Greenpeace mendesak presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melakukan langkah nyata untuk melindungi hutan yang
tersisa di Indonesia. Aktivis Greenpeace menyatakan desakkan tersebut setelah berpidato ala SBY di depan kantor Bravo Media Center.Dalam pidato ala Greenpeace, SBY yang diperankan aktivis Greenpeace mengakui bahwa selama ini kebijakan-kebijakannya belum efektif dalam melindungi hutan, dan berjanji akan melakukan langkah-langkah lebih konkrit untuk melindungi hutan dan mengatasi perubahan iklim.
Pemerintahan Indonesia yang lalu semua membiarkan sebagian besar hutan Indonesia dihancurkan demi kertas, produk kayu, permen coklat, kosmetika dan produk kecantikan, minyak goreng dan yang dinamakan biodiesel.
Greenpeace hari ini menghimbau kepada negara-negara ASEAN untuk segera mengurangi pembangkit tenaga listrik batubara dan berinvestasi pada energi terbarukan untuk menghindari malapetaka iklim, di akhir pertemuan ASEAN Forum On Coal (AFOC) ke tujuh di Bali. Beberapa aktivis Greenpeace membentangkan spanduk dengan tulisan “Quit Coal” di pintu masuk Padma Hotel di Legian selama acara penutupan.
Setelah melakukan peluncuran komik di Jepara April lalu bersama Muria Institut dan kelompok masyarakat, Pada Minggu 21 Juni 2009 Greenpeace meluncurkan komik itu di gedung komunitas Salihara Jakarta selatan. Komik yang saat ini sudah dapat di lihat dalam bentuk cetak rencananya akan di distribusikan ke sekolah-sekolah di wilayah Jepara dan sekitarnya dimana PLTN akan dibangun.
Greenpeace menyayangkan kurangnya inisiatif Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono dalam mengatasi perubahan iklim. Di saat delegasi Indonesia lebih banyak diam pada pertemuan iklim di Bonn pekan lalu, di tanah air kebakaran hutan meningkat, menyebabkan lepasnya jutaan ton CO2 ke atmosfir dan menghancurkan habitat spesies langka seperti Orangutan dan Harimau Sumatra, serta masyarakat lokal bentrok dengan perusahaan akibat konflik lahan.
Greenpeace meluncurkan program pelatihan training aktivis Pertama di Asia dengan nama Greenpeace University pada hari lingkungan hidup.
Greenpeace memperingatkan bahwa uji coba nuklir Korea Utara baru-baru ini makin menegaskan hubungan berbahaya antara tenaga nuklir dan senjata nuklir. Greenpeace mendesak pemimpin-pemimpin ASEAN untuk segera meninggalkan ambisi nuklir mereka, atau membawa kawasan yang sebelumnya bebas dari senjata nuklir ini kepada resiko bahaya pengembangan senjata nuklir.
Greenpeace memanggil pemerintah Thailand untuk segera mengambil tindakan membatasi polusi pada sumber mata air saat peluncuran “Toxic Free Chao Praya” Sungai wisata di daerah Nakonsawan,Paknampo Thailand. Greenpeace menyerukan kepada pemerintah untuk mengidentifikasi, menindak dan menutup pabrik-pabrik yang limbahnya mengandung bahan beracun berbahaya dan tidak terkendali kandungannya yang di buang ke aliran sungai Chao Praya.
Negara yang baru saja menggelar olimpiade termegah dalam sejarah dan negara dengan kekuatan ekonomi baru yang sangat besar. China dengan penduduk hampir 1,3 milliar jiwa merupakan negara penting untuk penjualan hasil-hasil sumber daya alam Indonesia. Beberapa tahun lalu kita mendengar bahwa negara ini menjadi tempat penampungan yang sangat besar untuk kayu-kayu bernilai ekonomis tinggi yang ditebang secara illegal dan diselundupkan dari hutan-hutan yang ada di Papua.
Delegasi Greenpeace pagi ini mengantarkan petisi yang ditandatangani 60.000 orang ke Kantor Sekretariat Negara RI, petisi ini berisi desakan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera mengambil langkah menyelamatkan hutan untuk mengatasi perubahan iklim, melindungi keragaman hayati dan hak hidup masyarakat adat. Pengantaran ini menandai ditutupnya petisi yang diluncurkan pada Pertemuan Iklim di Bali Desember 2007, dimana Presiden SBY mengeluarkan pernyataan meyakinkan akan melindungi hutan Indonesia.