Skip navigation.

Kirim URL

Isi formulir berikut ini dan klik tombol "kirim". Server anda akan mengirim e-mail kepada penerima dengan URL artikel yang akan anda bagi.

Anda dapat mengirim lebih dari satu alamat e-mail dengan dipisahkan dengan KOMA: nama@server.com, nama.lain@serverlain.com

E-mail penerima *
Nama anda *
e-mail anda *
* required
Aerial view of forest in Sarawak.

Kekayaan serta keindahan Hutan Surgawi yang semakin terancam mendekati kehancuran.

Besarkan Gambar

Di seluruh dunia, hutan-hutan alami sedang dalam krisis. Tumbuhan dan binatang yang hidup didalamnya terancam punah. Dan banyak manusia dan kebudayaan yang menggantungkan hidupnya dari hutan juga sedang terancam. Tapi tidak semuanya merupakan kabar buruk. Masih ada harapan untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan menyelamatkan mereka yang hidup dari hutan.

Hutan purba dunia sangat beragam. Hutan-hutan ini meliputi hutan boreal—jenis hutan pinus yang ada di Amerika Utara, hutan hujan tropis, hutan sub tropis dan hutan magrove. Bersama, mereka menjaga sistem lingkungan yang penting bagi kehidupan di bumi. Mereka mempengaruhi cuaca dengan mengontrol curah hujan dan penguapan air dari tanah. Mereka membantu menstabilkan iklim dunia dengan menyimpan karbon dalam jumlah besar yang jika tidak tersimpan akan berkontribusi pada perubahan iklim.

Hutan-hutan purba ini adalah rumah bagi jutaan orang rimba yang untuk bertahan hidup bergantung dari hutan—baik secara fisik maupun spiritual.

Hutan-hutan ini juga merupakan rumah bagi duapertiga dari spesies tanaman dan binatang di dunia. Yang berarti ratusan ribu tanaman dan pohon yang berbeda jenis dan jutaan serangga—masa depan mereka juga tergantung pada hutan-hutan purba.

Hutan-hutan purba yang menakjubkan ini berada dalam ancaman. Di Brazil saja, lebih dari 87 kebudayaan manusia telah hilang; pada 10 hingga 20 tahun kedepan dunia nampaknya akan kehilangan ribuan spesies tanaman dan binatang. Tapi ada kesempatan terakhir untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan orang-orang serta spesies yang tergantung padanya. 


Berita Tentang Hutan

Hundreds of Greenpeace activists and supporters call on SBY to take climate action

November 21, 2009

Hundreds of Greenpeace activists and supporters from several of Java’s main cities today rallied in support of President Yudhoyono¹s international commitment to reduce carbon emissions from Indonesia. They called for his promise to be immediately put into practice by halting deforestation which is driving runaway climate change. More than hundreds activists gathered early in the morning at Monas and marched down Jl. Sudirman to Bunderan Hotel Indonesia where they unfolded a banner reading, “Stop talking, start acting ­ save the forests for our future”.

Indonesian authorities evict climate defenders under pressure from forest criminals

November 15, 2009

The Indonesian police authorities, under orders from the Governor of Riau Province, will today begin the eviction of Greenpeace activists and local community members participating in the Climate Defenders camp on the threatened Kampar Peninsula in the heartland of Sumatra’s rainforest. Police and immigration authorities have also ordered the deportation of 11 international activists who participated in a non-violent direct action to expose and stop blatant and illegal destruction of peatlands by Asia Pacific Resource International Holdings (APRIL).

SBY: revoke permits for pulp giant APRIL clearing Kampar Peninsula

November 09, 2009

Greenpeace today released fresh evidence of pulp and paper giant APRIL rampantly destroying peatland forests in the Kampar Peninsula, Sumatra. On the basis of the photos and map released today, Greenpeace is calling on Indonesian President Yudhoyono to immediately order his Forestry Minister to revoke APRIL’s permits to clear the carbon-rich deep peat forests.

Halaman Sebelumnya -