“Rumah Kami dari Hutan, Alat Transportasi Kami dari Hutan, Kehidupan Kami Dari Hutan…. Tolonglah Kami Menjaga Hutan Kami….” Kemudian pak Yusup tidak bisa melanjutkan kata-katanya dan menangis sedih

Kejadian tersebut terjadi di hadapan Cameron Hume (Duta besar Amerika Serikat) dan Rob Daniel (sekretaris pertama kedutaan inggris) untuk Indonesia. Greenpeace mengundang mereka untuk datang langsung melihat kondisi terkini semenanjung Kampar dan berkesempatan bertemu masyarakat teluk meranti untuk mendengar langsung harapan dan keluhan masyarakat.

Juru Kampanye Greenpeace bersama duta besar Amerika Serikat di Kamp Pembela Iklim
Juru Kampanye Greenpeace bersama duta besar Amerika Serikat di Kamp Pembela Iklim

Kunjungan terjadi, 3 hari sebelum pembukaan Kamp pelindung iklim Greenpeace di Teluk Meranti. Saya berkesempatan sebagai pemandu dan sekaligus menjadi penterjemah pada kunjungan tersebut. Masyarakat sangat antusias atas kunjungan tersebut, baik masyarakat yang menginginkan perusahaan beroperasi maupun masyarakat yang sangat keras menolak beroperasinya perusahaan yang akan membabat hutan.

Peta Teluk Meranti

Perjalanan dengan penuh tantangan

Perjalanan para tamu Greenpeace tersebut di mulai dari Bandara Pekanbaru di Riau dan dilanjutkan dengan penerbangan menggunakan helicopter yang secara khusus kami sewa untuk perjalanan para tamu kehormataan kami. Sejak awal keberangkatan di bandara Pekanbaru sangat jelas adanya upaya dari menghalang-halangi perjalan tersebut dengan menggunakan alasan cuaca buruk. Perusahaan perusak hutan berupaya keras  bertemu duta besar  dan menghalangi mereka untuk melihat kenyataan sesungguhnya. Namun dengan sangat terbuka ditolak oleh duta besar.

Perjalanan dengan Helicopter ke Teluk Meranti mengambil waktu kurang lebih satu jam dan dalam perjalanan tersebut duta besar berkesempatan melihat langsung kehancuran yang sedang terjadi dan berakibat langsung pada perubahan iklim. Dan melihat sebagian keindahan hutan semenanjung Kampar yang masih tersisa.

Helikopter yang membawa duta besar amerika mendarat dilapangan bola desa Teluk Meranti disambut masyarakat yang sudah menantikan kedatangan tamu kehormataan Greenpeace tersebut. Dari lapangan bola para tamu dibawa menggunakan sepeda motor oleh masyarakat menuju tempat pertemuan, tanpa canggung duta besar dibonceng oleh salah satu tokoh masyarakat Teluk Meranti dengan menggunakan sepeda motor.

Ditempat pertemuan masyarakat sudah menanti untuk menyampaikan isi hati meraka kepada para tamu tersebut.  Secara umum masyarakat juga meminta dukungan masyarakat internasional untuk membantu menyelamatkan hutan  terutama semenanjung Kampar yang juga bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Karena kehidupan mereka berasal dari hutan.

Duta besar Amerika Serikat bersama seorang masyarakat Teluk Meranti
Duta besar Amerika Serikat bersama seorang masyarakat Teluk Meranti

Duta besar juga berkesempatan untuk berkunjung ke Kamp Greenpeace yang saat itu hampir rampung proses pembangunannya dan juga berkunjung melihat langsung situasi hutan Kampar dan bertemu langsung dengan masyarakat yang sedang mencari kayu dihutan untuk kebutuhan rumah dan kebutuhan kampung lainnya.

Tanggung Jawab pada iklim dunia?

“Indonesia adalah negara yang berdaulat dan Pemerintah Indonesia adalah penanggjung jawab utama untuk menyelamatkan hutan dan masyarakat disini, kami berupaya untuk membantu sesuai dengan kapasitan kami tapi masyarakat ada di garis depan dan pilihan untuk menyelamatkan hutan ada ditangan masyarakat” Ujar  Cameron Hume (Duta besar Amerika Serikat Untuk Indonesia) sebelum meninggalkan desa Teluk Meranti.

Amerika adalah negara pengemisi terbesar di dunia, mereka bertanggung jawab juga untuk memotong emisi gas rumah kaca mereka dan itu harus dilakukan kalau kita ingin iklim kita selamat, namun kerusakan yang terjadi di Indonesia juga tidak lepas dari permintaan konsumen yang salah satunya di berada di Amerika sehingga negara-negara maju seperti Amerika juga bertanggung jawab untuk ikut serta dalam menyelamatkan hutan yang ada Indonesia.

President Obama yang akan berkunjung ke Singapura pada bulan November dan kami berharap pesan perubahan dapat disampaikan secara langsung oleh duta besar ke presiden Obama dan memastikan presiden Obama harus menjadi salah satu pemimpin yang mendorong perubahan dalam menyelamatkan hutan,  iklim dan masyarakat dunia termasuk  masyarakat Teluk Meranti…

BUSTAR MAITAR