Kemenangan! Facebook Berteman Dengan Energi Terbarukan

Berita - 15 Desember, 2011
Setelah 20 bulan memobilisasi, mendesak, dan bernegoisasi untuk menghijaukan Facebook, raksasa internet tersebut hari ini mengumumkan tujuan baru mereka untuk beroperasi menggunakan energi terbarukan yang lebih bersih. Lebih dari 700,000 orang dari seluruh dunia bergabung untuk membuat semua ini menjadi mungkin! Pesan Facebook kepada produsen energi sangat jelas : berinvestasi sekarang juga pada energi terbarukan, dan bergerak menjauhi energi batubara.

Sebagai tambahan, Greenpeace dan Facebook akan berkolaborasi dalam mempromosikan energi terbarukan dan mendorong beberapa fasilitas penyedia listrik terbesar untuk mengembangkan sumber-sumber energi terbarukan. ( lihat kesepakatan disini )



Facebook juga telah berkomitmen untuk mengembangkan program dengan Greenpeace sehingga pengguna Facebook dapat menghemat energi dan mengajak komunitas mereka terlibat dalam pengambilan keputusan terkait energi bersih. Kemungkinan untuk menolong memberdayakan dan memobilisasi orang orang di seluruh dunia untuk meluncurkan revolusi energi adalah sangat besar! 

Kamu bisa melihat linimasa dari kampanye ini

Mulai hari ini, Facebook memiliki kebijakan ke depan untuk menempatkan pusat-pusat data mereka di lokasi-lokasi yang mempermudah akses pada pasokan energi terbarukan yang lebih bersih. Daya dari tenaga batubara untuk sementara masih merupakan fitur Facebook, tapi seperti yang mereka katakan di sektor TI - itu sudah usang.

Selamat dan terima kasih kepada semua orang yang telah membantu kami hingga sampai pada kemenangan ini. Sekarang silakan mengumumkannya kepada dunia! Ayo tunjukkan kebanggaan Anda pada dunia – tentu saja melalui Facebook – bagaimana Anda turut serta dalam kampanye Facebook yang sukses ini karena Anda layak mendapatkannya! Orang-orang baik di Facebook juga pantas mendapatkan terima kasih dari kami karena telah menaikkan standar bagi perusahaan-perusahaan Internet lainnya yang juga memiliki kebijakan pusat data.

Anda dapat melihat pengumuman Facebook yang berkolaborasi dengan kami pada halaman green mereka. Dan jangan lupa untuk memberitahu mereka bahwa Anda 'menyukai' ! 

 Mobilisasi untuk menghijaukan Facebook

Kampanye untuk membuat Facebook lebih hijau dimulai pada Februari 2010, segera setelah perusahaan tersebut mengumumkan pembangunan pusat data baru yang mayoritas kebutuhan listriknya akan berasal dari pembakaran batubara.


Ratusan ribu orang di seluruh dunia terlibat. Selebriti dan pelajar bergabung dengan volunteer Greenpeace dan para aktivis mulai dari Argentina hingga Zimbabwe, dan di setiap kota dimana Facebook memiliki kantor. Kami beraksi dengan foto, humor, petisi, musik, dan tarian – dan sebuah balon udara yang terbang di atas markas Facebook di Palo Alto, California. Kampanye supporter ini bahkan telah tercatat di rekor dunia Guiness (untuk komentar terbanyak pada satu status dalam 24 jam)

Apa warna awanmu?

Energi yang digunakan untuk mensuplai listrik ke pusat-pusat data, seperti yang digunakan oleh perusahaan website dan layanan online seperti Facebook, Apple, Microsoft, Twitter dan perusahaan IT besar lainnya sangatlah besar, dengan total lebih dari 2 persen dari kebutuhan listrik AS, dan diproyeksikan akan tumbuh 12 persen atau lebih setiap tahun.

Video, gambar dan data lainnya disimpan di teknologi tinggi yang disebut "awan" agar bisa menyalurkan data-data ke rumah-rumah dan kantor-kantir pada saat itu juga. Jika awan adalah sebuah negara, itu akan berada pada urutan ke-5 terbesar dalam hal penggunaan listrik dari seluruh dunia.

Awan ini kebanyakan ditempatkan di sebuah lokasi yang kebutuhan listriknya sangat tergantung dari berbagai sumber, termasuk batubara, yang merupakan sumber energi paling kotor dan sumber terbesar dari polusi pemanasan global di dunia.

 


Jika semua raksasa Internet mau meng-“unfriend” batubara, maka jelas akan mengirim pesan kuat kepada pihak utilitas dan investor, yang tentu saja tidak bisa diabaikan. Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg hari ini telah menunjukkan apa yang para pemimpin TI seharusnya lakukan.

Efisiensi energi adalah penting, tetapi untuk sebuah revolusi energi guna menyelamatkan planet kita juga perlu meng-upgrade ke energi hijau. Siapa berikutnya?