Arktik dan Asia Tenggara

Halaman - 14 Maret, 2013
Asia Tenggara telah mengalami banyak masalah yang diakibatkan oleh perubahan iklim seperti lebih sering dan semakin destruktifnya badai di beberapa bagian serta kemarau ekstrim di bagian lain Asia Tenggara. Naiknya permukaan laut membuat dataran rendah di wilayah pesisir dan sistem sungai beresiko serta menjadi rentan terhadap badai. Dampak iklim yang berubah-rubah menjadi tak tertahankan bagi mayoritas masyarakat miskin di Asia Tenggara, mereka yang sesungguhnya adalah pihak yang paling sedikit bertanggung-jawab atas perubahan iklim. Kita tahu sekarang bahwa apa yang terjadi di Arktik tidak hanya berdampak di Arktik saja. Melindungi es di Arktik artinya melindungi kita semua.

The crew of the Greenpeace ship MY Arctic Sunrise construct a 'heart' with the flags of the 193 country members of the United Nations on an ice floe north of the Arctic Circle. The 'heart' of flags is suspended by wires a few centimetres from the ice surface and symbolizes an emotional appeal for united global action to protect the Arctic.

Kita telah mengetahui bahwa Arktik adalah lingkungan yang unik sekaligus rentan. Selain sebagai rumah bagi banyak spesies, kawasan ini juga memainkan peran yang penting dalam mengatur iklim global, bertindak sebagai lemari pendingin dunia dan menjaga seluruh planet agar tetap dingin. Es di kawasan Arktik bertindak sebagai kaca raksasa, memantulkan sinar dan panas matahari kembali ke atmosfir. Arktik memainkan peranan penting dalam menstabilkan iklim dan lautan di separuh dunia. Tanpa es Arktik, dampak dari perubahan iklim menjadi tak terbendung.

Sayangnya, bukannya menangani ketidakseimbangan iklim akibat dari mencairnya es di Arktik, negara-negara kaya malah melihat hilangnya laut es sebagai peluang bisnis dan bukan sebagai peringatan besar bagi umat manusia. Karena Arktik mengandung sumber daya alam penting, sekarang semuanya berlomba-lomba untuk mengklaim kekayaan yang terkandung di bawah es yang sedang mencair. Perusahaan-perusahaan minyak besar bergerak menuju ujung Bumi ini untuk menggali bahan bakar fosil terakhir. Armada kapal industri perikanan bertualang ke arah utara menuju perairan yang sebelumnya dan secara alamiah dilindungi oleh laut es. Negara-negara Arktik berkompetisi untuk mengklaim kawasan dasar laut Arktik.

Bila industri-industri ini tidak dihentikan dari ekspansi mereka yang destruktif, krisis iklim akan bertambah buruk dan berakhir dengan kemungkinan skenario bencana yang tak bisa pulih lagi.

Itulah sebabnya di tahun 2013 ini Greenpeace Asia Tenggara bergabung bersama dengan rekan-rekan kami dan 3 juta pendukung di seluruh dunia untuk Menyelamatkan Arktik. Sejauh ini, lebih dari 10.000 orang dari Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Kamboja, Laos, Birma, Vietnam dan Thailand telah menanda tangani petisi. Semakin kuat dukungan regional, semakin besar suara kita akan didengar.

Dampaknya bagi Asia Tenggara

Perubahan iklim membuat kondisi dimana badai, siklon, dan badai tropis terbentuk lebih sering. Dalam istilah yang lebih umum, ini terjadi karena perubahan iklim menambah lebih banyak enerji, dalam bentuk panas ke dalam sistem cuaca dunia. Enerji ini mempercepat seluruh sistem, menambah jumlah dan intensitas badai.

Studi ilmiah telah memetakan Filipina, Delta Sungai Mekong di Vietnam, hampir seluruh kawasan Kamboja, utara dan timur Lao PDR, daerah metropolitan Bangkok, bagian Selatan dan Barat Sumatra, bagian Barat dan Timur Jawa – Indonesia, adalah daerah-daerah yang rentan terhadap situasi cuaca ekstrim. Tahun 2000-an juga menjadi saksi terjadinya keterlambatan musim hujan di Asia Tenggara dan musim hujan yang panjang di beberapa daerah yang menyebabkan terganggunya musim menanam dan produksi di kawasan-kawasan yang sangat bergantung pada pertanian tersebut. Dampak perubahan iklim seperti yang disebutkan dikuatirkan dapat mengancam kehidupan dan mata pencaharian masyarakat miskin di Asia Tenggara yang memiliki keterbatasan beradaptasi.

Pemerintah kita juga harusnya melihat realitas perubahan iklim di kawasan Asia Tenggara sebagai tanda-tanda penting untuk mendorong aksi bagi iklim di tingkat lokal.

Solusi bagi Masa Depan Terbarukan

Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak adalah salah satu penyebab utama perubahan iklim. Lingkaran mematikan dari pembakaran batu bara, yang akhirnya berujung pada mencairnya es dan mendorong perubahan iklim hingga ke titik ujung di mana dunia mungkin tak akan pernah sama lagi. Itu berarti solusi jangka panjang yang bisa membantu menyelamatkan Arktik dan menjaga Asia Tenggara tetap aman, adalah juga solusi dan kita bisa meminta pemerintah untuk mendukung solusi ini. Dalam era pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat ini kita ingin Asia Tenggara bergerak menuju paradigma pembangunan yang baru, demi menjaga kelangsungan hidup kita.

Majestic view of the wind farm in Bangui, Ilocos Norte, in the northern part of the Philippines. The Rainbow warrior sailed past the Bangui wind farm on 09 December 2010, on it's way to Taiwan, as it concluded it's "Turn the Tide" tour of Southeast Asia.

Untuk mencapai penggunaan energi terbarukan dalam skala besar, dan memastikan jalan terbaik untuk pengembangan bahan bakar rendah karbon, pemerintah kita perlu:

  • Mendesain kebijakan energi terbarukan untuk melengkapi kebijakan dalam mengatasi perubahan iklim, yang mendorong investasi dan membantu tercapainya tujuan keamanan iklim, energi dan lingkungan.
  • Membuat kebijakan energi terbarukan yang membangun kepercayaan investor atas stabilitas sistem investasi di bidang energi terbarukan.
  • Menghapuskan subsidi menyimpang untuk konsumsi bahan bakar fosil dan produksinya. Subsidi ini seringkali  menguntungkan segmen masyarakat yang lebih makmur dan bukan masyarakat miskin. Menghapuskannya dapat membantu di lapangan dan menjadikan teknologi energi terbarukan dapat bersaing dengan operator energi lainnya.

Kategori