Restorasi Semenanjung Kampar

Masyarakat memulainya, Pemerintah dan Industri Harus Mencontoh dengan Menghentikan Deforestasi

Berita - 22 Juli, 2010
Masyarakat Teluk Meranti mulai melakukan restorasi atau pemulihan ekologi kaya karbon di Semenanjung Kampar. Kegiatan ini di mulai dari termasuk pembendungan kanal melindungi kadar air gambut dan hari ini mereka memulai penanaman 9000 bibit pohon di areal hutan gambut yang telah rusak dan sangat rentan terbakar.

Masyarakat Teluk Meranti melakukan restorasi atau pemulihan ekologi kaya karbon di Semenanjung Kampar. Masyarakat memulai penanaman 9000 bibit pohon di areal hutan gambut yang telah rusak dan sangat rentan terbakar.

Masyarakat Teluk meranti yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Semenanjung Kampar (FMPSK) berinisiatif melakukan rehabilitasi yang selama dua bulan terakhir. Mereka memulai menyemai anekan bibit di pusat perlindungan gambut Teluk Meranti, Pelalawan. Bendungan untuk melindungi kadar air gambut agar tidak kekeringan telah di bangun dua minggu sebelumnya.

"Kami melakukan Restorasi Semenanjung Kampar karena kami ingin hutan ini lestari. Ketergantungan kami pada hutan bukan hanya untuk sumber kehidupan, tetapi juga untuk budaya. Restorasi ini adalah bukti bahwa masyarakat serius untuk perlindungan hutan. Pemerintah harus mendukung upaya ini dan mengambil tindakan untuk menghentikan penghancuran hutan dan kerusakan gambut," kata Ketua FMPSK, Deli Saputra.

Sejak 2007, masyarakat Teluk Meranti bersama sejumlah LSM seperti Mitra Insani, Jikalahari dan Greenpeace sudah membendung 23 kanal di Teluk Binjai dan Teluk Meranti untuk menghentikan pencemaran sungai dan kekeringan gambut.

Pemerintah Indonesia harus memberikan dukungan nyata kepada masyarakat. Saatnya Presiden SBY menurunkan emisi dalam aksi nyata di lapangan di tempat yang di hancurkan perusahaan. Greenpeace baru-baru ini menghentikan aktifitas kapal tongkang yang memuat puluhan ribu meter kubik kayu alam dari hutan Semenanjung Kampar yang dimiliki perusahaan bubur kertas PT RAPP untuk menyoroti bagaimana hutan Semenanjung Kampar hancur dan meminta pemerintah bertindak cepat untuk menghentikan ini.

 

"Masyarakat sudah membuktikan dukungannya kepada presiden SBY dan sekarang saatnya presiden mendukung masyarakat di Semenanjung Kampar untuk menghentikan penghancuran hutan oleh APRIL. Tanpa tindakan cepat oleh presiden untuk melindungi Semenanjug Kampar sebagai bagian dari moratorium nasional atas deforestasi dan perlindungan penuh atas gambut, penghancuran yang kini terjadi akan merongrong komitmen penurunan emisi Indonesia,"Rusmadya Juru kampanye Greenpeace.