Perwakilan kedutaan besar Amerika Serikat di Bangkok menerima piala "Juara Karbon Dioksida" yang di persembahkan aktivis Greenpeace yang meniru Presiden Barack Obama bersama 75 aktivis dari Indonesia, Thailand dan Filipina. Greenpeace memberikan penghargaan kepada Amerika Serikat, Kanada dan Australia atas kegagalan mereka di Kopenhagen
Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara, Von Hernandez menyerahkan Piala "juara karbon dioksida" kepada aktivis yang meniru Presiden Barack Obama. Obama mengalahkan perdana menteri Kanada, Stephen Harper dan perdana menteri Australia Kevin Rudd yang juga menerima mendali "juara karbon Dioksida" karena telah gagal pada perundingan perubahaan iklim di Kopenhagen.
Seorang aktivis Greenpeace meniru presiden Amerika Barrack Obama mengangkat piala "Juara Karbon Dioksida" di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok. Obama berada di posisi pertama mengalahkan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper dan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd yang menerima "Medali aib"karena kegagalan ketiganya di Kopenhagen
Dalam aksi ini para aktivis Greenpeace mempersembahkan Piala
Karbon Dioksida (CO2) kepada Presiden Amerika Barrack Obama dan
medali áib' kepada Perdana Menteri Kanada Stephen Harper dan
Perdana Menteri Australia Kevin Rudd sebagai penanda kegagalan
mereka di Kopenhagen.
Dalam perdebatan alot di malam terakhir konferensi iklim,
pemerintah Amerika Serikat menyetujui sesuatu yang disebut
Copenhagen Accord (Kesepakatan Kopenhagen), yang sampai saat ini
masih menjadi deklarasi politik, belum diadopsi menjadi hasil
formal konferensi Kopenhagen.
"Copenhagen Accord belum menjadi kesepakatan mengikat bagi
jutaan orang seperti yang diharapkan semuanya di pertemuan
Kopenhagen, dan harus dilihat sebagai deklarasi politik yang lemah,
di saat negara-negara mengetahui bahwa mereka harus menjaga
kenaikan temperatur di bawah dua derajat celsius," ujar Von
Hernandez, Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara.
Äccord itu merugikan masyarakat Asia Tenggara, kawasan yang
paling rentan dan paling tidak siap menghadapi perubahan iklim.
Accord itu menyebutkan tujuan "menghindari kenaikan temperatur
di bawah dua derajat celsius". Meski demikian, sebuah catatan
rahasia dari Sekretariat Konvensi Iklim PBB memperlihatkan bahwa
kesepakatan yang diambil negara-negara itu akan menyebabkan
kenaikan temperatur hingga tiga derajat celsius, yang melebihi
batas aman seperti yang diindikasikan oleh semua penelitian.
Untuk menghindari bencana perubahan iklim, Greenpeace mendesak
negara industri maju untuk menurunkan emisi hingga 40% dari level
1990 pada 2020 dan negara-negara berkembang untuk menurunkan emisi
mereka hingga 30%.
"Greenpeace mendesak semua negara untuk meneruskan negosiasi
menuju kesepakatan yang ambisius, adil dan mengikat di pertemuan
Meksiko akhir tahun ini," ujar Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan
Greenpeace Asia Tenggara.
Pekerjaan harus dimulai untuk memenuhi ini. Atau Meksiko
beresiko mengulangi kegagalan Kopenhagen.
Greenpeace mendesak:
1) Pemerintahan menyepakati dilanjutkannya Protokol Kyoto pada
periode kedua dan mengadopsi protokol kedua berisi penurunan emisi
oleh negara maju dan aksi mitigasi oleh negara berkembang oleh COP
16, di pertemuan Meksiko 29 November 2010 mendatang.
2) Negara maju sebagai sebuah kelompok, mengajukan komitmen
mengurangi emisi paling tidak 40% di bawah level 1990 pada 2020,
paling tidak sepertiganya untuk memenuhi kebutuhan domestik.
3) Negara maju untuk menyediakan dana mencukupi, paling tidak
140 miliar US Dollar per tahun, untuk menyokong program energi
bersih dan mitigasi lain, perlindungan hutan serta adaptasi
perubahan iklim di negara berkembang.
4) Negara berkembang untuk menyusun aksi mitigasi dalam rangka
mencapai 15-30% deviasi dari kegiatan sehari-hari penyebab emisi
pada 2020. Dari semua pengurangan emisi ini, negara berkembang akan
mengimplementasikan harga nol dan negatif yang bisa dicapai tanpa
bantuan eksternal, sementara negara maju membantu di bidang
lain.
5) Semua negara menyediakan mekanisme pendanaan untuk
menghentikan laju deforestasi dan emisi lain di negara berkembang
pada 2020, dan mencapai nol deforestasi pada 2015 di wilayah yang
menjadi prioritas seperti Amazon, Kongo, Hutan Tropis Indonesia dan
Papua New Guinea. Pengurangan emisi ini harus menjadi penambahan
dari pengurangan emisi yang sudah termasuk dalam paragraf dua.
Dukung Kami
Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace