Sebagian besar penonton yang hadir pada acara tersebut, termasuk para pekerja lingkungan, pembuat kebijakan dan selebritis datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda, transportasi umum. Selanjutnya untuk menjadikan acara ini bebas sampah, kami telah menyarankan para penonton yang datang untuk membawa botol minum sendiri dan kami menyediakan dispenser air untuk isi ulang.

Acara ini dimulai dengan Green Bazaar yang diikuti oleh 17 kelompok dan organisasi yang semuanya berkontribusi untuk memperbaiki lingkungan dengan caranya masing-masing. Ada yang menjual barang-barang hasil daur ulang, makanan organik, komik, sekolah dengan peningkatan kesadaran lingkungan dan T-shirt dengan pesan lingkungan. Serta ada juga yang mempromosikan penggunaan transportasi publik, sepeda dan perlindungan satwa liar.
Untuk menghangatkan suasana, pemusik jalanan dari Orkes Depok dan kelompok Jamaica Cafe pun hadir. Dilanjutkan oleh diskusi menarik mengenai Perubahan Iklim dengan para pembicara dari latar belakang dan perspektif yang berbeda mengenai Indonesia dan perubahan iklim. Diantara para pembicara ada ahli perubahan iklim dan anggota Dewan Perubahan Iklim Nasional Armi Susandi, aktivis masyarakat Abdul Qodir, dan selebritas Davina Hariadi. Di sepanjang program ini para MC dari Green Radio 89,2 FM melemparkan pertanyaan-pertanyaan kuis mengenai efisiensi energi dan polusi ke para pengunjung dengan hadiah goodie bag yang berisi barang-barang menarik sumbangan organisasi peserta acara.
Pada pukul 7 malam, 700 penonton berkumpul di depan layar besar untuk menyaksikan penayangan perdana film ini di Indonesia. Para penonton terpaku di tempat duduk mereka masing-masing saat The Age of Stupid menohok kita dengan bayangan masa depan yang terdampak perubahan iklim, ketidakadilan pembangunan global dan sikap merusak yang disebabkan oleh kebergantungan kita pada minyak tanah dan bahan bakar fosil lainnya.
The Age of Stupid telah ditayangkan di lebih dari 40 negara di seluruh dunia. Film ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik publik dan membangkitkan perasaan darurat yang nyata akan perundingan iklim di Kopenhagen Desember mendatang. The Age of Stupid secara efektif menunjukkan masa depan planet ini yang dipertaruhkan dan sesungguhnya tidak ada waktu yang boleh terbuang.
Namun pada pertengahan film harus di hentikan karena hujan turun dengan derasnya. Walau sepanjang hari sebelumnya tak tampak sedikitpun awan. Semua peralatan penayangan film harus segera dimatikan. Greenpeace seperti para penonton lainnya menyesalinya dan kami akan memberi kesempatan kedua untuk menonton film ini. Film yang harus ditonton oleh semua! Tunggu saja tanggal mainnya...
Untuk informasi lebih lanjut mengenai The Age of Stupid, kunjungi
www.ageofstupid.net