Pembela Iklim

Halaman - 25 Mei, 2010

Hari ini, semua orang membicarakan tentang perubahaan iklim tetapi tidak banyak orang yang memahami peran dari hutan kita penting dalam menstabilkan iklim dan juga berperan penting dalam menyerap emisi. Pada kenyataannya, deforestasi bertanggung jawab atas sekitar seperlima emisi gas rumah kaca global. Jumlah ini melebihi total emisi kendaraan bermotor, pesawat terbang dan kereta jika digabungkan – dan itu menandakan bahwa kehancuran hutan adalah salah satu masalah terbesar penyebab perubahan iklim.


Kehancuran dan penurunan fungsi hutan membuat merubahan iklim dalam dua cara, pertama, pembukaan dan pembakaran lahan hutan melepas sejumlah CO2 ke atmosfir dan yang kedua, dan areal hutan mengalami penurunan penyerapan CO2.
Baca cerita terbaru dari Kampar di blog

 Mengakhiri deforestasi adalah salah satu cara tercepat untuk menyelamatkan iklim

 

Ada pohon?

Untuk menahan laju perubahaan iklim - para pemimpin dunia harus menyetujui penurunan emisi CO2 yang berasal dari bahan bakar fosil dan kerusakaan hutan pada pertemuan perubahaan iklim PBB di Kopenhagen pada bulan Desember mendatang. Kita membutuhkan rencana untuk menghentikan deforestasi global sebelum 2020 dan pembiayaan untuk perlindungan hutan seperti di Indonesia dan Brasil dapat merencanakan suatu tindakan nyata.

Para politisi membahas beberapa opsi untuk melindungi hutan di bawah perjanjian iklim yang baru. Beberapa opsi akan secara efektif melindungi sementara mempertaruhkan yang lain untuk mendorong deforestasi lebih lanjut. Dana tersebut harus dapat memastikan bahwa uang digunakan tidak hanya berakhir di tangan pemegang tanggung jawab atas kehancuran hutan, seperti industri penebangan. Solusi kami pendanan yang kami sebut Forests for Climate untuk menunjukan cara yang dapat melindungi keduanya hutan dan iklim.

Indonesia

Beberapa hari menuju pertemuan di Kopenhagen kami memusatkan perhatian di Indonesia sebagai salah satu contoh kerusakan hutan yang masih terus berlanjut. Kecepataan dan luas deforestasi sangat menunjukan mengapa sangat penting para pengambil keputusan mengambil tindakan untuk melindungi hutan pada pertemuan di Kopenhagen Desember mendatang.

Hutan hujan di Indonesia, yang kaya dengan karbon yang berada di dalam tanah dan keaneka ragaman hayati. Hutan sangat penting untuk menstabilkan krisi iklim saat ini .  Tetapi permintaan pasar internasional yang sangat besar untuk produk seperti minyak kelapa sawit - untuk bahan membuat coklat, pasta gigi dan bahan bakar nabati (biofeul) - telah mendorong penghancuran lebih dari 74 juta hektar hutan tropis di Indonesia sejak 1950 (luas areal yang lebih besar dari luas Negara prancis). Menurut angka terbaru, Indonesia adalah salah satu Negara dengan angka kecepatan hutan tercepat dan membuat iklim terbesar nomer tiga setelah Cina  da Amerika Serikat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengutarakan janjinya untuk mengurangi emisi CO2 dan dapat memotong emisi yang lebih besar lagi jika Negara-negara maju membantunya untuk melindungi hutan Indonesia. Untuk mendapatkan dukungan dari internasional , Presiden Yudhoyono harus segera menetapkan moratorium hutan dan lahan gambut.

Dengan mempertahankan hutan kita tidak hanya mempertahankan masyarakat yang bergantung pada hutan, ekosistem  yang kaya di dunia serta species yang ada di hutan seperti Orangutan dan Harimau yang saat ini terancam punah - Tetapi mempertahankan iklim global yang sangat penting untuk kehidupan seluruh bumi termasuk diri kita sendiri 

Kategori