkan lahan mereka untuk di tanam kelapa sawit. Lahan yang Greenpeace gunakan untuk kamp juga tanah masyarakat desa kuala cenaku. Kami akan bersama-sama membantu agar tanah masyarakat tidak di ambil para pengusaha.

Malam ini kami mengadakan kelas bahasa. Untuk para “bule-bule” belajar bahasa Indonesia bersama Topsi dan volunteer  belajar bahasa Inggris bersama. Kami merencanakan untuk melakukan beberapa kelas bahasa tapi dari beberapa negara.

Sangat menyenangkan hari ini!!!!