Konferensi Iklim - Cancun, Meksiko

Mulai 29 Nopember 2010 para delegasi dari berbagai pemerintahan di dunia kini memulai lagi sebuah putaran negoisasi internasional perubahan iklim di Cancun, Mexico, kita semua dapat melakukannya dengan menarik sebuah pelajaran dari sejarah  peradaban Suku Maya.

Palm Oil Plantation in Central KalimantanPada KTT iklim tahun ini pemerintah memiliki pilihan. Mereka dapat memutuskan antara masa depan yang aman atau melanjutkan bisnis seperti biasa dan memungkinkan perubahan iklim untuk terus mengancam berbagai aspek kehidupan seperti yang telah kita ketahui. Setelah kegagalan besar di Kopenhagen tahun lalu, kita tahu kemungkinan untuk Cancun mengeluarkan kesepakatan global yang mencakup segala sesuatu yang kita butuhkan sangat kecil. Apa yang negara dapat lakukan di sini di Cancun adalah memutuskan pada beberapa isu kritis yang akan membuka jalan bagi suatu [R]evolusi Energi.

Saat ini, masa depan yang bersih dan aman merupakan pilihan yang masih dapat kita lakukan. Sebuah perjanjian perubahan iklim internasional akan mengkatalisasi dan membantu membayar untuk sebuah dunia dengan cara yang bersih, aman dan independen yang  artinya jaminan kebutuhan energi untuk generasi yang akan datang.  Dapat menjaga hutan dan hutan untuk masyarakat berkembang, serta melindungi banyak spesies dan membantu untuk menghentikan bencana perubahan iklim.

Sebuah peringatan dari masa lalu

Sebuah pesan dari  pusat peradaban bangsa Maya yang kini telah runtuh

Pada puncak kejayaannya, Suku Maya adalah salah satu komunitas di dunia dengan populasi padat dan memiliki kebudayaan yang dinamis. Tercatat dalam sejarah, kebudayaan Maya merupakan satu-satunya yang diketahui telah memiliki kultur bahasa tulis, seni, ilmu arsitektur, matematika, dan sistem astronominya yang maju pada waktu itu. Bangsa Maya juga merupakan ilmuwan ulung.



Balon udara Greenpeace terbang diatas reuntuhan Kota bangsa Maya Chichen Itza di Meksiko

Runtuhnya salah satu peradaban terbesar dunia ini telah menjadi perdebatan panjang sejak lama, tapi semakin banyaknya bukti akurat dan catatan yang didapat dari inti es, lingkar pohon, dan beberapa sedimen dasar laut dalam, menyediakan bukti akan terjadinya sebuah kekeringan panjang bertahun tahun di kawasan itu, dan masing masing berujung pada ambruknya sebagian besar populasi, hingga mereka yang tersisa tidak mampu lagi menyelamatkan diri dari kekeringan parah yang terakhir.  Dengan semua kecanggihan ilmu yang mereka miliki, bangsa Maya sayangnya tidak dapat melihat kehancuran yang akan datang. Namun, kita dapat melihat kehancuran kita.

Langkah-langkah Kebijakan

Pemerintah harus tahu bahwa komitmen pemotongan emisi yang telah mereka janjikan tidaklah cukup, buatlah keputusan yang tepat dalam perjanjian terstruktur, dan memutuskan bagaimana mereka akan menyediakan uang baru untuk membantu negara berkembang dalam beraksi dan beradaptasi. Mereka harus setuju membuka uang kas untuk menyediakan uang demi menghentikan praktik deforestasi di negara berkembang. Mereka harus menutup celah dalam peraturan penggunaan hutan dan lahan yang dapat meningkatkan emisi dari negara negara industri.

Jika mereka dapat melakukan ini di Cancun, kita boleh mulai percaya bahwa pemerintahan telah bangun dari tidurnya, untuk menghadapi kenyataan yang sebenarnya  dihadapi planet Bumi saat ini. Bangsa Maya mungkin tidak memperoleh informasi atau memiliki peralatan yang dibutuhkan untuk menghindari jatuhnya peradaban mereka, tetapi kita yang hidup di abad 21 ini punya keberuntungan, bahwa kita mampu dan dapat melihat ke masa depan dan kita dapat memilih jalan yang berbeda.

Ini juga berarti bahwa pemerintah akan mengatakan tidak untuk batubara,  minyak bumi dan mendukung [R]evolusi Energi.

Beraksilah : sebarkan kata  dan ceritakan pada setiap orang bahwa sebuah masa depan bebas bahan bakar fosil sangat diperlukan - dan itu mungkin. 

Kategori