Tim pemantau radiasi kami  menemukan kontaminasi tingkat tinggi di pinggiran kota Minamisoma di Jepang. Data yang terkumpul dari kebun warga kota Minamisoma menunjukkan tingkat kontaminasi melebihi batas  resmi  untuk  bayam  dan  sayuran lainnya Ini adalah berita buruk di tengah keprihatinan serius atas risiko kesehatan pada penduduk dan kurangnya informasi resmi dari pemerintah Jepang.

"Di beberapa kebun di Minamisoma, sayuran terlalu terkontaminasi untuk bisa dikonsumsi," laporan Rianne Teule, yang memimpin tim pengujian makanan kami. "Pemilik dari satu kebun dengan bayam yang terkontaminasi mengatakan kepada kami bahwa dia tidak menerima informasi dari pihak berwenang mengenai risiko radiasi pada tanamannya, meskipun laporan mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan tes pada tanaman di Minamisoma sejak 18 Maret."

Pemerintah telah menerbitkan data mentah dari pemantauan lapangan yang mereka lakukan sendiri. Namun, penilaian tersebut kurang menyeluruh. Pengukuran radiasi yang diambil oleh tim kami di beberapa wilayah kota Minamisoma menunjukkan tingkat radiasi di kota tersebut mencapai hingga 4,5 microSievert per jam, yang bertentangan dengan tingkat yang relatif rendah yaitu 0,7 microSievert per jam yang tercatat dari satu-satunya titik pemantauan resmi di Kota Minamisoma.

Walaupun data pemerintah Jepang mungkin tidak salah, namun data tersebut tidak benar-benar memberikan gambaran menyeluruh kepada publik, juga tidak cukup melindungi kesehatan masyarakat di Minamisoma. Orang-orang di Minamisoma telah disarankan dan boleh memilih tinggal di dalam rumah atau mereka dapat meninggalkan rumahnya secara sukarela. Namun, pengukuran yang kami lakukan, yang diambil di antara titik pemantauan pemerintah, menunjukkan tingkat pencemaran yang mengindikasikan risiko bagi kesehatan dan keselamatan.

Tim pemantau lapangan kami bertemu dengan Walikota Minamisoma, Katsunobu Sakurai. Ia mengungkapkan rasa frustrasinya, merujuk pada kurangnya informasi yang dapat dipercaya atau saran yang jelas dari TEPCO dan pihak berwenang mengenai risiko krisis ini yang dapat mempengaruhi masyarakatnya.

"TEPCO sangtlah tidak bertanggung jawab. Hal ini jelas ditunjukkan ketika mereka membutuhkan 11 hari setelah kecelakaan itu terjadi untuk berbicara kepada kami. Pemerintah juga tidak memberikan kami laporan yang bisa kami mengerti," kata Sakurai. "Kami meminta pemerintah untuk tidak hanya menyediakan informasi yang cukup tentang apa yang telah terjadi, tetapi juga meminta jaminan bahwa  akan merespon secara bertanggung jawab untuk kemungkinan risiko di masa depan."

Tapi inkonsistensi pengukuran yang dilakukan pemerintahnya tidak hanya terjadi di Minamisoma. Tim lapangan mencatat data radiasi dekat desa Tsushima, 30mkm dari luar zona evakuasi sukarela, dan juga menemukan tingkat kontaminasi hingga 47 microsieverts per jam, dibandingkan dengan hasil pengukuran 32,7 yang dilaporkan oleh pihak berwenang. Ini berarti dalam waktu kurang dari 24 jam masyarakat Tsushima akan menerima dosis radiasi maksimum yang diperbolehkan dalam satu tahun.

Hal ini terus menjadi kebutuhan mendesak tidak hanya kebutuhan data yang dapat diandalkan dari pemerintah Jepang, tetapi juga penafsiran yang mudah dimengerti dan saran terkait risiko kontaminasi radioaktif pada makanan dan lingkungan. Orang-orang yang terkena bencana ini harus dapat melindungi kesehatan mereka sendiri dan mata pencaharian mereka dengan cara yang terbaik yang mereka bisa.

Siapa saja tim kami yang berada di daerah terkontaminasi ini klik

Kami menyerukan kepada pihak berwenang untuk mengevaluasi kembali zona evakuasi di sekitar PLTN Fukushima .

Kami berkomitmen untuk menyediakan data independen, dan akan terus mengumpulkan data radiasi di luar zona evakuasi dekat Fukushima dan melaporkan temuan tersebut kepada publik.