Skip navigation.

Sinar Mas - ‘Forest and Climate Criminal’

Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk besar 20 x 10 meter di Gedung 
Sinar Mas pada 19 Maret 2009. Aktivis Greenpeace mengunci diri di 
depan kantor pusat Sinar Mas untuk menghentikan kegiatan mereka sampai 
mereka berkomitmen untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan 
terakhir di Indonesia.

Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk besar 20 x 10 meter di Gedung Sinar Mas pada 19 Maret 2009. Aktivis Greenpeace mengunci diri di depan kantor pusat Sinar Mas untuk menghentikan kegiatan mereka sampai mereka berkomitmen untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan terakhir di Indonesia.

Besarkan Gambar
Juru Kampanye Greenpeace berdialog dengan perwakilan dari Sinar Mas di 
depan pintu utama gedung Sinar Mas pada 19 Maret 2009. Aktivis 
Greenpeace mengunci diri di depan kantor pusat Sinar Mas untuk 
menghentikan kegiatan mereka sampai mereka berkomitmen untuk 
menghentikan kegiatan penghancuran hutan terakhir di Indonesia

Juru Kampanye Greenpeace berdialog dengan perwakilan dari Sinar Mas di depan pintu utama gedung Sinar Mas pada 19 Maret 2009. Aktivis Greenpeace mengunci diri di depan kantor pusat Sinar Mas untuk menghentikan kegiatan mereka sampai mereka berkomitmen untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan terakhir di Indonesia

Besarkan Gambar
Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk besar 20 x 10 meter di Gedung 
Sinar Mas pada 19 Maret 2009. Aktivis Greenpeace mengunci diri di 
depan kantor pusat Sinar Mas untuk menghentikan kegiatan mereka sampai 
mereka berkomitmen untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan 
terakhir di Indonesia.

Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk besar 20 x 10 meter di Gedung Sinar Mas pada 19 Maret 2009. Aktivis Greenpeace mengunci diri di depan kantor pusat Sinar Mas untuk menghentikan kegiatan mereka sampai mereka berkomitmen untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan terakhir di Indonesia.

Besarkan Gambar
Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk besar 20 x 10 meter di Gedung 
Sinar Mas pada 19 Maret 2009. Aktivis Greenpeace mengunci diri di 
depan kantor pusat Sinar Mas untuk menghentikan kegiatan mereka sampai 
mereka berkomitmen untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan 
terakhir di Indonesia.

Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk besar 20 x 10 meter di Gedung Sinar Mas pada 19 Maret 2009. Aktivis Greenpeace mengunci diri di depan kantor pusat Sinar Mas untuk menghentikan kegiatan mereka sampai mereka berkomitmen untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan terakhir di Indonesia.

Besarkan Gambar
Papua, Indonesia Perbedaan yang tajam antara hutan tersisa dan hutan 
yang telah hancur untuk pembukaan perkebunaan kelapa sawit di Papua, 
hutan alam terakhi Indonesia.

Papua, Indonesia Perbedaan yang tajam antara hutan tersisa dan hutan yang telah hancur untuk pembukaan perkebunaan kelapa sawit di Papua, hutan alam terakhi Indonesia.

Besarkan Gambar
Papua, Indonesia Perbedaan yang tajam antara hutan tersisa dan hutan 
yang telah hancur untuk pembukaan perkebunaan kelapa sawit di Papua, 
hutan alam terakhi Indonesia.

Papua, Indonesia Perbedaan yang tajam antara hutan tersisa dan hutan yang telah hancur untuk pembukaan perkebunaan kelapa sawit di Papua, hutan alam terakhi Indonesia.

Besarkan Gambar
Api di konsesi RAPP, Giam Siak Kecil, Riau.

Api di konsesi RAPP, Giam Siak Kecil, Riau.

Besarkan Gambar
SEMENANJUNG KAMPAR, RIAU, SUMATRA Aktivis Greenpeace dari atas kapal 
Esperanza membentangkan banner berukuran 40x20 meter di atas lahan 
gambut di area konsesi perusahaan kertas PT.arara Abadi-Siak anak 
perusahaan APP (Asia Pulp and Paper). Greenpeace melakukan aksi pada 
kehancuran hutan lahan gambut di semenanjung kampar dari perusahaan 
kertas dan kelapa sawit dan menyerukan pemerintah indonesia untuk 
segera melaksanakan moratorium hutan.

SEMENANJUNG KAMPAR, RIAU, SUMATRA Aktivis Greenpeace dari atas kapal Esperanza membentangkan banner berukuran 40x20 meter di atas lahan gambut di area konsesi perusahaan kertas PT.arara Abadi-Siak anak perusahaan APP (Asia Pulp and Paper). Greenpeace melakukan aksi pada kehancuran hutan lahan gambut di semenanjung kampar dari perusahaan kertas dan kelapa sawit dan menyerukan pemerintah indonesia untuk segera melaksanakan moratorium hutan.

Besarkan Gambar
Kampar Penisula, Riau, Indonesia. Greenpeace is conducting an 
assessment and mapping of the Kampar Peninsular, using satellite 
imagery and aerial photography, to develop a rehabilitation plan for 
peatlands already degraded and drained by palm oil and pulp and paper 
companies. The Kampar Peninsula is the last large intact area of peat 
swamp forest in Riau with some of the deepest peat in Indonesia, the 
rest has been destroyed by the agriculture and logging industries.

Kampar Penisula, Riau, Indonesia. Greenpeace is conducting an assessment and mapping of the Kampar Peninsular, using satellite imagery and aerial photography, to develop a rehabilitation plan for peatlands already degraded and drained by palm oil and pulp and paper companies. The Kampar Peninsula is the last large intact area of peat swamp forest in Riau with some of the deepest peat in Indonesia, the rest has been destroyed by the agriculture and logging industries.

Besarkan Gambar