Pekan lalu kantor kami menerima surat peringatan penutupan dari Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Pemprov DKI Jakarta.  Kami tetap bekerja dan kantor kami tetap buka seperti biasa di hari dimana mereka berencana datang untuk menyegel kantor kami.  Kami mendapat dukungan besar tanpa henti dari gerakan masyarakat sipil di Indonesia yang melihat bahwa ancaman penutupan ini seperti akan menghentikan gerakan-gerakan masyarakat yang lebih luas. Bekerja sama dengan WALHI dan YLBHI kami meminta penjelasan dari pemerintah tentang situasi ini. Kami membawa dokumen lengkap dari pemerintah  membuktikan bahwa Greenpeace terdaftar secara hukum untuk beroperasi di Indonesia, surat domisili penggunaan bangunan yang telah di setujui oleh kecamatan  dan pemilik tempat kerja kami. 

baca blog terakhir tentang surat penutupan kantor kami

Pertemuan kami dengan para aparat pemerintah beberapa hari terakhir berlangsung dengan sangat baik dan penjelasan kami telah mereka terima. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak secara khusus menargetkan kantor kami, melainkan merupakan bagian dari kinerja mereka untuk meningkatkan penegakan peraturan penggunaan bangunan daerah yang lebih luas.

Mengingat pengalaman terakhir yang  mencoba mengganggu kampanye kami dalam penyelamatan lingkungan, karena kami mendorong perusahaan-perusahaan seperti APP (Asia Pulp and Paper) yg berada di grup Sinar Mas, yang terus menghancurkan hutan Indonesia hanya untuk kertas dan kertas toilet, tentu saja kami menanggapinya secara kritis. Kami mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan manajemen perkotaan, tapi itu tidak muncul begitu saja dan kami ditunjuk lebih dahulu - walaupun memiliki dokumen yang benar.

Di beberapa media nasional pada pagi hari 14 Nopember 2011 memuat berita bahwa aparat pemprov Jakarta Selatan akan datang untuk 'meyegel' kantor kami antara 10-12 pagi. Kami sudah bersiap untuk skenario terburuk, dan kami telah menerima bantuan dari beberapa lembaga untuk menjadi tempat sementara dan memastikan bahwa Greenpeace tetap melanjutkan operasinya di Jakarta – ya kami dapat bekerja dari mana saja.

Sementara beberapa staf terfokus di kantor kami untuk mempersiapkan perkiraan penutupan, sebagian dari kami tetap melakukan kampanye selama akhir pekan dibeberapa daerah di Indonesia, termasuk menjalankan lokakarya di Propinsi Riau, Kami bermitra dengan LSM lokal untuk mendukung petani kelapa sawit  dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas.

Kami juga tetap menjalankan pertemuan supporter Greenpeace yang di isi pelatihan citizen  journalism di Bandung, Jawa Barat. Citizen journalism yang juga melibatkan masyarakat di bantaran sungai Citarum untuk membekali mereka dengan keterampilan melaporkan polusi limbah beracun  dari industri.

Dan ... kami melakukan perayaan atas keputusan pemerintah atas pemundaan PLTN di provinsi Bangka  bersama LSM lokal disana dan masyarakat. Di acara perayaan tersebut kami menyerukan kepada kepala negara ASEAN yang akan memulai KTT ASEAN di Bali minggu ini untuk "Don’t Nuke ASEAN! " (ASEAN tidak Menggunakan nuklir)

Jadi, pada hari Senin pagi, setelah akhir pekan yang sangat sibuk akan persiapan dan kegiatan, kami bersiap  menunggu para pejabat itu datang di kantor Greenpeace yang akan menyuruh kami untuk tutup – Tapi mereka tidak datang.

Setelah menunggu dan memastikan mereka tidak datang, Kami mengadakan jumpa pers singkat di depan kantor untuk media yang telah banyak berkumpul sejak pagi, menjelaskan situasi dan menekankan bahwa kami telah bekerja sama dengan aparat pemerintah dan telah memenuhi semua peraturan daerah dan nasional. kami mendukung peraturan dan perundangan yang berlaku, maka jika kawasan kemang ditetapkan sebagai kawasan permukiman, dan peraturan itu tidak diterapkan dengan tebang pilih, maka kami dengan suka rela akan pindah pada saat kontrak kantor ini berakhir enam bulan lagi. Para wartawan kemudian dilanjutkan ke konferensi pers di kantor walikota Jakarta Selatan, di mana pihak P2B mengatakan kepada wartawan bahwa kami telah bekerja sama dengan baik  dan mereka akan memberi kita waktu ekstra.

Dan tentu kali ini kembali kami telah membuat kecewa orang-orang yang ingin membungkam kami di Indonesia - mereka yang sangat ingin Greenpeace untuk berhenti berkampanye menyelamatkan lingkungan. Sekarang, Mereka harus tahu bahwa mereka tidak akan pernah bisa menghentikan kami untuk mempublikasikan perbuatan para penghancur hutan Indonesia, karena kami berjuang untuk masa depan seluruh bangsa Indonesia dan secara langsung mendukung komitmen Presiden Yudhoyono untuk menghentikan deforestasi pada akhir jabatan presiden di tahun 2014.

Mereka yang mencoba untuk menghentikan kami seharus mengalihkan energi mereka untuk melakukan perubahan dalam operasi mereka di hutan dan alam Indonesia.

Nur Hidayati