Danone memutus kontrak dengan Asia Pulp and Paper, menerapkan kebijakan nol deforestasi.

Produsen makanan raksasa, Danone, hari ini mengeluarkan pernyataan dan memberikan konfirmasi bahwa mereka telah memutus rantai pasokannya untuk produk kemasan dan kertas dari APP. Pernyataan ini, dapat dibaca disini juga mengkonfirmasi bahwa perusahaan berniat untuk menerapkan kebijakan nol deforestasi, yang mencakup semua pembelian komoditi yang diduga terkait dengan kerusakan hutan. Perusahaan ini resmi bergabung dengan Nestle, Kraft, Adidas dan yang lainnya yang memutus kontrak dengan APP.

Keputusan Danone ini kami sambut dengan baik, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anda semua yang telah membantu menyerukan hal ini kepada pelanggan APP. Selama beberapa minggu sejak kami mempublikasikan skandal illegal ramin APP. Hasilnya sangat fenomenal, 11 nama perusahaan yang kami sebut merespon aksi ini dan berhadapan dengan APP. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain Mondi, Parragon, National Geographic, Constable dan Robinson dan ACER.  Collins Debden, bagian dari  APP grup kepunyaan Nippecraft, yang juga mengkonfirmasi tidak akan mengambil sumber dari APP.

Diantara yang lainnya, Xerox lebih dulu mengklaim bahwa mereka telah berhenti bekerjasama dengan APP sejak beberapa tahun yang lalu namun saat ini mereka mengkonfirmasi bahwa terdapat masalah dalam implementasi di tahun 2011. Perusahaan telah memberikan konfirmasi bahwa akan menerapkan kembali kebijakan untuk berhenti membeli produk dari APP. Sementara itu, Walmart China belum lama ini tidak lagi menyimpan kertas fotokopi dari merk APP yang diketahui mengandung serat hutan hujan, namun sayangnya mereka belum berkomitmen untuk berhenti membeli produk APP di toko-toko mereka. 

Masih ada dua perusahaan lagi yang masih gagal memahami temuan-temuan Greenpeace, bahwa mereka terbukti mendukung kerusakan hutan dan terkait dengan skandal illegal ramin APP. Kedua perusahaan ini adalah  Barnes and Noble and Countdown/ Progressive, perusahaan retail dari New Zealand. Kamu bisa memberitahu mereka bahwa mereka harus berubah, disini



Dua hari sebelum skandal ramin dibuka ke publik oleh Greenpeace, tim kami melakukan pemantauan udara dan masih menemukan penebangan besar-besaran hutan alam yang berada dikawasan gambut dan juga merupakan habitat harimau. Kembali lagi, ini meremehkan kebijakan presiden SBY untuk melindungi hutan. Pemerintah harus mengambil tindakan untuk menghentikan deforestasi, memperkuat moratorium hutan Indonesia dengan mengevaluasi konsesi-konsesi yang telah diberikan kepada perusahaan.

Reputasi APP dalam kehancuran, produk mereka beracun dan dampaknya telah meracuni reputasi Indonesia di Pasar Internasional, kampanye greenwash mereka gagal dan pelanggan mereka pergi dengan cepat. Jadi bagaimana selanjutnya jika perusahaan tidak mengubah praktiknya? Ada beberapa merk lain yang kami ketahui masih terkait dengan APP. Kamu dapat melihatnya disini:. Selama beberapa minggu ke depan, para jurukampanye kami akan menghubungi mereka dan beberapa perusahaan yang masih membeli atau menyimpan produk dari APP. Kami membutuhkan bantuan Anda untuk menekan perusahaan-perusahaan tersebut, tetaplah mengikuti berita terbaru dari kami. Aksi anda  sangat membantu APP untuk  menghentikan praktek buruk mereka yang merusak hutan alam.  Memperbaiki reputasi APP berarti memperbaiki reputasi Indonesia.

Dukung juga kolega kami di Amazon karena Rainbow Warrior telah memulai turnya selama dua bulan untuk mengekspos kerusakan hutan Amazon dan solusi juara yang diperlukan untuk mencapai nol deforestasi di Brazil.