Api di konsesi RAPP, Giam Siak Kecil, Riau.
"Untuk mengatasi pesatnya laju kehancuran hutan di Indonesia dan
krisis iklim yang kita alami saat ini kepemimpinan kuat dari
masyarakat bisnis global adalah sangat penting. Tetapi RSPO sama
sekali gagal untuk menjawab tantangan ini. "Minyak kelapa sawit
'ramah lingkungan' akan terus menjadi suatu kebohongan, sementara
RSPO jelas-jelas merupakan badan industri yang lemah dan tidak
efektif," kata Bustar Maitar, Juru Kampanye Greenpeace Asia
Tenggara.
Pada saat pertemuan di Bali dimulai, Greenpeace menyerukan
kepada RSPO untuk mendukung moratorium (jeda tebang) secepatnya
terhadap deforestasi dan pembukaan lahan gambut serta mencabut
keanggotaan perusahaan yang gagal memenuhi komitmen moratorium.
Walaupun demikian, usaha untuk memperbaiki standar-standar
organisasi dan memperbaiki penerapan prosedur yang ada telah
ditunda pengesahannya.
Sepanjang duabelas bulan terakhir, Greenpeace telah menerbitkan
dua buah laporan, 'Menggoreng Iklim' ('Cooking the Climate'), dan
'Membakar Kalimantan' ('Burning up Borneo'). Kedua laporan ini
menunjukkan bahwa anggota-anggota kunci RSPO, yang perkebunannya
belum disertifikasi, secara aktif terlibat dalam pengrusakan hutan
tropis. Minggu lalu, Greenpeace mengeluarkan laporan ketiga yang
menunjukkan bukti bahwa United Plantations, perusahaan pertama yang
menerima sertifikasi RSPO, telah menghancurkan lahan gambut
Kalimantan Tengah.
Dalam pelayaran 'Hutan untuk Iklim' kapal Greenpeace, Esperanza,
baru-baru ini tim di lapangan menemukan bukti-bukti baru
penghancuran hutan dan lahan gambut Indonesia oleh
perusahaan-perusahaan anggota RSPO. Sinar Mas, salah satu anggota
penting RSPO, saat ini menghancurkan hutan di Papua dan sekitar
Taman Nasional Danau Sentarum di Kalimantan Barat. Duta Palma,
anggota RSPO yang lain, juga mengeringkan dan mengkonversi lahan
gambut yang kaya-karbon di Indragiri Hulu, Riau.
"Jika RSPO masih memiliki integritas maka mereka akan mengambil
tindakan segera. Bagi Greenpeace, jelas bahwa standar-standar RSPO
saat ini sangat lemah dan tidak diterapkan serta jelas-jelas gagal
dalam menjawab masalah deforestasi yang tak terkendali," kata Tim
Birch, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Internasional.
Greenpeace menyerukan Pemerintah untuk segera menerapkan
moratorium terhadap semua konversi hutan, termasuk perluasan
perkebunan kelapa sawit, industri penebangan dan segala bentuk
pendorong deforestasi.
Katakan Kepada Presiden Indonesia!
Ayo, bergabung bersama kami untuk mendesak Presiden menetapkan secepatnya moratorium deforestasi!
Dukung kami
Yup, Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace