Anda di sini:
volunteer Greenpeace berada di perahu kano saat peluncuran pengarungan 350 km menyusuri sungai Chao Praya, Sungai yang menjadi simbol negara Thailand. Greenpeace menyerukan kepada pemerintah untuk segera melakukan penyelamatan untuk Sungai Chao Phraya dari limbah bahan beracun.
Besarkan Gambar
Empat aktivis Greenpeace di perahu kano, yang di luncurkan oleh Bapak Suphakit Boonyarithiphong, Gubernur Nakhonsawan , pengarungan sepanjang 350 kilometer sungai Chaopraya- dalam pengarungan ini akan menyoroti dan mendokumentasikan daerah Chao Praya, sungai yang menjadi tanda negara Thailand. Ratusan warga Nakhonsawan juga berpartisipasi dalam upacara ini. Kapal-kapal dari penduduk lokal ikut bersama perahu kano Greenpeace pada saat peluncuran. Bebaskan Sungai Chao Praya dari bahan beracun untuk memberikan inspirasi kepada semua pihak yang memanfaatkannya termasuk pemerintah dan Industri dan masyarakat yang merasakan dampak dari polusi untuk mencari solusi untuk menyelamatkan sungai Chao Praya.
"Sungai Chao Phraya, adalah dasar dari perekonomian Thailand, sistem politik dan juga untuk melihat sejarah, budaya dan manusia. Sayangnya, karena kelalaian, tingginya tingkat penduduk dan polusi sungai membuat pencemaran lebih cepat dari yang pernah. Perubahan iklim merupakan ancaman yang sangat parah termasuk sumber air yang tersisa. Sangat penting untuk mengambil tidakan segera untuk menghentikan degradasi terusmenerus di sungai Chao Pharaya.” Tegas Ply Pirom Juru Kampanye bahan beracun dan berbahaya Greenpeace Asia Tenggara.
Greenpeace menuntut:
Pada Maret 2009, Greenpeace merilis sebuah laporan yang mencengangkan "Sumber mata air beresiko tercermar di Thailand” yang menyatakan bahwa 92,68 persen dari total daerah di Thailand menghadapi resiko pencemaran dari Sumber mata air. Di daerah berisiko ini, 6,87 persen diklasifikasikan sebagai 'beresiko tinggi' dan bisa berdampak untuk sekitar 4.440.049 warga Thailand jika tindakan cepat tidak segera diambil.