Berita - 6 Nopember, 2008
Greenpeace dan Jikalahari menyerukan kepada Pemerintah untuk mendukung proses penyusunan peraturan gubernur oleh Gubernur Riau, Wan Abubakar, mengenai jeda tebang terhadap hutan dan konversi lahan gambut
SEMENANJUNG KAMPAR, RIAU, SUMATRA
Aktivis Greenpeace dari atas kapal Esperanza membentangkan banner berukuran 40x20 meter di atas lahan gambut di area konsesi perusahaan kertas PT.arara Abadi-Siak anak perusahaan APP (Asia Pulp and Paper).
Greenpeace melakukan aksi pada kehancuran hutan lahan gambut di semenanjung kampar dari perusahaan kertas dan kelapa sawit dan menyerukan pemerintah indonesia untuk segera melaksanakan moratorium hutan.
Greenpeace
mengajak beberapa orang wartawan untuk ikut dalam penerbangan dengan helikopter
Greenpeace untuk melihat secara langsung hutan gambut Riau yang tersisa. Hutan gambut
yang dikorbankan untuk perluasaan perkebunanan kelapasawit dan industri tanaman
kertas.
Pada
bulan Agustus 2008 lalu Gubernur Riau mengumumkan Jeda (Moratorium) tebang dan
konversi lahan gambut. Wan Abu bakar sangat menyadari dampak yang akan terjadi
di pada lingkungan dan Masyarakat Riau. Tapi proses ini masih menunggu masukan
teknis dari tim moratorium pemerintah daerah untuk mengesahkannya dalam bentuk
suatu surat peraturan gubernur.
Dengan
kekayaan alam yang di miliki Riau saat ini, Setiap tahun Riau harus menghadapi
bencana banjir, kebakaraan hutan yang menimbulkan asap karena pesatnya
penggundulan hutan yang sebagian besar mengunakan lahan gambut. Sayangnya
penyusutan hutan Riau tidak di ikuti kesejahteraan rakyat.
Hutan gambut
di semanjung kampar sangat penting untuk kehidupan orang melayu Riau.
Semenanjung kapar juga merupakan hutan utuh terbesar di Riau. Konversi hutan,
industri kelapa sawit dan kertas membuat semenanjung kapar terancam
keberadaannya.
Greenpeace
dan Jikalahari melakukan pengamatan dan pemetaan di semenanjung kampar menggunakan
citra satelite dan survai di lapanagn untuk meyusun rencana melakukan
rehabilitasi lahan gambut yang telah rusak dan kering.
Pemerintah
harus mendukung prakarsa moratorium di Riau dan di seluruh Indonesia guna
menjawab masalah pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia serta melindungi
hutan dan lahan gambut untuk generasi yang akan datang. Katakan kepada Presiden Indonesia untuk secepatnya memberlakukan moratorium untuk penebangan hutan dan lahan gambut.
Ikuti perjalanan Esperanza di blog Forests For Climate dan Webcam
Katakan Kepada Presiden Indonesia!
Ayo, bergabung bersama kami untuk mendesak Presiden menetapkan secepatnya moratorium deforestasi!
Dukung Kami
Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace