Kirim URL
Isi formulir berikut ini dan klik tombol "kirim". Server anda akan mengirim e-mail kepada penerima dengan URL artikel yang akan anda bagi.
Anda dapat mengirim lebih dari satu alamat e-mail dengan dipisahkan dengan KOMA: nama@server.com, nama.lain@serverlain.com
Dialog Greenpeace dengan para pelaku kunci di Industri kelapa sawit di selenggarakan pada 26 Agustus 2008. Dialog yang bertajuk “Dapatkah Industri Kelapa Sawit Menghentikan Deforestasi di Indonesia?” bertujuan untuk menyosialisasikan tujuan kampanye Stop Deforestasi Greenpeace melalui pemaparan kriteria moratorium. Puluhan produsen dan pemasok besar termasuk Unilever, Sinar Mas hadir dalam acara ini beserta perwakilan pemerintah dari Departemen Pertanian penasihat senior Program Aceh Hijau dan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).
Besarkan Gambar
Jakarta, Indonesia —
Sebuah dialog yang diselenggarakan Greenpeace minggu ini menyediakan wahana bagi pelaku kunci industri kelapa sawit Indonesia untuk menyatakan kesungguhan mereka mendukung jeda atau moratorium deforestasi. Moratorium bagi semua bentuk konversi hutan termasuk penebangan komersil sangat dibutuhkan guna mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia, menjaga keanekaragaman hayati yang kaya serta melindungi penghidupaan jutaan orang di seluruh Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat yang bergantung pada hutan.
Sebuah dialog yang diselenggarakan Greenpeace minggu ini menyediakan wahana bagi pelaku kunci industri kelapa sawit Indonesia untuk menyatakan kesungguhan mereka mendukung jeda atau moratorium deforestasi. Moratorium bagi semua bentuk konversi hutan termasuk penebangan komersil sangat dibutuhkan guna mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia, menjaga keanekaragaman hayati yang kaya serta melindungi penghidupaan jutaan orang di seluruh Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat yang bergantung pada hutan.
Dialog bertajuk “Dapatkah Industri Kelapa Sawit Menghentikan Deforestasi di Indonesia?” bertujuan untuk menyosialisasikan tujuan kampanye Stop Deforestasi Greenpeace melalui pemaparan kriteria moratorium. Puluhan produsen dan pemasok besar termasuk Unilever, Sinar Mas hadir dalam acara ini beserta perwakilan pemerintah dari Departemen Pertanian penasihat senior Program Aceh Hijau dan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).
Moratorium deforestasi merupakan suatu mekanisme untuk menghentikan penghancuran hutan sementara menyediakan waktu dan ruang yang dibutuhkan untuk membangun jaringan kawasan fungsi lindung serta kawasan yang diperuntukkan untuk penggunaan hutan yang bertanggung jawab secara ekologis dan berkeadilan sosial.
Perusahaan-perusahaan pengguna kelapa sawit terbesar di dunia telah menggeser posisi kebijakan mereka dan menyatakan dukungan mereka terhadap moratorium deforestasi. Salah satu perusahaan pengguna kelapa sawit terbesar di dunia, Unilever, telah menyatakan dukungannya secara terbuka terhadap moratorium deforestasi akibat perluasan kelapa sawit di Indonesia. Unilever menyadari bahwa menangguk laba di atas pengrusakan hutan bukanlah cara berbisnis yang baik dan akan mengakibatkan adanya beban “karbon” yang semakin hari semakin dianggap sebagai beban dan risiko investasi.
Saat ini Unilever sedang melakukan negosiasi dengan beberapa perusahaan multinasional di bidang makanan, kosmetik serta bahan bakar nabati demi membangun koalisi di antara mereka guna mendukung moratorium. Industri kelapa sawit di Indonesia seharusnya merespon kemungkinan terjadinya penolakan pasar, khususnya dari Eropa, dan menggunakan kesempatan ini untuk meletakkan landasan bagi terwujudnya kelapa sawit dari sumber berkelanjutan sesuai dengan permintaan pasar.