Industri peternakan di Brasil, yang menempati 80% dari total areal hutan gundul Amazon, adalah sumber emisi karbon terbesar Brasil
Langkah ini merupakan respon langsung dari ekspos yang kami
lakukan, 'Menyembelih Amazon', yang kami terbitkan kurang dari 4
bulan yang lalu. Sejak itu, kami telah mendapatkan respons yang
sangat besar dari perusahaan-perusahaan yang berjuang untuk
menjauhkan diri dari kehancuran hutan Amazon. Perusahaan sepatu
besar, termasuk Adidas, Nike dan Timberland bekerja bersama dengan
kami untuk mengembangkan rencana zero deforestasi dan berkomitmen
untuk membatalkan kontrak kecuali produk mereka benar-benar dijamin
bebas dari penghancuran hutan Amazon.
Keputusan dan respon yang cepat dari perusahaan-perusahaan dalam
mengambil tindakan untuk menghentikan kehancuran Amazon adalah
contoh yang baik untuk diikuti oleh para pelaku industri di
Indonesia.
Kemenangan yang luar biasa ini sangat jauh dari perkiraan
sebelum peluncuran laporan kami, dan sekarang empat perusahaan
raksasa industri ternak ini telah ada di jalur yang tepat. Ini
merupakan sebuah contoh tindakan yang harus dilakukan untuk
menghentikan deforestasi di Negara-negara berkembang pemilik hutan
seperti Indonesia dan menunjukkan bahwa tindakan yang cepat dapat
dan harus segera dilakukan oleh industri untuk tidak terus
mendorong kehancuran hutan.
Bersama-sama, Indonesia dan Brasil menempati peringkat ketiga
dan keempat negara pengemisi karbon terbesar di dunia- yang
mayoritas berasal dari deforestasi, dan keduanya bertanggung jawab
atas 50% emisi global yang di hasilkan dari deforestasi. Secara
global, penggundulan hutan menyumbang sekitar 20% dari emisi gas
rumah kaca, melebihi emisi yang dihasilkan dari kereta api, pesawat
dan mobil di dunia bila dijadikan satu. Oleh karena itu,
kesepakatan iklim yang baik hanya akan efektif jika berhasil
menangani emisi dari kedua sumber yaitu bahan bakar fosil dan
deforestasi.
Pemerintah dan industri di Brazil kini telah menyadari bahwa
hutan yang utuh jauh lebih berharga daripada mengeksploitasi sumber
daya yang terbatas di hutan Amazon. Perubahan pemikiran ini juga
perlu terjadi di Indonesia, terutama karena aktifitas 'bisnis
seperti biasa' hanya akan meningkatkan emisi Indonesia dan
penurunan luasan hutan sebagai akibatnya.
Pengumuman yang dilakukan di Brasil ini dibuat di suatu acara di
Sao Paulo, di mana masing-masing perusahaan mengadopsi peraturan
lingkungan dan standard sosial yang baru untuk untuk memastikan
bahwa produk mereka tidak berasal dari sapi-sapi yang dibesarkan di
daerah-daerah hasil deforestasi. Peraturan ini juga akan membantu
mengakhiri perampasan tanah dan ketidakadilan sosial yang banyak
terjadi di Amazon. Asosiasi Supermarket Brasil (ABRAS), yang
mencakup Walmart dan Carrefour, juga hadir dalam pengumuman
tersebut dan ikut mendukung seruan zero deforestasi.
Gubernur Blairo Maggi dari negara bagian Mato Grosso yang
memiliki tingkat deforestasi tertinggi di Amazon dan peternakan
terbesar di Brasil juga hadir di sana. Maggi mengumumkan bahwa
daerahnya akan mendukung upaya-upaya untuk melindungi Amazon dan
akan memberikan resolusi tinggi pada gambar satelit untuk
pemantauan.
Membuatnya menjadi berhasil
Langkah-langkah pengawasan dilakukan terhadap rantai pasokan dan
target yang jelas pada pendaftaran peternakan, baik untuk penawaran
ternak secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu diperlukan
langkah-langkah untuk mengakhiri pembelian ternak dari masyarakat
adat dan melindungi areal hutan dan peternakan yang memperkerjakan
budak.
Sektor peternakan Brasil, yang menempati 80 persen dari semua
wilayah yang mengalami deforestasi di hutan Amazon, merupakan
sumber pengemisi carbón terbesar Brasil.
Pada sidang majelis Umum PBB bulan September lalu, Presiden
Lula mengumumkan targetnya untuk pengurangan deforestasi sebesar
80% pada tahun 2020 untuk Brasil.
Indonesia perlu segera meningkatkan tata kelola hutannya dan
segera mendeklarasikan moratorium (jeda tebang) hutan. Moratorium
hutan akan memungkinkan waktu dan ruang untuk melakukan suatu
solusi yang akan diformulasikan berdasarkan atas konsultasi dengan
masyarakat lokal, nasional, pemerintah daerah serta industri.
Untuk dapat melakukan hal ini, Presiden Yudhoyono perlu
mendorong Departemen Kehutanan untuk mempercepat penegakan hukum
nasional pada larangan praktek pembakaran untuk membuka lahan dan
penebangan hutan di lahan gambut yang memiliki kedalaman lebih dari
3 meter dalam untuk perkebunan.
Seperti Presiden Lula,,Presiden Yudhoyono baru-baru ini juga
membuat komitmen untuk mengurangi emisi dari deforestasi, pada
pertemuan G-20 di Pittsburgh, sebesar 26% pada tahun 2020 dan
hingga 41% dengan bantuan internasional.
Komitmen Presiden Yudhoyono ini disambut baik, tetapi waktu
terus bergulir untuk mengatasi perubahan iklim dan pengurangan
emisi di Indonesia harus besar dan berani.
Melindungi hutan dan mengatasi perubahan iklim
Hanya tersisa waktu 62 hari menuju pertemuan perubahan Iklim
PBB di Kopenhagen. Kita perlu Presiden Lula untuk mendukung
inisiatif para industri dan menunjukkan bahwa Brasil siap dan
berkomitmen untuk mengakhiri kehancuran Amazon.
Kita perlu Presiden Yudhoyono untuk segera melaksanakan
menghentikan deforestasi dan mewujudkan komitmennya menjadi
kenyataan secepatnya. Hanya dengan itu dana dapat mengalir dari
negara-negara maju untuk melindungi hutan, masyarakat dan
keanekaragaman hayati yang bergantung pada mereka, serta membantu
menghentikan perubahan iklim.
Kita memerlukan semua pemimpin dunia untuk menghadiri pertemuan
perubahan iklim PBB di Kopenhagen, serta menyetujui kesepakatan
yang efektif untuk mencegah krisis iklim yang akan datang. Untuk
menjaga suhu global pada tingkat yang aman, kesepakatan yang dibuat
harus mencakup dana yang dibutuhkan untuk mengakhiri
deforestasi.
Kami menyerukan pemerintah negara maju untuk menyediakan US $
140 miliar per tahun untuk mengatasi krisis iklim, sehingga
negara-negara berkembang dapat mencegah dan beradaptasi terhadap
perubahan iklim. Sekitar US $ 40 miliar per tahun dari dana ini
harus disediakan untuk perlindungan hutan. Dana tersebut akan
diberikan dengan imbalan suatu komitmen penghentian deforestasi
pada tahun 2015 di Brasil dan Indonesia dan pada tahun 2020 secara
global.
Katakan kepada Presiden Obama
Para pemimpin dunia akan bertemu pada akhir tahun 2009 di Copenhagen untuk menentukan nasib iklim dunia. Mereka dapat membawa kita ke arah pengurangan emisi secara drastis atau akan mengunci planet kita pada bencana yang tak berkesudahan di planet kita akibat perubahan iklim.
Dukung Kami
Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace. Greenpeace menolak pendanaan dari pemerintah ataupun perusahaan untuk tetap menjaga independen dalam berkampanye.