Pelanggan APP: Mattel

Halaman - 26 Februari, 2012
Hasil uji forensik menunjukkan bahwa sebagian besar kemasan untuk boneka busana Mattel Barbie seringkali mengandung kayu hutan hujan Indonesia. Mattel menggunakan kemasan yang dibuat dengan kertas yang diproduksi APP, kelompok bisnis yang berdasarkan investigasi Greenpeace terbukti terus menerus menghancurkan hutan hujan habitat dari satwa yang sangat terancam punah dan juga terlibat dengan pengrusakan lahan gambut berskala besar.

Mattel graphic

  • 'Mattel adalah perancang, produsen dan penjual produk mainan terbesar di seluruh dunia.'
  • Merk Mattel Barbie & Ken merupakan hampir 60% dari total penjualan Mattel tahun 2010.
  • Bukti yang diperoleh Greenpeace menunjukkan bahwa Mattel menggunakan kayu hutan hujan Indonesia dalam kemasan Barbie.
  • Investigasi Greenpeace menunjukkan bahwa APP memasok Mattel.

Mattel adalah perusahaan terbesar di bidang mainan

Mattel adalah produsen terbesar di sektor mainan dunia[1] Perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek New York (New York Stock Exchange) dan berkantor pusat di El Segundo, California, AS. Pada tahun 2010, realisasi penjualan bersih perusahaan ini mencapai US$ 5,9 milyar (€4,4 milyar).[2]

Walaupun produk Mattel dijual di lebih dari 150 negara di dunia, [3] hampir 80% penjualannya di AS dan Eropa.[4]

Merk Mattel Barbie & Kent menyumbangkan hampir 60% dari total penjualan di tahun 2010[5] Merk Mattel termasuk boneka, busana, dan aksesoris Barbie, Disney Classics, permainan dan teka-teki (puzzle), dan produk-produk Monster High, Hot Wheels, Matchbox, Toy Story dan Batman.[6]

Barbie adalah lambang budaya, dan telah mendominasi pasar boneka busana selama setengah abad.

Kebijakan Kertas

2011: Kemasan mainan bermerek Mattel mengandung MTH (serat hutan hujan).

 

Produksi sendiri

'Sampai saat ini merk-merk Mattel telah melaksanakan proyek pilot yang menyertakan atribut keberlanjutan . [...] Misalnya, jajaran boneka Barbie Thumbelina kami menggunakan 100 persen karton daur ulang [ditambahkan penekanan] ] pada kemasan dan memberikan petunjuk bagaimana mendaur ulang.'[7] Laporan tahunan perusahaan, laporan filantropi dan kewarga-duniaan telah dicetak pada kertas bersertifikasi FSC, dan 'untuk materi cetakan lain, kami biasanya bekerja dengan pemasok kertas dan percetakan yang dapat merekomendasikan stok kertas bersertifikasi FSC terbaru.'[8]

Perusahaan ini bekerja dengan pihak ketiga seperti Amazon.com untuk menghindari tambahan kemasan yang tak perlu untuk pengiriman produknya ke konsumen.[9]

Inisiatif-inisiatif lemah dan terbatas dari produsen boneka terbesar dunia ini tidak memastikan bahwa Mattel tidak berdagang dengan perusahaan yang terlibat deforestasi.

Produk yang diproduksi oleh pihak ketiga atau pemegang lisensi

'[Prinsip-Prinsip Manufaktur Global] Mattel berlaku untuk semua pihak yang memproduksi, merakit, berlisensi atau mendistribusikan produk atau kemasan yang padanya terdapat merk Mattel. [...] Perlindungan Lingkungan: Fasilitas pabrik harus memberlakukan program lingkungan untuk meminimisasi dampaknya terhadap lingkungan'[10]

Mattel mensyaratkan sertifikasi independennya tersendiri untuk semua materi, termasuk produk kertas untuk kemasan, untuk membuktikan bahwa mereka memenuhi standar dalam hal tidak menggunakan atau pembatasan serangkaian bahan kimia berbahaya. Hal ini berlaku tidak hanya untuk produksi sendiri, tapi juga untuk pihak ketiga dan pemegang lisensi.

Walau demikian, Mattel tidak mensyaratkan para pihak ketiga atau pemegang lisensi untuk menghindari berdagang dengan perusahaan yang terlibat dengan deforestasi.

Hal-hal pelengkap

Catatan kaki

[1] Mattel (2007): 2
[2] Mattel (2011): 26
[3] Mattel (2009): 4
[4] Mattel (2011): 5
[5] Mattel (2011): 27
[6] Reuters online, profil perusahaan Mattel diakses 13 Mei 2011
[7] Mattel (2009): 32
[8] Shaver (2011)
[9] Mattel (2009): 32
[10] Mattel (2007): 8-9

Bukti Forensik mengaitkan Mattel pada Perusakan Hutan Indonesia

Kemasan mainan bermerek Mattel mengandung MTH (serat hutan hujan), dicetak oleh BMJ.

 

Pabrik Mattel di Indonesia dikhususkan untuk pembuatan boneka, sebagian besarnya memproduksi berbagai jenis boneka Barbie dan karakter khas boneka lainnya.[11] Selanjutnya, Mattel mendapat lisensi dari Disney untuk memproduksi serangkaian boneka dari film-film Disney.[12]

Cina adalah pusat manufaktur terbesar untuk produk bermerk Mattel.[13] Ini termasuk produk Barbie, serta serangkaian luas produk mainan lainnya dari permainan kartu sampai sepeda otoped.[14]

Hasil uji forensik ahli menunjukkan bahwa MTH secara reguler ditemukan dalam serangkaian luas produk kemasan dan kertas Mattel.[15] Hal ini membuktikan bahwa Mattel berperan dalam pengrusakan hutan hujan Indonesia.

Hal-hal pelengkap

Catatan kaki

[11] Investigasi Greenpeace 2010-2011
[12] Investigasi Greenpeace 2010-2011
[13] Mattel (2007): 3
[14] Investigasi Greenpeace 2010-2011
[15] IPS test results 2010-2011. Salinan dimiliki oleh Greenpeace
[16] IPS test results 2010-2011. Salinan dimiliki oleh Greenpeace
[17] IPS test results 2010-2011. Salinan dimiliki oleh Greenpeace

Mattel forensik: Indonesia

Pengumpulan bukti oleh Greenpeace akan produk kemasan dan kertas Mattel yang diproduksi di Indonesia terbukti mengandung MTH:[16]

Nomer Sampel Negara Pembelian Merk/Produk Kode Produk
Perusahaan
kemasan dan percetakan
Adanya MTH dalam sampel uji Adanya akasia dalam sampel uji
1 US Barbie - Swan Lake doll T4792 Sansico ada ada
2 US Barbie - Happy Birthday doll T0272 - ada ada
3 UK Barbie - Swim 'n' Dance Mermaid doll T1474 - ada ada
4 UK Barbie - Swim 'n' Dance Mermaid (instruction leaflet only) T1474, T1476 - ada ada
5 Australia Barbie - Princesss Perfect Astd doll N5242 PT BMJ ada ada
6 Jerman Barbie - Ballerina doll T2214 Sansico ada ada
7 Jerman Barbie - Ballerina doll T2214 Sansico ada ada
8 Jerman Barbie - Spring/Summer doll / Pink Dress R4183 Sansico ada ada
9 Jerman Barbie - Spring/Summer doll / Pink Dress R4183 Sansico ada ada
10 Jerman Barbie - Spring/Summer doll / Pink Dress R4184 Sansico ada ada
11 Jerman Barbie - Spring/Summer doll / Pink Dress R4184 Sansico ada ada
12 Jerman Barbie - Spring/Summer doll / Pink Dress R4185 Sansico ada ada
13 Jerman Barbie - Spring/Summer doll / Pink Dress R4185 Sansico ada ada
14 Jerman Barbie - 12 Dancing Princesses doll V1970 Sansico ada ada
15 Jerman Barbie - Mermaid Colour Change Hair doll T7404 PT BMJ ada ada
16 UK Monster High Draculaura doll N5946 - ada ada
17 Brasil Barbie - Ballerina doll R4304 - ada ada

Mattel forensik: Cina

Pilihan bukti Greenpeace akan produk kemasan atau kertas yang diproduksi di Cina terbukti mengandung MTH:[17]

Nomer Sampel Negara Pembelian Merk/Produk Kode Produk Perusahaan Kemasan dan Percetakan Adanya MTH dalam sampel uji Adanya akasia dalam sampel uji
18 US Barbie - Ballroom Dancer doll T2691 - ada ada
19 Australia Barbie - Glamour doll T2691 - ada ada
21 Belanda Barbie - Fashionista's doll - - ada ada

Investigasi Greenpeace menunjukkan kaitan Mattel dengan APP

Investigasi Greenpeace menguak hubungan dagang antara APP dan Mattel di Indonesia dan Cina.

Serifikasi Sinarboard 2010.

 

Sertifikasi mengindikasikan bahwa APP adalah pemasok Mattel

Greenpeace telah mendapatkan sertifikasi yang mengindikasikan bahwa APP memasok materi kemasan untuk produk-produk Mattel.

Mattel mensyaratkan uji dan sertifikasi materi, termasuk produk kertas untuk kemasan, untuk menunjukkan bahwa mereka memenuhi standar dalam hal tidak menggunakan atau pembatasan serangkaian bahan kimia berbahaya.

Kilang utama APP untuk papan kemasan di Indonesia - PT Indah Kiat Pulp & Paper Serang (IKPP), berlokasi di Pulau Jawa - telah menerima sertifikasi ini untuk beberapa merk papan kertas (paperboard[18] yang mereka produksi dan perdagangkan dalam negri Indonesia dan diekspor ke Cina. Kilang ini dipasok oleh kilang pulp APP di Sumatra; [19] yang menggunakan MTH dari hutan hujan Indonesia.[20]

Dalam negri Cina, kilang APP di Ningbo telah menerima sertifikasi Mattel untuk produksi kertas untuk permainan kartu.[21]

APP memproduksi kemasan Barbie yang berasal dari hutan hujan

Investigasi Greenpeace mengungkapkan kaitan dagang antara APP dan pabrik Barbie Mattel di Indonesia. Bukti-bukti selanjutnya menunjukkan kaitan dagang melalui pabrik-pabrik lain.

Barbie 'Made in Indonesia'[22]

Pabrik Mattel di Indonesia memproduksi serangkaian boneka busana. Termasuk boneka-boneka dengan merk Mattel sendiri, yaitu Barbie, serta merk populer Monster High dan boneka-boneka edisi khusus - biasanya berkaitan dengan karakter film atau TV. Pabrik di Indonesia juga membuat boneka-boneka bermerk Disney di bawah lisensi; termasuk rangkaian boneka Princess dan rangkaian High School Musical.

Greenpeace mengidentifikasi dua percetakan Indonesia yang memproduksi kemasan untuk boneka-boneka Mattel buatan Indonesia ('Made in Indonesia') yang dijual di Jerman, Australia, Britania Raya, Amerika Serikat dan tempat lain, yaitu: Sansico dan PT Bukit Muria Jaya (PT BMJ).[23]

Investigasi lebih lanjut mengungkapkan kaitan dagang antara perusahaan-perusahaan ini dengan APP.[24]

Gambar google ini menunjukkan bahwa pabrik Mattel (a) bersebelahan langsung dengan Sansico (b), yang dipasok oleh APP

Gambar google ini menunjukkan bahwa pabrik Mattel (a) bersebelahan langsung dengan Sansico (b), yang dipasok oleh APP.

Sansico[25] memiliki pabrik di Indonesia, dan mengklaim dapat memproduksi lebih dari 1 juta unit kemasan per minggunya. Mattel adalah salah satu pelanggan utamanya, dan dilaporkan telah memasok kemasan tercetak kepada perusahaan ini selama dua dekade.[26] Sebagian besar produksinya lewat percetakan Sansico, PT Printec II, yang bersebelahan dengan pabrik utama Mattel Indonesia. Menurut informasi rahasia, pabrik Sansico ini adalah pelanggan APP Indonesia. Percetakan ini memproduksi berbagai produk kemasan untuk Mattel, termasuk yang dilisensi oleh Disney. Pabrik Sansico, PT Grafitec, juga memasok kemasan untuk Mattel Indonesia.[27]

PT BMJ adalah bagian dari Grup Djarum dan merupakan produsen kemasan lintas sektor terkemuka di Indonesia.[28] Menurut informasi rahasia, BMJ adalah pelanggan APP Indonesia.

Uji forensik kemasan Mattel yang berasal dari percetakan ini terbukti secara reguler menggunakan MTH.

Barbie 'Made in Indonesia' hanya puncak gunung es[29]

Investigasi Greenpeace mengenai kemasan boneka busana hanya merupakan puncak gunung es dalam pengungkapan potensi dampak Mattel terhadap hutan hujan Indonesia.

Menurut 'Laporan GRI 2007' Mattel: 'Mayoritas produk kami, termasuk produksi yang di-outsource diproduksi di Cina.'[30]

Di Cina sendiri, Mattel membuat produk dari mulai boneka busana, permainan, teka-teki dan permainan kartu sampai aksesoris Barbie dan merk mainan lainnya.[31] Sebagian besar produk dijual dengan kemasan atau mengandung semacam materi kertas lainnya.

Hasil uji forensik kemasan boneka busana Barbie 'Made in China' mengungkapkan sejumlah produk yang mengandung MTH.[32]

Menurut website perusahaan,[33] perusahaan APP Ningbo Asia Converting mengklaim untuk membuat produk kemasan sepeda otoped bermerk Barbie. Perusahaan satu kelompoknya (sister company) Ningbo Asia Pulp & Paper, memperoleh sertifikat Mattel untuk papan kertas permainan kartu[34] dan mengimpor pulp dari Indonesia.[35] Permainan kartu UNO dan kemasan bergambar karakter Disney Winnie the Pooh telah positif terbukti mengandung MTH.[36]

APP adalah produsen produk kertas terbesar di Cina, dan sekitar sepertiga dari produksi kertas dan papan kertasnya adalah untuk kemasan[37] Tanpa adanya kebijakan kuat dan pengamanan spesifik, produk kertas dari Cina atau Indonesia berisiko tinggi untuk dikaitkan dengan APP, dan merupakan pendorong pengrusakan hutan hujan Indonesia.

Hal-hal pelengkap

Catatan kaki

[18] Kilang Indah Kiat Pulp & Paper (Sinar Mas) di Serang, online, sertifikat produk
[19] Misalnya APP (2007): 34
[20] 20% pada tahun 2007, menurut APP (2009a). Perhitungan Greenpeace berdasarkan data pemerintah Indonesia mendapatkan hasil sama 20% untuk 2009. Sumber: Kemenhut (2010a)
[21] Ningbo Zhonghua Paper Co. Ltd., online
[22] Greenpeace investigations 2010-2011
[23] KBA (2010) dan BMJ (2008)
[24] Investigasi Greenpeace 2010-2011
[25] Website Sansico Resources
[26] KBA (2010)
[27] KBA (2010)
[28] Goliath (2010)
[29] Investigasi Greenpeace
[30] Mattel (2007): 3
[31] Investigasi Greenpeace 2010-2011
[32] IPS test results 2010-2011. Copies held by Greenpeace
[33] Ningbo Asia Paper Converting Co. Ltd, online, diakses 12 Januari 2011
[34] Ningbo Zhonghua Paper Co. Ltd., online
[35] CTI (2010)
[36] Hasil uji IPS 2010-2011. Salinan dimiliki oleh Greenpeace
[37] Investigasi Greenpeace 2010-2011

Tautan terkait

Kategori
Tag