Anda di sini:
Pada usia ke 52 tahun dan setelah 20 tahun sukses
mengkampanyekan lingkungan ke seluruh penjuru dunia, Rainbow Warrior II telah
mendekati waktu pengahacuran yang direkomendasikan dan harus diganti. Rainbow
Warrior III dirancang oleh Gerard Dijkstra dan rekan-rekan di Amsterdam dan
akan dibuat oleh Fassmer, Perusahaan pembuat kapal di Bremen, Jerman. Walaupun pemotongan
baja pertama tidak akan dilakukan hingga
awal tahun 2010 – tetapi persiapan untuk pembuatan kapal akan di mulai
secepatnya dan kapal ini akan siap di luncurkan pada 2011, pada hari Jadi
Greenpeace ke 40 tahun.
Organisasi ini didirikan di lautan, ketika kru pertama Greenpeace menyiapkan kapal nelayan tua untuk menghentikan uji coba nuklir di Kepulauan Aleutian. Selama 38 tahun kami telah menggunakan kapal ini sebagai ujung tombak kampanye kami. Kapal ini mengizinkan kami memainkan peran penting dalam melakukan perubahan positif, melindungi lingkungan dan membawa solusi penting untuk dunia yang lebih hijau dan damai,
Saat ini, armada kami terdiri dari tiga kapal, Rainbow Warrior II, Arctic Sunrise dan Esperanza.Semuanya mempunyai keunikan sendiri: Esperanza merupakan yang termuda, sangat ideal untuk misi jarak jauh dan cepat. Saat ini Esperanza sedang melakukan tour di Pasifik untuk mendokumentasikan dan meningkatkan kesadaran tentang dampak perubahan iklim di kawasan tersebut. Arctic Sunrise sangat cocok untuk kondisi dingin di kawasan kutub dan saat ini sedang berada di utara Greenleand menyelidiki dampak dari perubahan iklim. Rainbow Warrior II merupakan kapal utama, kapal yang paling lama berada di armada kami saat ini- saat ini sedang mendukung kampanye selamatkan tuna bluefin Mediterrania
Kau tidak bisa menenggelamkan “sebuah pelangi”
Pada oktober 1978 Ranbow Warrior pertama mempertahankan anjing laut abu-abu di kepuluan Orkney, bagian utara Skotlandia, ketika pemerintahan Inggris mengumumkan proses pembunuhan selama enam tahun terakhir karena “anjing laut memakan ikan terlalu banyak” ketika kelompok anjing laut tiba, para aktivis dari Rainbow Warrior mengejar mereka hingga mencapai air sebelum pemburu dapat membunuh mereka. ketika kejadian ini sampai ke media nasional, kantor PM Inggris menerima 17,000 surat protes dan pembunuhan itu diakhiri.

Rainbow Warrior yang asli mengawali hidup sebagai ‘Sir William Hardy’- perahu pukat peneliti ikan yang digunakan oleh Kementrian Pertanian, Perikanan dan Makanan Inggris. Kapal ini dibuat pada tahun 1955 dan merupakan kapal disel listrik pertama yang dibuat di Ingrris.
Pada tahun 1985, Rainbow Warrior memulai pelayaran Pasifik ke kepulauan Marshall. Penduduk asli Robgelap, pulau yang sangat terkontaminasi oleh jatuhan radioaktif dari ujicoba Nuklir AS pada tahun 1950, meminta bantuan untuk pindah ke pulau yang lebih aman. Rainbow Warrior mengevakuasi 308 penduduk Rongelap dan harta milik mereka ke Mejato, terpisah dengan jarak 200 kilometer
Rainbow Warrior dibom pada tahun 1985 oleh Agen Rahasia Perancis di Aukland, Selandia Baru ketika kapal ini sedang mempersiapkan kampanye menolak uji coba nuklir Perancis di Pasifik. Kedua bom membunuh salah satu kru, fotografer Fernando Pereira dan meluluhlantakan kapal. Rainbow Warrior hancur dan tenggelam ke perairan dalam teluk Matauri, Selandia Baru. Saat ini tempat itu menjadi tempat menyelam terkenal.Dengarkan rekaman suara dokumentari tentang peledakan kapal Rainbow Warrior
Hari ini tepat empat tahun setelah Rainbow Warrior di luncurkan. Seiring dengan berlanjutnya kampanye anti perusakan lingkungan Rainbow Warrior, kapal ini telah menginspirasikan banyak orang di semua belahan dunia. Sejak tahun 1989 Rainbow Warrior telah berlayar ke seluruh dunia mulai dari katinggian kutub hingga Cape Horn. Pada tahun 1995, sesaat sebelum perayaan pemboman yang ke-10, dan setelah perayaan pemboman Hirosima dan Nagasaki, Presiden Perancis Jacques Chirac mengumumkan melanjutkan uji coba nuklir di Maruroa. Rainbow Warrior, ditemani dengan flotilla besar, berlayar menuju lokasi uji coba untuk memperotesnya dan memicu kemarahan dunia terhadap Perancis. Pada tanggal 9 Juli, Perancis memerintahkan untuk menghalangi kapal, menghancurkan peralatan, melemparkan gas air mata ke anjungan dan menagkap kapal. Aktivis Greenpeace ditangkap, diinterogasi dan dideportasi, tapi flotilla melanjutkan protes. Beberapa bulan setelahnya, Perancis mengembalikan kapal kepada Greenpeace. Hasil dari kemarahan dunia memaksa Perancis untuk menghentikan uji coba nuklir pada bulan Januari 1996.

Kapal akan dibuat utamanya untuk berlayar ( menggunakan energi angin sebagai pengganti bahan bakar fosil) dengan pilihan ketika kondisi cuaca tidak mendukung kapal akan diubah menjadi tenaga mesin, tenaga pendorong disel listrik kapal ini juga akan mempunyai perlatan ramah lingkungan seperti ini:
• bentuk lambung dirancang terutama untuk efisiensi energi yang sangat besar.
• Tiang kapal dan layar-dioptimalkan untuk pelayaran yang sangat efektif
• Sistem pergerakan listrik (10 knot hanya memakan 300 kW)
• Pancatatan kelas kapal ramah lingkungan denga Passport hijau.
• Pembuangan kotoran dan air kotor diolah secara biologi
• Sistem lubang angin dan pengisian bahan bakar terpusat untuk bensin dan minyak mencegah tumpah.
• Sistem pengecatan yang ramah lingkungan
• Penggunaan ulang panas mesin untuk memanaskan air.
Peluncuran Versi Virtual
Pada awal tahun 2010, kami akan meluncurkan versi virtual Rainbow Warrior III dengan bekerja sama dengan VSTEP, pembuat dari “Simulator Kapal” seri dari permainan untuk PC. Drawn dari gambar dan spesifikasi 3-D CAD yang sebenarnya yang darinya kapal akan dibangun. Pemain permainan akan dapat melayarkan secara virtual Rainbow Warrior dengan kondisi laut dan cuaca yang realistis dan melakukan kembali perjalanan Greenpeace untuk menghentikan uji coba senjata nuklir, menyelamatkan paus dan melindungi Antartika – dari PC mereka sendiri atau di model multi palyer online. Permainan juga akan termasuk kapal kami Esperanza dan kapal jet ‘Billy G’ juga akan dimasukan dalam permainan. lihat kilp simulasi singkat komputer dari kapal Esparanza menavigasi perairan yang sulit.
Lihat blog di mana kru Greenpeace berbicara tentang hidup di antara ombak lautan dengan Rainbow Warrior I dan II dan pendapat mereka tentang kapal baru.