Skip navigation.
sekitar 200 penduduk lokal menyelenggarakan upacara selamat datang 
bagi para aktivis Greenpeace di lokasi pos yang diberi nama “Kamp 
Pelindung Iklim (Climate Defender Camp)”, yang dibangun di Semenanjung 
Kampar, Riau. Greenpeace membangun pos di jantung hutan tropis 
Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia akan besarnya peranan 
perusakan hutan terhadap perubahan iklim yang berbahaya

sekitar 200 penduduk lokal menyelenggarakan upacara selamat datang bagi para aktivis Greenpeace di lokasi pos yang diberi nama “Kamp Pelindung Iklim (Climate Defender Camp)”, yang dibangun di Semenanjung Kampar, Riau.

Besarkan Gambar

Semenanjung Kampar/Riau, Indonesia — Menjelang pertemuan perubahaan iklim di Kopenhagen Greenpeace menunjukan kepada para pemimpin dunia dan seluruh umat manusia tentang besarnya kerusakan hutan yang sedang dan terus terjadi di Indonesia. Kerusakan hutan berperan penting pada perubahaan iklim dunia yang berbahaya. Dan harus segera dibahas dan mengambil tindakan nyata pada bulan Desember mendatang.

Bersama penduduk local di wilayah semenanjung kampar propinsi Riau para aktivis Greenpeace menyelenggarakan upacara selamat datang kepada para aktivis di sebuah lokasi yang di sebut “Climate Defender Camp”. Semenanjung kampar tengah terancam, hutan dan lahan gambut yang menyimpan karbon hingga 2 milliar ton adalah salah satu area yang menyimpan karbon terbesar di dunia dan area yang dapat mempertahankan kita dalam menghadapi perubahaan iklim global.

 

 

Dahulu semenanjung kampar di kelilingi hutan dan ekosistem yang kaya. Masyarakat hidup bergantung padanya. Sekarang sejauh mata memandang kalian hanya melihat kehancuran. Pembukaan hutan yang sangat besar untuk perkebunanan kelapa sawit.

Peta Teluk Meranti

 “Kami mengambil posisi di garis depan kehancuran hutan dan iklim untuk memberi tahu para pemimpin dunia bahwa untuk menghindari bencana iklim mereka harus menghentikan deforestasi di sini dan sekarang,” tegas Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara langsung dari lokasi.

Mengakhiri deforestasi global memerlukan investasi negara industri sebesar 30 miliar Euro (sekitar Rp42 triliun) pertahun untuk program perlindungan hutan, sekaligus komitmen Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono utuk mengakhiri perusakan hutan dan lahan gambut di Indonesia

Greenpeace juga meminta Presiden Yudhoyono untuk membantu iklim mengambil nafas sejenak dengan cara segera melakukan moratorium (penghentian sementara) penebangan hutan dan lahan gambut.