Berita - 26 Mei, 2009
Greenpeace memanggil pemerintah Thailand untuk segera mengambil tindakan membatasi polusi pada sumber mata air saat peluncuran “Toxic Free Chao Praya” Sungai wisata di daerah Nakonsawan,Paknampo Thailand. Greenpeace menyerukan kepada pemerintah untuk mengidentifikasi, menindak dan menutup pabrik-pabrik yang limbahnya mengandung bahan beracun berbahaya dan tidak terkendali kandungannya yang di buang ke aliran sungai Chao Praya.
Pertunjukan warna-warni naga yang mengapung di Sungai Chao Pharaya dengan banner yang bertuliskan "Selamatkan Sungai Chao Pharaya" meramaikan pengarungan Greenpeace untuk bersihkan sungai Chao Praya. Ratusan penduduk sepanjang sungai Chao Phraya mengikuti acara pengarungan ini dengan kapal-kapal mereka.
Volunteer Greenpeace berada di perahu kano saat peluncuran pengarungan 350 km menyusuri sungai Chao Praya, Sungai yang menjadi simbol negara Thailand. Greenpeace menyerukan kepada pemerintah untuk segera melakukan penyelamatan untuk Sungai Chao Phraya dari limbah bahan beracun.
volunteer Greenpeace berada di perahu kano saat peluncuran pengarungan 350 km menyusuri sungai Chao Praya, Sungai yang menjadi simbol negara Thailand. Greenpeace menyerukan kepada pemerintah untuk segera melakukan penyelamatan untuk Sungai Chao Phraya dari limbah bahan beracun.
Empat aktivis Greenpeace di perahu
kano, yang di luncurkan oleh Bapak Suphakit Boonyarithiphong,
Gubernur Nakhonsawan , pengarungan sepanjang 350 kilometer sungai
Chaopraya- dalam pengarungan ini akan menyoroti dan
mendokumentasikan daerah Chao Praya, sungai yang menjadi tanda
negara Thailand. Ratusan warga Nakhonsawan juga berpartisipasi
dalam upacara ini. Kapal-kapal dari penduduk lokal ikut bersama
perahu kano Greenpeace pada saat peluncuran. Bebaskan Sungai Chao
Praya dari bahan beracun untuk memberikan inspirasi kepada semua
pihak yang memanfaatkannya termasuk pemerintah dan Industri dan
masyarakat yang merasakan dampak dari polusi untuk mencari solusi
untuk menyelamatkan sungai Chao Praya.
"Sungai Chao Phraya, adalah dasar dari perekonomian Thailand,
sistem politik dan juga untuk melihat sejarah, budaya dan manusia.
Sayangnya, karena kelalaian, tingginya tingkat penduduk dan polusi
sungai membuat pencemaran lebih cepat dari yang pernah. Perubahan
iklim merupakan ancaman yang sangat parah termasuk sumber air yang
tersisa. Sangat penting untuk mengambil tidakan segera untuk
menghentikan degradasi terusmenerus di sungai Chao Pharaya." Tegas
Ply Pirom Juru Kampanye bahan beracun dan berbahaya Greenpeace
Asia Tenggara.
Greenpeace menuntut:
- Mengidentifikasi, menuntut dan menutup semua perusahaan yang
membuang limbah bahan kimia berbahaya ke Sungai Chao Praya
- Segera menluncurkan program bersama untuk membersihkan sungai
di Chao Praya
- Menutup semua sampah dan limbah domestik ke Sungai Chao
Praya
- Berikan pendanaan untuk pertanian yang bebas bahan kimia dan
teknologi yang bersih.
Pada Maret 2009, Greenpeace merilis
sebuah laporan yang mencengangkan "Sumber mata air beresiko
tercermar di Thailand" yang menyatakan bahwa 92,68 persen dari
total daerah di Thailand menghadapi resiko pencemaran dari Sumber
mata air. Di daerah berisiko ini, 6,87 persen diklasifikasikan
sebagai 'beresiko tinggi' dan bisa berdampak untuk sekitar
4.440.049 warga Thailand jika tindakan cepat tidak segera
diambil.
Upacara peluncuran pengarungan sungai Chao Phraya dengan
kapal-kapal warga dengan penuh warna dan gambar-gambar naga.
Masyarakat yang sangat antusias dengan acara ini ikut
berpartisipasi dalam acara dengan menuliskan pesan-pesan yang akan
di bawa hingga komunitas yang di sepanjang sungai. Di Sepanjang
rute perjalanan perahu kano akan menyoroti ringkat polusi yang
berbeda-beda dan melakukan workshop serta pameran untuk membentuk
kepedulian dan rasa kesadaran sesama masyarakat sepanjang
sungai.
Dukung Kami
Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace