APP menggunakan kayu illegal dari hutan alam untuk pabrik mereka.

Perusahaan besar seperti Barnes&Noble menggunakan kertas yang berasal dari APP – dan Katakan kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan sesuatu sekarang:

.

 

Harap dicatat: Bidang yang harus diisi ditandai dengan asterisk (*).

Harap perbaiki bidang ditandai di bawah ini.

 
info

Nama

info

Email

info

Tanggal lahir

info

Cellphone

Sangat mudah untuk berhenti berlangganan, cukup klik 'unsubscribe' link dalam setiap newsletter.
info

Judul

info

Pesan

Ramin merupakan spesies dilindungi secara internasional dan berasal dari Indonesia. Ramin tumbuh di hutan rawa gambut- yang juga habitat bagi harimau Sumatera yang terancam punah, saat ini kurang dari 400 ekor yang tersisa di alam liar.

Beraksi bersama kami:

Beritahukan Menteri Kehutanan RI untuk segera menyita kayu ramin dari pabrik APP dan melakukan tindakan hukum kepada APP!

Asia Pulp and Paper (APP), salah satu produsen terbesar pulp dan kertas di dunia, TELAH TERTANGKAP BASAH menggunakan kayu ramin, spesies yang dilindungi secara internasional, di pabrik pulp utama mereka di Indonesia.

Tindakan mereka melanggar hukum Indonesia yang mengatur penebangan dan perdagangan spesies dilindungi ini dan menunjukkan bahwa klaim APP memiliki "toleransi nol untuk kayu ilegal"  hanyalah greenwash semata.

Ramin tumbuh di hutan rawa  gambut- yang juga habitat bagi harimau Sumatera yang terancam punah, hanya skitar 400 ekor yang tersisa di alam liar. Di dalam konsesi yang saat ini dikuasai oleh APP, terdapat hutan rawa gambut seluas lebih dari dua kali kota Jakarta yang telah dihancurkan sejak tahun 2001, tahun dimana penebangan ramin secara resmi dilarang.

Beberapa perusahaan besar dunia yang tercantum di bawah ini terlibat dalam skandal kayu illegal APP, karena mereka membeli produk dari APP yang terkontaminasi serat yang dilindungi dari hutan hujan: