Peluncuran ini merupakan satu dari serangkaian acara yang
diselenggarakan oleh kelompok-kelompok lokal Jepara yang menentang
rencana pemerintah Indonesia untuk membangun Pembangkit Listrik
Tenaga Nuklir (PLTN) di Jawa Tengah. Komik ini sendiri membidik
kaum muda di kawasan Asia Tenggara, dan beberapa waktu sebelumnya
sudah diluncurkan di Filipina.
Pada 2007, para ulama dan tokoh agama Islam di Jepara telah
medeklarasikan bahwa pembangunan PLTN di wilayah itu adalah haram
hukumnya. Greenpeace terus mendukung komunitas setempat dalam
melakukan perlawanan terhadap rencana pembangunan PLTN, karena
membahayakan kesehatan masyarakat, lingkungan dan tingginya biaya
yang harus dikeluarkan. Apalagi daerah ini rentan terhadap gempa
bumi, letusan vulkanis, serta dekat dengan Gunung Merapi yang
berstatus aktif.
Acara hari ini yang digalang oleh Muria Institute dan
komunitas-komunitas lokal, serta dihadiri Kelompok anak muda
Greenpeace "Solar Generation", juga akan menyajikan orasi serta
pertunjukan seni yang menegaskan bahaya tenaga nuklir.
"Greenpeace dan Muria Institute merasa bahwa kaum muda perlu
disadarkan akan bahaya dari penggunaan tenaga nuklir, karena
merekalah yang akan paling merasakan dampak buruk dari penggunaan
teknologi kotor dan berbahaya ini. Jika pemerintah Indonesia
bersikeras membawa negara ini ke jalan nuklir, artinya mereka akan
mewariskan bahaya, ketidakamanan dan hutang pada generasi muda,"
tegas Tessa de Ryck, Jurukampanye Nuklir Greenpeace Asia
Tenggara.
Saat ini tenaga nuklir telah dipublikasikan secara salah sebagai
salah satu solusi untuk perubahan iklim, dan sebagai cara untuk
memenuhi kebutuhan energi dunia yang makin meningkat. Ini dilakukan
terutama oleh para konsultan yang didanai oleh industri nuklir.
Secara global, industri ini mencoba untuk mempengaruhi generasi
muda agar melihat image tenaga nuklir lebih positif, setelah lebih
dari dua dekade ini terus ditolak. Tetapi masalah dari tenaga
nuklir ini tak pernah berubah, yakni masalah keamanan dan hingga
saat ini belum ada cara aman untuk menyimpan limbah nuklir. Dengan
biaya tinggi serta waktu perencanaan dan pembangunan, reaktor
nuklir bukan solusi untuk memecahkan masalah perubahan iklim.
Greenpeace tergugah oleh pernyataan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono baru-baru ini di Magelang, bahwa dia tidak setuju
pembangunan reaktor nuklir selama masih ada alternatif yang lebih
baik. Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber daya energi
panas bumi terbesar di dunia dan sudah punya rencana memproduksi 5
gigawatts energi dari tenaga panas bumi ini pada 2014. Selain itu,
Greenpeace juga mendesak pemerintah untuk meningkatkan energi yang
bersumber dari angin, sinar matahari dan mikro hidro, serta
memperbaiki sistem hukum dan regulasi, yang selama ini jadi
ganjalan pada investasi energi terbarukan. Peningkatan besar
produksi energi terbarukan, penghentian penggunaan batu bara,
penghapusan rencana pembangunan reaktor nuklir, harus dipadukan dan
diimplementasikan dalam satu program efisiensi energi berskala
besar.
"Solusi terbaik mengurangi emisi gas rumah kaca sebagai penyebab
perubahan iklim, adalah dengan mengalihkan investasi dari teknologi
kotor berbahaya seperti batu bara, minyak dan nuklir, menjadi
energi terbarukan yang bersih seperti panas bumi dan tenaga angin,
demi memberikan generasi muda masa depan yang lebih bersih dan
aman," de Ryck menyimpulkan.
Greenpeace adalah organisasi kampanye global independen, yang
bertindak untuk mengubah sikap dan perilaku, untuk melindungi dan
memelihara lingkungan, serta mempromosikan perdamaian.
"Nuclear Meltdown - a Message from the Darkness" bisa dilihat
secara online di http://www.greenpeace.or.id/komiknuklir"
Dukung Kami!
Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace