Skip navigation.
Greenpeace demonstrates against the ADB-funded Mae Moh power plant.

Aksi Greenpece di atas PLTU Mae Moh Thailand.

Besarkan Gambar

Perubahan iklim global merupakan malapetaka yang akan datang! Kita telah mengetahui sebabnya – yaitu manusia yang terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas bumi.

Kita sudah mengetahui  sebagian dari akibat pemanasan global ini – yaitu mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, coral bleaching dan gelombang badai besar. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena dampak paling besar – Negara pesisir pantai, Negara kepulauan, dan daerah Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara.



Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan. Greenpeace percaya bahwa hanya dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca yang sistematis dan radikal dapat mencegah perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah kepada ekosistem dunia dan penduduk yang tinggal didalamnya.

Sebagai sebuah organisasi global berskala internasional, Greenpeace memusatkan perhatian kepada mempengaruhi kedua pihak yaitu masyarakat dan para pemegang keputusan atas bahaya dibalik penambangan dan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil. Sebagai organisasi regional, Greenpeace Asia Tenggara memusatkan perhatian sebagai saksi langsung atas akibat dari perubahan iklim global, dan meningkatkan kesadaran publik tentang masalah yang sedang berlangsung. Greenpeace SEA juga berusaha mengupayakan perubahan kebijakan penggunaan energi di Asia Tenggara di masa depan – yaitu beranjak dari ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil kearah sumber-sumber energi yang terbarukan, bersih dan berkelanjutan.

Taktik Kampanye Iklim dan Energi adalah mengkonfrontasi tantangan yang dimiliki industri berbahan bakar yang berasal dari fosil – terutama, pembangkit listrik pembakar-batubara dan penghasil energi berbasis-nuklir – sementara, di waktu yang sama menyuarakan dan mendorong solusi atas ketergantungan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil. Sebagai contoh, GreenpeaceSEA mempromosikan kebijakan dan proyek yang dapat menghasilkan energi murah berasal dari angin dan energi matahari, dan advokasi terhadap efisiensi energi alternatif. 

Asia Clean Energy Now

 

Dukung Kami

Berita Perubahaan Iklim

Hundreds of Greenpeace activists and supporters call on SBY to take climate action

November 21, 2009

Hundreds of Greenpeace activists and supporters from several of Java’s main cities today rallied in support of President Yudhoyono¹s international commitment to reduce carbon emissions from Indonesia. They called for his promise to be immediately put into practice by halting deforestation which is driving runaway climate change. More than hundreds activists gathered early in the morning at Monas and marched down Jl. Sudirman to Bunderan Hotel Indonesia where they unfolded a banner reading, “Stop talking, start acting ­ save the forests for our future”.

Aktivis Greenpeace Pulau Jawa Melakukan Aksi Untuk Mendorong Kepemimpinan Iklim SBY

November 21, 2009

Aktivis Greenpeace dari Kota Besar Pulau Jawa hari ini melakukan aksi untuk mendorong komitmen Presiden Yudhoyono mengurangi emisi karbon Indonesia dan meminta janjinya ini segera diwujudkan menjadi aksi nyata dengan menghentikan deforestasi untuk menanggulangi bencana perubahan iklim. Ratusan aktivis berkumpul di Monumen Nasional dan berjalan menuju Bunderan Hotel Indonesia dimana mereka membentangkan banner bertuliskan “cukup berbicara saatnya bertindak – lindungi hutan untuk masa depan”.

Indonesian authorities evict climate defenders under pressure from forest criminals

November 15, 2009

The Indonesian police authorities, under orders from the Governor of Riau Province, will today begin the eviction of Greenpeace activists and local community members participating in the Climate Defenders camp on the threatened Kampar Peninsula in the heartland of Sumatra’s rainforest. Police and immigration authorities have also ordered the deportation of 11 international activists who participated in a non-violent direct action to expose and stop blatant and illegal destruction of peatlands by Asia Pacific Resource International Holdings (APRIL).

Halaman Sebelumnya -