Menjaga Laut Kita

Dilihat dari luar angkasa, Bumi dilapisi mantel biru.  Bumi kita adalah planet dimana benua-benuanya mengecil karena samudra yang mengelilinginya serta luasnya lautan.

Secara mengejutkan dan tidak terbantahkan sekitar 80 persen dari seluruh kehidupan di Planet Bumi ditemukan tersembunyi dibawah debur ombak dan denyut samudra luas di sekitar dunia kita ini. Lautan mendorong kekuatan alam yang memelihara kehidupan di planet kita, si Planet Biru.

Laut menyediakan sumber penting protein, energi dan mineral serta produk-produk lainnya yang digunakan dunia terus menerus dan perputaran laut di seluruh planet menghasilkan lebih dari setengah oksigen kita, mendorong sistem cuaca dan arus energi alami serta nutrisi di seluruh dunia,  menyediakan sarana transportasi jauh lebih dari seluruh sungai-sungai di daratan yang digabungkan dan menjaga Bumi tetap dapat dihuni.

Tanpa adanya lautan luas tak akan ada kehidupan di Bumi.

Karena itulah, sangat mengkhawatirkan ketika kita merusak laut hingga skala yang tak dapat lagi dibayangkan  kebanyakan orang.

Kita tahu bahwa aktifitas manusia dapat mengakibatkan dampak serius pada kekuatan-kekuatan penting yang mengatur planet kita.  Secara fundamental, kita telah merubah iklim global dan baru saja mengerti konsekuensinya.

Meski sebagian besar belum juga terlihat hingga sekarang, namun tetap cukup serius, adalah dampak yang kita alami di laut.

Laut yang sehat memiliki ekosistem yang beragam dan habitat yang kuat.  Situasi sesungguhnya dari laut kita jauh dari norma alamiah ini.

Tak terhitung banyaknya jumlah tekanan manusia yang diberikan baik secara langsung dan tidak langsung pada ekosistem  saat spesies laut didorong menuju kepunahan dan habitat laut, seperti mangrove, lamun dan terumbu karang, dihancurkan.  Keragaman laut terdegradasi dan dilucuti, ekosistem laut kehilangan daya tahan yang melekat pada mereka.

 Kita perlu menjaga laut karena tanpa laut, tak akan ada kehidupan di Bumi. 

Laut mati, planet mati

Kita perlu menjaga laut sekarang lebih dari waktu-waktu sebelumnya, karena laut memerlukan seluruh ketahanan yang bisa dikerahkan menghadapi perubahan iklim dan potensi dampak bencana yang mulai terjadi.

Kampanye Greenpeace ‘Menjaga Laut Kita’ dimaksudkan untuk melindungi dan menjaga laut kita sekarang dan di masa depan dengan cara menyisihkan bagian dari laut global sebagai Cagar Alam Laut (Marine Reserves) yang bebas dari eksploitasi dan kendali  tekanan manusia, memungkinkan kawasan-kawasan laut ini mendapatkan waktu jeda yang sangat dibutuhkan untuk pemulihan dan pembaharuan. Kami juga mendorong agar setiap negara memiliki daerah konservasi lautnya sendiri yang dikembangkan bersama masyarakat dan menghormati hak-hak adat dan hak kelola sumber penghidupannya.

Dibangun dengan sistem perlindungan dan pemulihan,  Cagar Alam laut prinsipnya sama dengan taman nasional dalam skala internasional. Cagar Alam laut tersebut dibangun secara ilmiah dan bertujuan untuk penanganan krisis di laut yang perlu bekerja dan didukung bersama oleh aktifitas lainnya yang dirancang untuk memastikan laut dijaga dan dikelola secara bertanggungjawab, secara  berkesinambungan.

Melebihi Cagar Alam, kita perlu mengatasi banyak tantangan besar bagi kelangsungan laut dan menemukan cara-cara terbaik untuk mengolah sumber dayanya.  Untuk tujuan ini, sementara berkampanye untuk Cagar Alam Laut, kami juga melakukan kampanye melawan berbagai aktifitas yang membawa laut hingga titik krisis ini – yaitu kami menyingkapkan jumlah tekanan yang tak terhitung banyaknya, mengungkapkan ancaman, berhadapan dengan pelaku kejahatan dan mengarahkan pada solusi serta langkah-langkah yang diperlukan untuk menciptakan laut yang berkelanjutan.

Laut Membutuhkanmu

Perubahan-perubahan fundamental perlu dilakukan dalam cara mengelola laut kita. Ini artinya kita harus bertindak untuk memastikan setiap aktifitas manusia tetap berkelanjutan, dengan kata lain bisa menjawab kebutuhan manusia di masa sekarang dan generasi masa depan tanpa merusak lingkungan.

Sementara ancaman-ancaman bagi laut seperti penangkapan ikan paus, overfishing (penangkapan ikan berlebih), bottom trawling (penangkapan ikan dengan menggunakan pukat dasar), dan pemanasan global terus berkembang – para pemimpin negara dan pemerintah se-dunia harus bersepakat untuk menyisihkan lebih dari 40% laut untuk cagar alam. Cagar Alam Laut dapat didefinisikan sebagai kawasan laut dimana eksploitasi terhadap seluruh sumber daya laut dicegah, bersamaan dengan pencegahan terhadap sumber daya tidak hidup seperti pasir dan batu-batuan serta mineral lainnya.

Kategori