Berita - 25 Mei, 2009
Negara yang baru saja menggelar olimpiade termegah dalam sejarah dan negara dengan kekuatan ekonomi baru yang sangat besar. China dengan penduduk hampir 1,3 milliar jiwa merupakan negara penting untuk penjualan hasil-hasil sumber daya alam Indonesia. Beberapa tahun lalu kita mendengar bahwa negara ini menjadi tempat penampungan yang sangat besar untuk kayu-kayu bernilai ekonomis tinggi yang ditebang secara illegal dan diselundupkan dari hutan-hutan yang ada di Papua.
Saat ini China adalah negara
terbesar kedua setelah india yang mengkonsumsi minyak sawit dari
Indonesia. Penebangan kayu maupun perluasan lahan perkebunan
kelapa sawit adalah dua hal yang sangat penting pendorong
deforestasi di Indonesia. Dengan demikian china adalah negara yang
sangat berperan penting dalam menahan laju deforestasi di
Indonesia.
Sejak dua hari yang lalu saya berada
di Beijing, Ibukota negara China untuk mulai melakukan perjalanan
kampanye saya memberikan informasi yang lebih luas kepada
masyarakat china dan juga perusahaan-perusahaan pembeli minyak
sawit. Mereka harus menyadari bahwa mereka juga ikut bertanggung
jawab terhadap penggundulan hutan di Indonesia. Permintaan produk
minyak sawit oleh pasar China dari Indonesia semakin hari semakin
tinggi, permintaan minyak sawit tersebut diperuntukkan untuk
keperluan konsumsi masyarakat China ataupun untuk diolah kembali
menjadi produk lanjutan yang kemudian di ekspor ke Eropa, Amerika
Serikat atau mungkin kembali ke Indonesia.
Menurunnya konsumsi minyak babi di
china akibat flu babi dan tingginya kebutuhan masyakat china
terhadap minyak nabati menjadikan minyak sawit semakin diburu oleh
pasar china. Minyak sawit juga bisa di dapatkan dengan harga yang
lebih murah dibandingkan dengan minyak nabati atau hewani
lainnya.
Dalam perjalanan saya menuju china,
saya sempat membaca sebuah surat kabar dengan headline pemerintah
china mengambil langkah besar untuk menurunkan emisi gas rumah
kacanya sebesar 40% pada tahun 2020 dihitung dari level GHG tahun
1990. Bagi saya ini adalah berita yang sangat menyenangkan. Namun
yang harus di pastikan oleh pemerintah china adalah produk-produk
yang mereka gunakan tidak menghasilkan emisi di tempat lain atau
negara lain seperti hal minyak sawit. Semoga perjalanan kampanye
ini bisa menggugah kesadaran masyarakat dan media china betapa
pentingnya peran mereka untuk mengurangi deforestasi di
Indonesia.
Siaran Press hari ini :
http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/press-releases/SM_hutangperubahaniklim
Dukung Kami
Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace