Skip navigation.
Papua, Indonesia Perbedaan yang tajam antara hutan tersisa dan hutan 
yang telah hancur untuk pembukaan perkebunaan kelapa sawit di Papua, 
hutan alam terakhi Indonesia.

Papua, Indonesia Perbedaan yang tajam antara hutan tersisa dan hutan yang telah hancur untuk pembukaan perkebunaan kelapa sawit di Papua, hutan alam terakhi Indonesia.

Besarkan Gambar

Jayapura, Indonesia — Greenpeace mendapatkan bukti terbaru bahwa telah terjadinya konversi besar-besaran di hutan alam terakhir Indonesia Papua. Perluasan perkebunan kelapa sawit di kawasan lereh kabupaten Jayapura.

Pada pemantauan tiga bulan lalu yang dilakukan aktivis Greenpeace. Wilayah ini masih menjadi hutan alam. Tetapi pada pemantauan tearkhir pada 8 oktober 2008, di wilayah itu sudah terjadi pembalakan hutan untuk persiapan perluasaan perkebunan kelapa sawit. 

Perusahaan-perusahaan kelapa sawit saat ini banyak menimbun lahan untuk di konversi menjadi lahan perkebunan dan mengorbankan kepentingan masyarakat yang berrgantung pada hutan tersebut. Bukti-bukti baru yang greenpeace kumpulkan menunjukan perusahaan seperti Sinar Mas saat ini telah memulai melakukan pembukaan secara besar-besaran di Papua.



Hutan alam di kawasan lereh merupakan tempat tumbuhnya tumbuhan sagu dan nipah, sumber penghidupan masyarakat setempat. Sagu makanan pokok untuk masyarakat papua dan merupakan sumber energi yang tinggi. Sementara tumbuhan Nipah merupakan sumber bahan baku untuk pembangunan rumah di Papua. 

Penghancuran dan perubahan fungsi hutan akan menjadi suatu bencana untuk masyarakat yang mengantungkan hidup mereka pada hutan. Tingginya laju perluasaan perkebunan kelapa sawit saat ini menjadi factor utamanya tingginya deforestasi di Indonesia. 

Hutan alam Indonesia adalah benteng terakhir yang harus di lindungi untuk mencegah menangani perubahaan iklim. Kita harus terus mendorong penghentian sementara (moratorium) dengan segera terhadap segala bentuk konverxsi hutan di Indonesia. untuk menendalikan emisi gas rumah kaca, menjaga  keanekaragaman hayati  dan melindungi hak penghidupan masyarakat setempat. 

Ikuti terus perlayaran kapal Esperanza yang saat ini sedang melakukan perjalanan dari Jayapura menuju Manokwari, Papua Barat. Greenpeace akan terus mendesak pemerintah Indonesia untuk segera memberlakukan moratorium terhadap segala bentuk konversi hutan termasuk perluasan perkebunan kelapa sawit, pembalakan skala industri, serta faktor pendorong lain.