Para aktivis Greenpeace dari kapal Esperanza dengan masyarakat lokal membentangkan spanduk di kapal Harbour Gemini
Kapal Harbour Gemini memuat kayu yang berasal dari Paia Inlet,
Propinsi Gulf , Papua nugini akan menuju China. Empat aktivis
Greenpeace yang berasal dari Kapal Espesanza memanjat mesin derek
yang berada di kapal tersebut dengan spanduk bertuliskan "Protect
Forest, Save Our Climate"
Mengapa Kami melakukan ini?
Stop Penghancuran Hutan Stop Penghancuran iklim, Penghancuran
hutan telah menyumbang 20% emisi gas rumah kaca (GRK) di Dunia
setiap tahun. Penebangan yang terjadi Papua nugini sudah tidak
terkontrol.
"Kami menghandang kapal bermuatan kayu illegal dengan dukungan
para masyarakat lokal, Dimana kehidupan mereka bergantung pada
hutan dan saat ini hutan mereka hampir punah"
Lihat Kegiatan Greenpeace Langsung dari Kapal Esperanza
Sam Moko, Juru Kampanye Hutan di atas kapal Harbour Gemini
Juru Kampanye Hutan Sam Moko yang berada di atas kapal Harbour
Gemini, "Kita harus segera menyelamatkan dan mempertahankan hutan
alam yang tersisa untuk menyelamatkan iklim. Greenpeace meminta
pemerintah Papua Nugini untuk melakukan moratorium atau daerah
penebangan kayu akan bertambah dan terus bertambah"
Catatan korupsi dan kebohongan di PNG
Pemerintah PNG telah meminta bantuan internasional untuk
penyelamatan hutan dan mencegah perubahan iklim. Tetapi yang
terjadi penebangan ilegal dan pengundulan hutan terus
berlangsung.
Sedikitnya pengetahuan tentang tata kelola hutan, membuat
dakwaan korupsi dan penyalahgunaan dana. Belakangan ini, terungkap
salah satu perusahaan kayu diwajibkan membayar sebesar $78 Juta
dollar Singapura (US$ 67 juta dollar Amerika) dan mengalir ke
rekening pribadi seorang menteri di singapura. Jika Papua Nugini
masih mencari dukungan pendanaan atas karbon untuk melindungi hutan
mereka, Mereka harus segera melakkan penyelidikan pada bukti-bukti
yang ada.
Keuntungan penyelidikan untuk masyarakat
Masyarakat lokal pemilik hutan yang berada di areal konsesi
Turama Extention sudah berulang kali menanyakan kepada pemerintah
tentang hasil penyelidikan selama 13 tahun atas dokumen pelanggaran
undang-undang kehutanan pada perusahaan Turama Forest Industri,
milik perusahaan Rimbunan Hijau. Tapi tidak ada yang pernah ada
hasilnya.
Baca masalah dari penebangan ilegal, oleh perusahaan Rimbunan Hijau
(Versi: Inggris)
Kemaru Garry Bissue Ketua persatuan Kikori dan pemilik tanah
dari suku Kibiri. Sukunya telah menanyakan kepada pemerintah PNG
untuk melakukan suatu tindakan atas rekomendasi dari bank dunia di
tahun 2004 yang melakukan peninjauan konsesi penebangan di tanah
mereka
Kemaru menegaskan"Kami disini untuk melakukan protes atas segala
kerugian yang di sebabkan oleh Taruma Forest Industri dan melakukan
perjanjian dengan kelompok kami. Perusahaan ini telah
seweng-wenang di tanah leluhur kami, merusak sungai, menebang di
dekat permukiman, membuat kami kesulitan untuk mencari bahan
makanan dan mereka tidak membayar ganti rugi sedikit pun"
Australia turut andil melakukan kesalahan
Setiap tahunnya Australia mendatangkan kayu ilegal sekitar $400
miliyar. Mendatangkan kayu-kayu ilegal dari hutan alam turut
menyumbang pada perubahan iklim, penghancuran hutan dan korupsi.
Pemerintahan Rudd harus menjalankan janji mereka pada saat kampanye
dan secepatnya melakukan larangan mendatangkan penebangan kayu
ilegal dan kayu-kayu yang membuat kehancuran hutan.
Beberapa foto dari kedatangan kapal esperanza di PNG pada 25
Agustus
Saatnya Beraksi!
Kirimkan surat kepada Uni-Eropa untuk menghentikan kayu-kayu ilegal
Dukung Kami!
Pendanaan Greenpeace TIDAK berasal dari pemerintah atau perusahaan tetapi berasal dari individu-individu seperti anda.