Hari ini Greenpeace melakukan aksi untuk mendorong komitmen Presiden Yudhoyono untuk mengurangi emisi karbon Indonesia dan meminta komitmen ini segera di wujudkan menjadi aksi yang nyata dengan menhenghentikan deforestasi untuk mengurangi bencana iklim.
Greenpeace hari ini menyambut baik pernyataan Menteri Kehutanan Indonesia Zulkifli Hasan, yang memerintahkan perusahaan Pulp dan kertas terbesar di Indonesia, APRIL, untuk menghentikan aktivitas perusakan hutan di Semenanjung Kampar, Riau, sementara mereka mengevaluasi izin tebang APRIL di daerah hutan kaya karbon. Greenpeace menyerukan kepada Presiden Indonesia agar penghentian ini bersifat permanen.
Sangat Mengejutkan Di siang hari ini. Kepolisian Resort Pelalawan yang kemarin mengusir aktivis Greenpeace dari Kamp Pembela Iklim di Semenanjung Kampar yang terancam kehancuran secara mengejutkan memberikan izin untuk para aktivis untuk tetap tinggal di sana menyusul dukungan yang sangat besar dari masyarakat lokal untuk Greenpeace siang itu.
Sementara para politisi terus berbicara, kami berdiri mengambil tindakan di garis depan kehancuran hutan dan kehancuran iklim di Indonesia. Barack Obama akan segera tiba di Asia untuk kunjungan resmi pertamanya sementara Amerika terus menghalangi kemajuan perjanjian petemuan PBB untuk iklim yang semakin kritis.
Meski para aktivis Greenpeace yang kemarin melakukan aksi menghentikan perusakan hutan oleh Asia Pacific Resources International Holding Limited (APRIL), hari ini masih ditahan Kepolisian Indonesia, Perusahaan kertas raksasa global UPM-Kymmene kemarin diberitakan telah mengumumkan akan menghentikan pembelian produk dari APRIL, salah satu perusahaan terbesar di Riau dan bertanggung jawab atas perusakan hutan alam di Indonesia (2).
Saat Barrack Obama bersiap mengunjungi Asia untuk pertama kali sebagai Presiden Amerika Serikat, Saat Amerika terus menghalangi kemajuan negosiasi jelang pertemuan iklim penting PBB di Kopenhagen Desember mendatang, sekitar 50 aktivis Greenpeace dari berbagai negara melakukan aksi di jantung hutan alam Indonesia yang sedang terancam untuk mendesak Obama segera melakukan langkah nyata.
Jika kami memberi tahu anda bahwa ada satu cara untuk memotong seperlima emisi gas rumah kaca – yang hanya dengan melakukan ‘memeluk’ pohon. apakah kamu percaya? Mungkin tidak – tapi itu yang sedang dibutuhkan. Dan kami memiliki 50 aktivis di Teluk Merantai, semenanjung kampar, Propinsi Riau bersama dengan bintang film Inglourious Basterds Mélanie Laurent – melakukan hal itu – dan menyerukan para pemimpin dunia untuk melakukan hal yang sama.
Para aktivis Greenpeace membentangkan spanduk berukuran 20x50 meter dengan gambar wajah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicholas Sarkozy di lahan gambut yang baru saja dhancurkan di Sumatra. Kegiatan ini dilakukan menjelang konferensi pemimpin Uni-Eropa yang akan dimulai tanggal 29 Oktober 2009 di Brussels, Belgia.
Aksi ini di Indonesia menandai peluncuran rangkaian kegiatan di Kamp Pembela Iklim Greenpeace di Riau yang diharapkan memancing perhatian para pemimpin dunia akan pentingnya melindungi hutan sebagai langkah penting mengurangi emisi gas rumah kaca untuk menghindari perubahan iklim.
Menjelang pertemuan perubahaan iklim di Kopenhagen Greenpeace menunjukan kepada para pemimpin dunia dan seluruh umat manusia tentang besarnya kerusakan hutan yang sedang dan terus terjadi di Indonesia. Kerusakan hutan berperan penting pada perubahaan iklim dunia yang berbahaya. Dan harus segera dibahas dan mengambil tindakan nyata pada bulan Desember mendatang.
Sabtu, 17 Oktober yang lalu, sekitar 700 orang hadir pada penayangan perdana film The Age of Stupid. Sebuah film unggulan mengenai perubahan iklim yang disutradarai oleh Franny Armstrong. Greenpeace sebagai bagian dari kampanye TikTokTikTok ( WWF dan Oxfam ), bersama ITDP (Institute for development policy) dan Green Radio mengadakan pemutaran film dengan konsep di udara terbuka. Pemutaran film dengan gaya layar tancap di tugu proklamasi ini diselenggarakan untuk mengurangi jejak karbon dan membuatnya terjangkau bagi semua kalangan masyarakat.