Jika kami memberi tahu anda bahwa ada satu cara untuk memotong seperlima emisi gas rumah kaca – yang hanya dengan melakukan ‘memeluk’ pohon. apakah kamu percaya? Mungkin tidak – tapi itu yang sedang dibutuhkan. Dan kami memiliki 50 aktivis di Teluk Merantai, semenanjung kampar, Propinsi Riau bersama dengan bintang film Inglourious Basterds Mélanie Laurent – melakukan hal itu – dan menyerukan para pemimpin dunia untuk melakukan hal yang sama.
Melanie Laurent memberikan pelukan cintanya pada hutan
Saat ini perundingan tengah berlangsung di Barcelona untuk
putaran akhir sebelum Konferensi Iklim PBB di Kopenhagen Desember
nanti - aktivis kami dan Mélanie Laurent berupaya melawan perubahan
iklim di garis depan perusakan hutan tropis dengan membendung
pengeringan lahan gambut yang kaya akan karbon di Indonesia.
Pengeringan yang di lakukan para perusahaan untuk mengambil
keuntungan tanpa memikirkan dampaknya.

Baca cerita terbaru dari
Kampar di blog
"Penghancuran hutan gambut merupakan salah satu penyebab utama
perubahan iklim. Ini dasar mengapa saya datang langsung ke hadapan
penghancuran hutan bersama dengan Greenpeace, menyerukan kepada
para pemimpin dunia untuk mengakhiri deforestasi baik di sini
maupun di seluruh dunia. Ini merupakan kunci penting untuk mencegah
bencana iklim," tegas Mélanie Lauren dari tempat pembangunan
bendungan.
Aktivis Greenpeace menyelesaikan pembangunan bendungan dengan
menyeberangi salah satu kanal yang dibangun untuk mengeringkan
tanah gambut dan hutan tropis di Semenanjung Kampar Propinsi Riau.
Bendungan yang dibangun Greenpeace untuk mencegah penghancuran
hutan dan pelepasan emisi gas rumah kaca dalam jumlah yang lebih
besar lagi dan membawa Indonesia menjadi negara ketiga terbesar
penghasil karbon setelah Amerika Serikat dan Cina.
Greenpeace dan masyarakat lokal sejak minggu lalu bersama-sama
membangun bendungan yang kemudian pada akhir minggu ini dibantu
oleh Mélanie Laurent, bintang dari Inglourious Basterds yang
disutradarai oleh Quentin Tarantino.

Perubahan iklim beawal di sini
Menurut Asian Development Bank (ADB) Asia Tenggara merupakan
daerah yang paling rentan dan paling tidak siap dalam menghadapi
dampak dari perubahan iklim. ADB memperingatkan adanya ancaman
terhadap ketersediaan makanan dan energi untuk masyarakat di Asia
terutama untuk wanita dan rakyat miskin. Sekitar 2,2 milyar
masyarakat Asia bermata pencaharian sebagai petani sekarang sedang
mengalami penurunan produksi panen yang disebabkan oleh banjir,
kekeringan, curah hujan yang tidak stabil dan dampak perubahan
iklim lainnya.
Selain menyokong keanekaragaman hayati dan masyarakat yang
bergantung pada hutan, hutan dan tanahnya menyimpan karbon dalam
jumlah yang sangat besar - hampir tiga ratus milyar ton karbon atau
sekitar 40 kali jumlah emisi yang dilepaskan ke atmosfir oleh
Amerika Serikat tiap tahunnya.
Cara Terbaik Menyerap Karbon
Greenpeace juga telah membangun 'Pos Pembela Iklim', di jantung
hutan tropis Indonesia dan berencana akan terus membangun bendungan
di area Kampar Peninsula - yang lahan gambutnya menyimpan 2 milyar
ton karbon - pada minggu-minggu mendatang menjelang pertemuan iklim
PBB bulan Desember. Untuk menarik mundur dunia dari tebing krisis
iklim, kita memerlukan Susilo Bambang Yudhoyono Obama, Merkel,
Sarkozy, Brown dan para pemimpin dunia lainnya untuk berkomitmen
memotong drastis emisi dari bahan bakar fosil dan menyalurkan dana
kritis yang diperlukan untuk mengakhiri deforestasi.

Cara terbaik untuk menyimpan karbon adalah untuk membiarkannya
hidup dan tidak mengusiknya. Kami mengambil aksi untuk menghentikan
perubahan iklim disini - dimana hal ini bermula. Dan hari ini kami
mengeluarkan Rencana Pendanaan Hutan Nasional pada pertemuan iklim
di Barcelona. Rencana ini menunjukkan bagaimana pendanaan tersebut
bisa secara drastis mengurangi emisi dari deforestasi. Jika para
pemimpin gagal untuk mengambil langkah tegas sekarang, kita akan
menghadapi lebih banyak lagi banjir, kekeringan dan kelaparan
bersamaan dengan kepunahan besar-besaran pada masa hidup kita.
Dukung Kami
Kami tidak bisa mendirikan kamp kami dan semua kegiatan kami di tengah hutan tanpa dukungan orang seperti anda. Kami menunggu dukungan anda.