greenpeace tiger manifesto

Produk-produk yang kita gunakan sehari-hari seperti sabun, deterjen, kosmetik, biskuit, es krim, coklat dan bahkan biofuel mengandung kelapa sawit. Hampir dua dari sepuluh barang yang ada di rak-rak supermarket menggunakan kelapa sawit sebagai bahan utamanya. Tidak heran permintaan minyak sawit terus meningkat dari tahun ke tahun, dan ekspansi perluasan perkebunan sawit juga meningkat.

Minyak sawit dihasilkan tandan sawit yang dipanen dari perkebunan-perkebunan kelapa sawit yang sayangnya dalam banyak hal mempunyai sejumlah masalah seperti: pelanggaran hak asasi manusia, konflik tanah, kerusakan hutan, hilangnya habitat satwa, kebakaran hutan dan sejumlah masalah sosial dan lingkungan lainnya. Permintaan meningkat dan ekspansi tidak terkendali yang sebenarnya membuat kelapa sawit saat ini adalah penyebab deforestasi terbesar di Indonesia.

Kelapa sawit dan ekonomi Indonesia

Kelapa sawit bagian penting dari ekonomi Indonesia, menyediakan lapangan pekerjaan dan pendapatan bagi masyarakat lokal khususnya bagi jutaan keluarga petani kelapa sawit skala kecil. Namun masalahnya sebagian minyak sawit ini dihasilkan dengan cara-cara yang tidak bertanggung-jawab. Dan demi keuntungan, pedagang-pedagang minyak kelapa sawit dunia seperti Wilmar International atau brand/merek-merek besar seperti biskuit Oreo atau krim Gillette, tidak peduli bahwa mnyak sawit yang mereka gunakan berasal dari penghancuran hutan.

Hal ini tanpa disadari membuat konsumen menjadi bagian dari perusakan hutan Indonesia, dan mendorong spesies langka seperti harimau Sumatera menuju kepunahan.

Tetapi kita bisa membuat sebuah perubahan. 

Greenpeace Indonesia baru saja meluncurkan kampanye melindungi rumah Harimau Sumatra dari kehancuran. Peluncuran kampanye ini akan ditandai dengan dikeluarkannya sebuah Manifesto (Tiger Manifesto!), yaitu sebuah komitmen yang mewakili satu gerakan masif di Indonesia untuk melindungi hutan, rumah bagi harimau Sumatra. Malam ini kita bersama kita mengaum bersama untuk harimau Sumatra. #ProtectParadise

harry darsono greenpeace tiger manifesto

jerry aurum denada greenpeace tiger manifesto

Anda akan menjadi benih-benih yang menciptakan perubahan besar. Kehadiran Anda dan pengaruh Anda – baik online maupun offline akan membantu memperluas jangkauan Tiger Manifesto ini hingga ke seluruh Indonesia dan dunia.

Penggunaan minyak sawit dalam industri produk konsumsi juga tersebar luas, dari kue coklat hingga shampo. Sebab itu hampir mustahil menggunakan barang tanpa mengandung minyak sawit. Namun, kelapa sawit tidak perlu terkait dengan perusakan hutan. Kita harus mendorong merek (brand) favorite kita untuk membersihkan rantai pasokan mereka, dan menghapus keterkaitan antara produk mereka dengan kerusakan hutan. Kelapa sawit dapat tumbuh tanpa merusak hutan. Solusi tersedia.

Kita bersatu dalam keyakinan bahwa perlindungan hutan adalah solusi. Harimau dan satwa lainnya sepatutnya ada di dalam hutan dan kita harus melindungai hutan habitat asli mereka. Dengan menggabungkan energi kreatif, kita bisa membuat perubahan yang kita inginkan di dunia ini. Kita bisa menghentikan penghancuran, dan melindungi warisan hutan Indonesia. Industri kelapa sawit harus membuat kontribusi nyata terhadap pembangunan Indonesia, bukan menghancurkan masa depan rakyatnya, satwa liar, dan iklim global di mana kita semua bergantung.

Ini adalah kesempatan terakhir kita menyelamatkan rumah harimau Sumatra.

Inilah mereka yang  mengaum bersama harimau Sumatera:

Martua T. Sirait, Komisioner Lingkungan dan Perubahan Iklim Dewan Kehutanan Nasional. 

“Saya mendukung Tiger Manifesto bukan untuk tiger-nya; ada spesies-spesies lain yang terancam punah. Bulan lalu pemerintah memastikan adanya spesies badak Kalimantan, tahun lalu juga gajah Kalimantan. Bayangkan kita telah memberi izin konsesi lahan kepada perusahaan, padahal isi hutannya kita tidak tahu. Kita dukung Tiger Manifesto untuk kelestarian hutan dan keadilan masyarakat yang tinggal di hutan dan bergantung padanya”

Robi, vokalis Navicula

“Tiger Manifesto adalah perwujudan consumer awareness; tanggungjawab memilih produk itu impact-nya merusak hutan atau nggak. Di pasar gelap harimau harganya saat mahal, kenapa negara tidak menghargai mereka sebagai aset yang mahal? Harimau punya peranan yang penting terhadap habitat. Harimau sebagai indikator kesehatan ekosistem dan rantai makanan.  Menjaga habitat harimau berarti juga menjaga kelangsungan peradaban.”

 navicula tiger manifesto

Wulan Guritno, Artis dan ibu

“Sebagai manusia kita memiliki kewajiban untuk menjaga planet kita. Sekarang para ahli Harimau Sumatera telah mengidentifikasi pembukaan hutan hujan untuk ekspansi kepala sawit sebagai salah satu ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup harimau Sumatera di alam liar. Ini artinya produksi minyak sawit yang tidak bertanggung-jawab menghancurkan hutan hujan yang paling kaya spesies di dunia. Harimau Sumatera, gajah Asia, beruang madu, macan tutul, orang utan, hanyalah sebagian dari spesies yang berpotensi kehilangan habitat dan kehidupan mereka akibat ekspansi kelapa sawit.

Siapa yang akan melindungi mereka, jika bukan kita? Keluarkan harimau di dalammu dan bergabunglah dengan gerakan ini.”

wulan guritno greenpeace tiger manifesto

Bagaimana dengan Anda? Seberapa Siap mengaum untuk harimau Sumatera?

Tandatangani Tiger Manifesto di sini.