Berita - 20 Desember, 2009
Dua tahun berlalu sejak para pemimpin dunia berjanji untuk menghentikan perubahan iklim. Setelah dua minggu negosiasi PBB, para politisi bersantai, makan malam bersama ratu selama tiga jam, berfoto dan kemudian menghasilkan sebuah hal yang hanya bisa dijelaskan sebagai brosur turir untuk para pemimpin dunia dibanding sebuah kesepakatan iklim.
berfikir atau mulai berenang
Jangan percaya hingar bingar, karena tidak ada perjanjian yang
adil, ambisius dan mengikat. Pekerjaan para pemimpin dunia tidak
selesai. Hari ini mereka secara memalukan gagal menyelamatkan kita
dari dampak buruk perubahan iklim.
Kota Kopenhagen adalah tempat kejadian perkara kriminal malam
ini, dengan para pria dan wanita pelakunya terburu-buru ke airport
dalam rasa malu. Para pemimpin dunia mempunyai kesempatan sekali
seumur generasi untuk mengubah dunia menjadi lebih baik, untuk
menghindari bencana iklim. Yang kita butuhkan adalah perjanjian
mengikat legal yang adil untuk negara berkembang dan ambisius dalam
hal pengurangan emisi dan menghentikan deforestasi. Pada akhirnya
mereka membuat kesepakatan lemah penuh dengan lubang yang cukup
besar untuk dimasuki pesawat Air Force One. Kita telah melihat
tahun dalam krisis, tetapi hari ini jelas krisis terbesar yang
sedang dialami umat manusia adalah krisis kepemimpinan.
Siapa yang Harus Disalahkan?
Selama setahun, beberapa negara berkembang memperlihatkan
kegiatan yang menambah beban iklim. Tetapi pada akhirnya
negara-negara maju yang menyebabkan kegagalan ini, negara-negara
yang secara historis justru paling bertanggung jawab terhadap
perubahan iklim. Terutama, Amerika Serikat yang gagal
memperlihatkan kepemimpinan dan malah membuat perundingan
gagal.
Para ilmuwan mengatakan bahwa kita hanya punya beberapa tahun
tersisa untuk menghentikan naiknya emisi sebelum memastikan
pengurangan cepat yang dapat memberi kita kesempatan lebih baik
untuk menghindari bencana perubahan iklim. Kita tidak bisa mengubah
ilmu pengetahuan, jadi kita harus mengubah politik, termasuk
mengubah para politisi.
Lima belas juta orang telah mendesak para pemimpin dunia
bertanggung jawab dan berbuat sesuatu yang baik untuk menghasilkan
kesepakatan hebat demi menyelamatkan iklim. Para pemimpin dunia itu
jelas-jelas mendengar pesan kita jika dilihat dari pidato-pidato
mereka.
Belum Berakhir
Ini belum selesai, masyarakat di mana pun menuntut kesepakatan
bagus sebelum perundingan ini berlangsung dan masih menuntut itu
hingga saat ini. Kita masih bisa menyelamatkan nyawa ratusan juta
orang dari bencana akibat memanasnya bumi, tetapi memang akan
menjadi jauh lebih sulit.
Direktur Eksekutif kita dan Pemimpin Koalisi tcktcktck, Kumi
Naidoo mengatakan "Masyarakat sipil yang diusir dari hari terakhir
pertemuan iklim, sekarang perlu untuk menggandakan upayanya. Setiap
hari setiap kita harus mendesak para pemimpin. Kita harus melakukan
perjuangan mencegah bencana iklim dalam setiap level politik,
lokal, regional, nasional dan internasional. Kita juga perlu
membawa masalah itu ke dalam ruang rapat dan jalan-jalan. Kita bisa
bekerja untuk perubahan fundamental di masyarakat atau menderita
dampak dari perubahan iklim itu."
Dukung Kami
Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace