Download laporan dan dokumen primer

Halaman - 26 Februari, 2012
Greenpeace telah bekerja di garis depan kerusakan hutan di Indonesia selama beberapa tahun, menyelidiki, mendokumentasikan dan mengekspos perusakan habitat hutan oleh APP. Selain menerbitkan temuan kami, demi kepentingan transparansi, kami juga merilis data mentah penting yang sudah kami kumpulkan, bersama dengan dokumen primer (seperti hasil uji forensik). Dengan demikian, kami berharap untuk memungkinkan pengawasan publik baik dari pekerjaan kita sendiri dan operasi industri di Indonesia yang sampai saat ini telah diuntungkan dari perancuan, korupsi, kurangnya transparansi dan kurangnya data berkualitas tinggi dan mutakhir. Anda dapat mendownload data ini - bersama dengan dokumen-dokumen primer dan laporan terkait – di bawah ini.

 

 

 

Laporan Greenpeace yang terkait

Hutan dan lahan gambut IndonesiaJadilah mata harimau
Habitat ramin adalah juga rumah bagi harimau sumatera, menebang habis habitat rumah juga berarti memusnahkan rumah harimau sumatera. Saat ini hanya tersisa sekitar 400 ekor harimau sumatera yang hidup dialam liar. Harimau sumatera berada dalam ancaman kepunahan yang salah satunya diakibatkan oleh semakin semitnya habitat mereka. Selama kurang lebih satu bulan, tima mata harimau menelusuri hutan-hutan tersisa di Riau, Jambi dan Sumatera selatan di Pulau sematera. Tim mata harimau menyaksikan langsung pemusnahan rumah harimau yang juga merupakan habitat ramin. Ramin dan Harimau sumatera keduanya termasuk dalam daftar terancam punah yang dikeluarkan CITES dan keduanya dilindungi oleh kebijakan pemerintah Indonesia.
September 2010 

 

Hutan dan lahan gambut IndonesiaHutan dan lahan gambut Indonesia
Peta menunjukkan dampak terbatas dari moratorium yang diusulkan, menunjukkan wilayah yang dilindungi, daerah moratorium yang diusulkan, dan hutan, lahan gambut dan habitat berisiko.
Februari 2011 

 

Uang PerlindunganUang Perlindungan
Bagaimana rencana ekspansi industri akan menggunakan dana iklim untuk membiayai deforestasi dan meremehkan komitmen pembangunan rendah karbon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
November 2010 

 

Sinar Mas pays ITS global graphicSinar Mas membayar ITS Global untuk membersihkan cucian kotor mereka
Bagaimana Sinar Mas/APP menyewa ITS Global tampaknya untuk menyebar keraguan pada keabsahan bukti Greenpeace – tanpa usaha untuk memvalidasi temuan di lapangan atau memberikan bukti kredibel untuk mendukung klaim mereka.
September 2010 

 

Bagaimana Sinar Mas memperluas Wilayah KerusakannyaBagaimana Sinar Mas memperluas Wilayah Kerusakannya
Mendokumentasikan rencana ekspansi Sinar Mas dan dampaknya pada sektor pulp, minyak sawit dan batu bara serta peran pasar dan sektor keuangan dalam mendukung kelompok ini.
Juli 2010 

 

Sinar Mas: Menghancurkan PlanetSinar Mas: Menghancurkan Planet
Bagaimana merek terkemuka termasuk Walmart, Auchan dan Kentucky Fried Chicken (KFC) memicu perubahan iklim dan mendorong harimau Sumatra dan orang utan menuju ambang kepunahan melalui pembelian dari APP.
Juli 2010 

 

Hutan hujan Indonesia dan perubahan iklimHutan hujan Indonesia dan perubahan iklim
Penghancuran dan degradasi hutan mendorong perubahan iklim dengan dua cara. Pertama, pembukaan dan pembakaran hutan melepaskan karbon dioksida ke atmosfer dan kedua, area hutan yang menyerap karbon dioksida berkurang.
November 2009 

 

Hutang Karbon Tersembunyi Minyak Sawit IndonesiaHutang Karbon Tersembunyi Minyak Sawit Indonesia
Laporan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk konsumen minyak sawit global dan investor untuk mendukung seruan Unilever untuk segera memberlakukan moratorium deforestasi dan pembukaan lahan gambut di Indonesia. Laporan ini menghitung hutang karbon yang terkait dengan Sinar Mas dan Grup RGM konsesi pulp dan konsesi kelapa sawit di Riau.
Mei 2008 

 

Membakar iklimMembakar iklim
Laporan ini menunjukkan bagaimana melalui permintaan untuk kelapa sawit, makanan terbesar di dunia, industri kosmetik dan biofuel mendorong perusakan besar-besaran lahan gambut Indonesia dan hutan hujan.
November 2006 

 

Sumber-sumber luar

Di sini Anda dapat menemukan sejumlah dokumen penting dari organisasi lain, media dan peneliti yang memberikan wawasan lebih lanjut ke dalam kelompok Sinar Mas, kegiatannya, auditor 'independen', dll.

Patrick Moore telah menjadi pendukung reguler praktek APP sejak organisasinya diminta untuk menulis laporan untuk APP pada tahun 2010. Artikel Harian Guardian di Inggris memberikan informasi lebih lanjut tentang APP dan Moore:
Mengapa seorang mantan aktivis Greenpeace berpihak pada industri penebangan Indonesia?

Alan Oxley dan perusahaan konsultannya ITS Global dipekerjakan oleh APP pada tahun 2010. Sekelompok ilmuwan terkemuka memberikan perspektif mereka tentang Oxley dan institusinya di sini:
Surat Terbuka tentang Kredibilitas Ilmiah dan Konservasi Hutan Tropis

Tujuh pemasok APP diketahui sebagai bagian dari skandal pembalakan liar di Sumatra pada 2007/2008. Baca laporan investigasi The Jakarta Globe 2011 mengenai mengapa penelitian ini ditutup karena keadaan yang mencurigakan: 

Laporan Khusus: Bagaimana penyelidikan kasus pembakalan liar bernilai $115 milyar dibatalkan

Apakah menebang hutan untuk pulp dan kertas membantu mengurangi kemiskinan di Indonesia? Tulisan opini oleh Rhett Butler dari website berita hutan Mongabay:
Apakah menebang hutan untuk pulp dan kertas membantu mengurangi kemiskinan di Indonesia?

Romain Pirard telah meneliti isu-isu kehutanan Indonesia selama beberapa tahun. Baca wawasannya mengenai isu APP di sini:
Komitmen kertas untuk industri Indonesia

Pada akhir tahun 2011 LSM Indonesia Eyes on the Forest mengungkapkan bahwa APP telah menghancurkan hutan untuk pulp pada wilayah hutan yang diusulkan oleh perusahaan sebagai 'suaka harimau'. Baca laporannya di sini dan akses pekerjaan investigasi mereka lainnya di sini: 

Laporan Mengungkapkan Fakta Dibalik Klaim Konservasi APP

 

 

Kategori
Tag