Skala perdagangan global APP

Halaman - 28 Februari, 2012
Asia Pulp & Paper sudah mengklaim bahwa mereka adalah perusahaan kertas ketiga terbesar di dunia, dan bertujuan menjadi yang pertama. Investigasi ini mendokumentasi bagaimana APP melanggar hukum Indonesia, mendorong harimau Sumatra dan pohon ramin mendekati kepunahan, mengabaikan CITES – kesepakatan konservasi internasional yang mengatur perdagangan spesies yang dilindungi. Investigasi ini menunjukkan bahwa pasar global untuk produk kertas dari pabrik-pabrik kertas APP di Indonesia dan Cina adalah termasuk sebagian besar negara yang merupakan penandatangan kesepakatan CITES. Perusahaan-perusahaan yang membeli dari APP dan produknya mengadung serat hutan hujan termasuk Xerox, National Geographic dan Walmart.

 

 

World Map
Australia Belgium Canada China
Spain France Germany Greece
Israel Italy Netherlands New Zealand
South Africa United Arab Emiratea United Kingdom United States of America

 

Australia

Belgium

Canada

China

Spain

France

Germany

Greece

Israel

Italy

Netherlands

New Zealand

South Africa

United Arab Emirates

United Kingdom

United States of America

Brands diagram

 


  • Lebih dari 80% dari semua ekspor langsung dari APP Indonesia dan Cina (sekitar 3,1 juta ton produk kertas, tisu atau produk kemasan) adalah melalui 12 pabrik kertas milik 9 perusahaan APP individu dengan hubungan dagang yang teridentifikasi dengan Indah Kiat Perawang.
  • Pabrik kertas APP ini mengekspor ke 136 negara penandatangan CITES, atau 78% dari semua negara yang terikat oleh tujuan Konvensi. Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Yunani, Israel dan Australia adalah importir utama produk dari pabrik kertas APP di Indonesia dan Cina yang terlihat berdagang dengan Indah Kiat Perawang.
  • Investigasi mengidentifikasi daftar awal produk spesifik yang terkait dengan ini pabrik-pabrik APP ini. Uji laboratorium dari produk-produk ini menegaskan bahwa mereka mengandung serat hutan alam (MTH). Produk-produk ini, mulai dari kertas fotokopi sampai tisu, buku dan kemasan, dibeli di 8 negara dan berhubungan dengan 12 perusahaan konsumen dan grosir berbeda.

Setiap perusahaan atau negara pengimpor dari APP harus melihat produksi kertas global APP dan perdagangannya sebagai berisiko tinggi.Investigasi ini menelusuri beberapa tahap dalam rute penyelundupan melalui mana produk yang diproduksi dari pulp Indah Kiat Perawang memasuki perdagangan internasional: dari pabrik Indah Kiat Perawang ke pabrik-pabrik APP di Cina dan Indonesia; dari pabrik-pabrikAPP di Cina dan Indonesia ke negara-negara pengimpor produk-produk tersebut; dan untuk produk konsumen tertentu dalam negara tersebut.

Risiko perdagangan Indah Kiat Perawang pada negara-negara penandatangan CITES utama

Investigasi telah berupaya untuk mengidentifikasi negara-negara penandatangan CITES yang mengimpor produk yang berkaitan dengan pasokan kayu pulp Indah Kiat Perawang. Investigasi melacak beberapa tahapan dalam rute penyelundupan yang dilalui produk yang diproduksi dari pulp Indah Kiat Perawang dan memasuki perdagangan internasional:

  1. Mengidentifikasi hubungan antara pulp MTH yang diproduksi di Indah Kiat Perawang dan adik pabrik kertas APP di Indonesia dan Cina.
  2. Mengidentifikasi negara-negara pengimpor produk-produk dari pabrik APP di Indonesia dan Cina dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang.
  3. Mengidentifikasi produk konsumen spesifik yang tersedia di negara-negara penandatangan CITES yang menggunakan kertas yang dihasilkan oleh salah satu pabrik kertas APP di Indonesia dan Cina dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang dan dimana penguian serat mengkonfirmasi kehadiran serat MTH bersama dengan akasia.

Mengidentifikasi risiko perdagangan: perdagangan internasional APP ke pasar dan merek utama

Dari Indah Kiat Perawang ke dunia CITES

Dokumen perusahaan APP bersama dengan data impor dan informasi pengapalan[1] memungkinkan investigasi mengidentifikasi kaitan dagang antara Indah Kiat Perawang dan 12 pabrik kertas APP individu yang dijalankan oleh 9 perusahaan APP di Indonesia dan Cina. Ke-12 pabrik kertas APP ini pada akhirnya berdagang ke hampir 136 negara penandatangan Konvensi CITES.[2]

Dari Indah Kiat Perawang ke merek global

TInformasi dagang termasuk dokumen perusahaan APP dan data impor telah memungkinkan investigasi mengaitkan perusahaan global dari beberapa sektor pasar kembali ke pabrik kertas individu dijalankan oleh ke-9 perusahaan APP ini.Dalam beberapa kasus, data menemukan hubungan antara merek barang jadi dan produk kertas spesifik yang diproduksi oleh pabrik kertas APP tertentu dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang.

Serat MTH mengindikasikan risiko ramin

Pengujian serat oleh laboratorium independen adalah komponen penting dari investigasi risiko dagang ini.

Indonesia adalah produsen skala besar satu-satunya dari pulp MTH[3] atau pulp akasia.[4] Dengan demikian, ditemukannya MTH bersama dengan akasia dalam kandungan serat perawan dalam produk kertas adalah indikator kuat bahwa serat pulp berasal dari Indonesia.

Bila perusahaan membeli produk kertas yang berasal dari salah satu pabrik kertas APP dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang, maka terdapat risiko bahwa produk tersebut mengandung serat MTH dari penebangan tanpa pilih dari habitat ramin; pasokan kayu pulp ke Indah Kiat Perawang ini telah terdokumentasi mengandung kayu ramin ilegal. Ditemukannya serat MTH dalam produk kertas yang diproduksi oleh salah satu pabrik APP adalah indikator kuat dari risiko ini.

Pada tahun 2010, menurut data impor resmi Cina,[5] pabrik-pabrik APP Cina mengimpor sekitar 560.000 ton pulp kayu keras dari Indonesia, dengan tiga perempat (416.000 ton) dari ini diimpor oleh pabrik APP Gold East Paper, yang berlokasi di Dagang, dan dua dari pabrik APP Ningbo, yang berlokasi di Ningbo.

Informasi dagang APP lainnya[6] mengindikasikan bahwa perkiraan 70% dari pulp yang diimpor Cina dari APP Indonesia adalah pulp MTH, yang hampir semuanya berasal dari Indah Kiat Perawang.[7] Dari pulp yang dikirim ke Dagang, lokasi pabrik APP Gold East Paper, lebih dari tiga perempatnya adalah pulp MTH dari Indah Kiat Perawang.Dari pulp yang dikirim ke Ningbo, lokasi pabrik APP Ningbo, hampir 60% adalah pulp MTH dari Indah Kiat Perawang.[8]

Bersama dengan data ini, kehadiran MTH dan serat akasia dalam bahan serat yang dihasilkan oleh pabrik kertas APP Cina (atau percetakan dan converter yang terkait dengan mereka) secara kuat menunjukkan hubungan antara pabrik tersebut dengan pasokan kayu pulp MTH untuk Indah Kiat Perawang.

Investigasi telah mengidentifikasi dan menguji berbagai produk dari pabrik APP Cina Gold East Paper dan Gold Huasheng, pabrik-pabrik Ningbo dan Yalong Paper; sejumlah tes ini telah mengkonfirmasikan adanya MTH bersama dengan akasia.[9]

Dimana rantai lacak balak menunjukkan kaitan yang jelas ke barang eceran tertentu yang dijual di pasar yang dapat diidentifikasi, kandungan serat perawan dari item sampel diuji untuk diidentifikasi apakah di dalamnya ada MTH, bersama dengan akasia, atau tidak.

Investigasi telah mengidentifikasi:

  • Volume impor oleh pasar APP utama dari pabrik kertas APP dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang
  • Sebuah daftar awal merek dimana investigasi telah membentuk rantai lacak balak dengan salah satu pabrik kertas APP dan dimana hasil dari satu atau lebih tes barang eceran dari perusahaan-perusahaan tersebut telah dikonfirmasi adanya kehadiran MTH, bersama dengan akasia

Risiko perdagangan dengan APP

Setiap perusahaan atau negara yang mengimpor dari APP, seperti yang tercantum dalam daftar di bawah ini dan di bagian lain dari bukti ini, harus melihat produksi dan perdagangan kertas global APP sebagai berisiko tinggi, karena alasan berikut:

  • Ramin adalah spesies secara internasional dilindungi di bawah peraturan perdagangan CITES. Semua perdagangan internasional spesimen ramin atau turunannya dari Indonesia dilarang, dengan pengecualian kayu yang bersumber dari sebagian kecil operasi penebangan selektif yang tidak berkontribusi ke rantai pasokan baku sektor pulp.[10]
  • Investigasi telah mengidentifikasi sekitar 136 penandatangan Konvensi CITES yang mengimpor dari pabrik APP dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang. Hal ini menunjukkan sejauh mana perdagangan internasional terkait dengan keberadaan kayu ramin ilegal dalam pasokan pulp MTH Indah Kiat Perawang.
  • Adanya serat MTH dalam produk kertas yang dihasilkan oleh salah satu pabrik APP dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang menggambarkan risiko rantai pasokan dalam kaitannya dengan berdagang atau mengimpor dari APP:
    • APP telah terbukti beroperasi dengan melanggar pelarangan ramin Indonesia dan peraturan nasional CITES. Hasil akhir yang ditemukan mengandung serat MTH bisa mengandung serat yang disebabkan oleh penebangan tanpa pilih dari habitat ramin; pasokan kayu pulp ke Indah Kiat perawang ini telah didokumentasikan termasuk ramin ilegal.

Hal-hal pelengkap

Catatan kaki

[1] Misalnya IKPP (2010a),data beacukai AS, CTI (2010) dan data rahasia yang dimiliki Greenpeace lainnya
[2] Berdasarkan data perdagangan dan CITES 'Daftar para pihak terkontrak (penandatangan)' diakses 22/12/2011
[3] Misalnya Pihlajamäki dan Hytonen (2004). Para penulis bekerja di konsultan spesialis pulp dan kertas Jaakko Pövry.
[4] Pulp & Paper Internationaldan ahli serat perkebunan DC Hillman keduanya menggambarkan pulp dari perkebunan akasia Indonesia sebagai pulp tipe baru sekitar 2002/2003. Sumber terbatas lainnya dari serat akasia dalam produk pulp dan kertas adalah Sabah Forest Industries (Malaysia) dan woodchipsyang dipasok perkebunan akasia Vietnam ke Cina. Sumber: Hillman (2002), Roberts (2002), BILT (2011): 16, Flynn (2005).
[5] CTI (2010)
[6] Data rahasia yang dimiliki Greenpeace
[7] Data impor Cina (sumber: CTI (2010)) bersama dengan informasi rahasia dimiliki oleh Greenpeace
[8] Data impor Cina (sumber: CTI (2010)) bersama dengan informasi rahasia dimiliki oleh Greenpeace
[9] Hasil uji IPS dan IfP-GmbH 2010-2012. Salinan dimiliki Greenpeace.
[10] CITES (2009)

Pengujian forensik produk kertas membantu membuat kaitan antara beberapa pabrik APP, pasar dan sektor korporasi dengan penyediaan kayu hutan hujan untuk Indah Kiat Perawang.Ditemukannya serat kayu keras tropis campuran (atau MTH) dalam sampel kertas yang berasal dari pabrik-pabrik APP Indonesia atau Cina dengan kaitan bisnis dengan Indah Kiat Perawang menunjukkan bahwa produk ini termasuk serat yang dihasilkan dari penebangan habis habitat ramin tanpa pilih; pasokan kayu pulp ke Indah Kiat Perawang ini telah didokumentasikan termasuk ramin ilegal.

Uji forensik produk kertas APP membantu mengaitkan beberapa pabrik APP, pasar dan sektor-sektor target dengan pasokan kayu pulp MTH dengan Indah Kiat Perawang

Pada analisis awal, investigasi telah mengidentifikasi produk spesifik, termasuk tisu, kertas dan bahan kemasan, yang dibeli di 8 negara berbeda, yang mengandung kayu keras tropis campuran terkait dengan pabrik APP dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang.

Hasil pengujian

Produk-produk Xerox dan Danone yang diproduksi oleh Indah Kiat mengandung sangat banyak serat hutan hujan Indonesia[11]

Xerox

Laporan analisis serat dari Institut Sains dan Teknologi Kertas (Jerman) menunjukkan rincian kadar serat dalam sampel kertas dari kertas fotokopi Astro yang diproduksi untuk Xerox.

Kertas fotokopi Xerox yang terkait dengan Indah Kiat terutama terdiri dari serat hutan hujan Indonesia[20]

(1) Data perdagangan menunjukkan bahwa kertas fotokopi bermerek Xerox Astro diproduksi di pabrik APP Indah Kiat Perawang bersama dengan (2) analisis serat independen dari produk ini mengungkapkan bahwa dalam produk ini terdapat kandungan tinggi serat kayu hutan hujan Indonesia:

  1. Data perdagangan rahasia 2010 dan 2011 diperoleh oleh Greenpeace menunjukkan bahwa merk kertas fotokopi Xerox Astro yang dijual di Yunani diproduksi oleh Indah Kiat Perawang.
  2. 2. Greenpeace mengirim sampel dari kertas fotokopi ini ke Institut Sains dan Teknologi Kertas di Jerman untuk analisis serat. Laporan lengkap untuk satu sampel yang diambil dari kertas fotokopi ini mengindikasikan bahwa 60% dari pembuluh kayu yang dihitung adalah apa yang dikategorikan oleh laboratorium sebagai spesies ‘kayu keras yang tidak diketahui '. Evaluasi tersebut adalah 'indikasi yang kuat untuk kayu keras tropis campuran merupakan 130 alur-alur yang tidak diketahui telah ditemukan bersama dengan akasia’.[12]
IPS

Laporan analisis serat dari IPS (AS) menunjukkan rincian kandungan serat dalam sampel kertas dari kemasan Danone Nutricia. Gambar mikroskopik menunjukkan serat yang diklasifikasi sebagai pembuluh-pembuluh MTH dalam sampel Danone Nutricia.

Kemasan Danone yang terkait dengan Indah Kiat terutama terdiri dari serat hutan hujan Indonesia

(1) Materi promosi APP menunjukkan bahwa kemasan susu bayi Danone Nutricia diproduksi di pabrik APP Indah Kiat Serang bersama dengan (2) analisis serat independen dari produk ini menunjukkan bahwa dalam produk ini terdapat kandungan tinggi serat kayu hutan hujan Indonesia:

  1. Kemasan susu bayi Nutricia Danone diproduksi oleh Indah Kiat Serang menurut bahan promosi APP. Indah Kiat Perawang memasok pulp kayu alam kepada pabrik kertas adiknya.[13]
  2. Greenpeace mengirim sampel kemasan ini kepada IPS di Amerika Serikat untuk analisis serat. Laporan lengkap untuk satu sampel diambil dari lapisan atas glossy dari kemasan (yaitu kertas yang dibuat dari serat kayu alam) mengindikasikan bahwa 59% dari sampel adalah kayu keras, dan hampir semua (97%) merupakan kayu keras tropis campuran dari setidaknya 15 jenis pohon yang berbeda.[14]

Produk-produk spesifik yang dikonfirmasi mengandung serat MTH melalui uji independen juga diidentifikasi terkait dengan pabrik-pabrik kertas APP ini.

Investigasi telah mengidentifikasi daftar awal 12 perusahaan dimana produk-produk spesifik dapat dihubungkan dengan pabrik APP kertas di Indonesia atau Cina dengan kaitan dagang yang diidentifikasi dengan Indah Kiat Perawang dan dimana uji serat mengkonfirmasi bahwa produk-produk tersebut mengandung MTH. [15] Analisis dan pengujian lebih lanjut sedang berlangsung.

Penggunaan laboratorium pengujian serat - serat MTH sebagai proxy untuk pembukaan habitat ramin

Dimana produk diidentifikasi terkait dengan pabrik kertas APP di Indonesia atau Cina dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang, sampel produk telah dikirim ke laboratorium pengujian serat untuk membantu memetakan sifat global dari masalah.[16]

Serat MTH dapat segera diidentifikasi dalam sampel yang dikirim ke laboratorium tersebut.MTH adalah klasifikasi yang mencakup beragam jenis kayu keras tropis yang digunakan oleh industri kertas. Adanya serat MTH dalam produk kertas APP berfungsi sebagai indikator yang mudah dikenali bahwa produk akhir dapat dihubungkan dengan pasokan kayu pulp MTH Indah Kiat, yang termasuk ramin ilegal dari pembukaan habitat ramin.

LPengujian laboratorium terbatas di Amerika Serikat akan produk kertas yang diimpor dari Indonesia telah mengidentifikasi spesimen ramin sebagai bagian dari serat MTH. Contohnya, pada tahun 2010, kayu ramin diidentifikasi dalam sampel kertas yang diambil dari dua buku yang dicetak dan diekspor dari Indonesia.[17] Ini menunjukkan bahwa ramin dapat diidentifikasi dalam sampel dari produk kertas. Namun, dalam rangka untuk mengkonfirmasi bahwa suatu produk tidak terkontaminasi dengan kayu ramin, setiap sentimeter persegi dari kertas dalam produk tertentu yang diidentifikasi mengandung MTH akan harus diuji di laboratorium.

Indonesia adalah satu-satunya produsen skala besar pulp MTH

Indonesia adalah satu-satunya produsen skala besar pulp mengandung yang MTH.[18] Di Indonesia, sekarang ini hanya ada dua produsen pulp skala besar yang menggunakan MTH - APP dan Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL).[19]

OPeta tutupan hutan Kementrian Kehutanan yang di-overlay dengan peta konsesi menunjukkan pembukaan hutan rawa gambut yang signifikan dalam konsesi perkebunan kayu yang memasok APP dan Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL) sejak pemberlakuan larangan penebangan ramin tahun 2001, dan analisis Landsat menunjukkan penebangan yang lebih baru.[20] MTH yang ditebangi dari daerah-daerah ini kemungkinan besar akan digunakan untuk memasok pabrik-pabrik pulp.

Proses pengujian

Langkah-langkah kunci dalam proses pengujian laboratorium adalah sebagai berikut:

  1. Investigasi mengidentifikasi serangkaian kertas, tisu dan bahan kemasan dan merek yang terkait dengan pabrik kertas APP dengan kaitan dagang untuk Indah Kiat Perawang dan diperdagangkan ke sejumlah negara di seluruh dunia. Produk lainnya di mana bukti kuat menunjukkan adanya kaitan dengan Indah Kiat Perawang juga telah diidentifikasi.
  2. 2) Sampel dari bahan dikirim ke laboratorium pengujian IPS (AS) dan TU Darmstadt (Jerman), keduanya otoritas global untuk pengujian produk kertas, dan banyak digunakan oleh industri kertas.[21]
  3. T3) Para ahli laboratorium mempersiapkan dan memeriksa sampel di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi spesies kayu yang digunakan.
    1. Untuk produk kertas dan tisu, pengujian dilakukan pada produk yang dijual sebagai produk serat kayu alam 100%, untuk menghindari potensi kontaminasi MTH melalui kandungan serat daur ulang dalam produk.
    2. Untuk papan kemasan multi-lapis dengan beberapa lapisan yang terbuat dari serat daur ulang, hanya lapisan yang tampaknya terbuat dari serat kayu alam yang diuji (biasanya lapisan putih yang paling atas).

Hasil tes menyoroti potensi kaitan dengan pulp MTH Indah Kiat Perawang

Hasil tes telah mengkonfirmasikan adanya MTH dan akasia dalam berbagai produk menggunakan kertas APP dari Indonesia atau Cina. [22]

Adanya baik MTH atau akasia dalam sampel kertas secara kuat menunjukkan bahwa serat pulp berasal dari Indonesia. [23]

Secara terpisah, adanya MTH dalam sampel kertas dengan kuat menunjukkan a) kaitan dengan pembukaan hutan hujan di Indonesia dan b) kaitan ke APP atau Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL), dengan APP sebagai pemain dominan.

Ditemukannya serat MTH dalam sampel kertas yang berasal pasar APP Indonesia atau Cina dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang mengindikasikan bahwa produk mungkin mengandung serat yang dihasilkan dari penebangan tanpa pilih dari habitat ramin; pasokan kayu pulp ke Indah Kiat Perawang ini telah terdokumentasi menyertakan ramin ilegal.

Hal-hal pelengkap

Tautan terkait

Catatan kaki

[11] Kedua laboratorium memberikan persentase kandungan spesies kayu keras yang berbeda; namun demikian, ini tidak sepenuhnya dapat diperbandingkan karena perbedaan metodologi yang digunakan.
[12] Hasil uji IfP-GmbH 2010–2012. Salinannya diperoleh Greenpeace.
[13] APP (2010)
[14] Hasil uji IPS 2010–2012. Salinannya diperoleh Greenpeace.
[15] Hasil uji IPS dan IfP-GmbH 2010-2012. Salinan dimiliki Greenpeace.
[16] Hasil uji IPS dan IfP-GmbH 2010-2012. Salinan dimiliki Greenpeace.
[17] Nogúeron dan Hanson (2010) 
[18] Misalnya Pihlajamäki dan Hytonen (2004). Para penulis bekerja di konsultan spesialis pulp dan kertas Jaakko Pövry.[15] Dua perusahaan lainnya yang memproduksi jumlah besar pulp, Kertas Nusantara (eks Kiani Kertas) dan PT Tanjung Enim Lestari, hanya menggunakan serat akasia. Sumber: Pirard dan Cossalter (2006).
[19] Analisis pemetaan Greenpeace 2011
[20] Mengikuti standar industri TAPPI T401. Integrated Paper Services (IPS); Institute for Paper Science and Technology, Fachgebiet für Papierfabrikation und Mechanische Verfahrenstechnik an der TU Darmstadt www.pmv.tu-darmstadt.de/fachgebietpmv_1/informativ_pmv/index.de.jsp); ITS Testing Services (UK) Ltd.
[21] Hasil uji IPS dan IfP-GmbH 2010-2012. Salinan dimiliki Greenpeace.
[22] Jika sebuah produk mengandung kayu keras tropis campuran (MTH), hampir dapat dipastikan berasal dari Indonesia. Negara-negara lain dengan hutan tropis tidak menebang habis hutan alam mereka untuk kayu pulp pada skala perdagangan komersial. Pulp akasia juga sebagian besar terbatas untuk Indonesia. Di daerah tropis lainnya, eucalyptusadalah spesies utama yang digunakan di perkebunan kayu pulp.

Dengan menggunakan data perdagangan dan dokumen perusahaan, investigasi telah mengidentifikasi pasar utama yang mengimpor volume besar produk kertas dari pabrik kertas APP di Indonesia dan Cina yang terkait dengan Indah Kiat Perawang. Investigasi lebih lanjut dan pengujian forensik mengidentifikasi produk spesifik yang terkait dengan pabrik-pabrik kertas APP ini yang mengandung serat MTH. Produk-produk ini, mulai dari kertas fotokopi ke tisu, buku dan kemasan, berasal dari konsumen perusahaan dan grosir produk APP termasuk Xerox, National Geographic, Danone dan Walmart. Berikut adalah daftar barang konsumen yang mengandung MTH yang diproduksi oleh pabrik-pabrik APP yang terkait dengan Indah Kiat Perawang.

Kaitan produk konsumen dengan Indah Kiat Perawang: Kertas fotokopi dan persediaan kantor

Tabel: kaitan rantai lacak balan antara merek global dimana ditemukan MTH pada setidaknya satu produk serta pabrik-pabrik APP dengan hubungan bisnis dengan Indah Kiat Perawang

Table: chain of custody links between global brands and APP millsTabel: kaitan rantai lacak balan antara merek global dimana ditemukan MTH pada setidaknya satu produk serta pabrik-pabrik APP dengan hubungan bisnis dengan Indah Kiat Perawang

 

Tabel: Rantai lacak balak antara merek global dan pabrik APP dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang

Tabel: Rantai lacak balak antara merek global dan pabrik APP dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat PerawangTabel: Rantai lacak balak antara merek global dan pabrik APP dengan kaitan dagang dengan Indah Kiat Perawang.

Hal-hal pelengkap

Tag