Aktivis Greenpeace, termasuk dua orang berkostum Orangutan, hari ini membentangkan banner bertuliskan "Pak Zulkifli Hasan - Hentikan Penjahat Hutan" di depan pintu masuk Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta. Greenpeace menyerahkan hasil laporan investigatif kegiatan pembabatan hutan ilegal SInar Mas untuk mendesak Menteri menghentikan semua izin Sinar Mas. Aksi Greenpeace ini berlangsung sesaat setelah Unilever, pembeli terbesar minyak kelapa sawit di dunia, menghentikan semua pembelian minyak kelapa sawit dari Sinar Mas.
Langkah Unilever ini terjadi sehari setelah Greenpeace
meluncurkan laporan "Kegiatan Pembabatan Hutan Ilegal dan Greenwash
RSPO (1). Laporan ini membeberkan bagaimana perusahaan-perusahaan
milik Sinar Mas terlibat dalam pembabatan hutan alam besar-besaran
di Indonesia, juga perusakan lahan gambut dalam dan kegiatan ilegal
lainnya. Bulan November lalu, perusahaan raksasa asal Finlandia,
UPM, juga menghentikan kontrak senilai 30 juta Euro dengan
perusahaan pulp and paper raksasa Indonesia, Asia Pacific Resources
International Holding Limited (APRIL) sehari setelah Greenpeace
melakukan aksi menghentikan perusakan hutan yang terjadi di hutan
gambut Riau oleh APRIL. Menteri Kehutanan kemudian menghentikan
sementara izin APRIL sambil menunggu hasil investigasi.
"Perusahaan-perusahaan multinasional itu melakukan tindakan
karena mereka tidak mau lagi terhubung dengan perusakan hutan dan
perubahan iklim, dan kita berharap perusahaan lain akan mengikuti
langkah itu," ujar Joko Arif, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia
Tenggara. "Ini mengirim pesan jelas kepada pemerintah Indonesia
bahwa masyarakat dan juga dunia industri ingin segera melihat
langkah nyata dalam penyelamatan hutan kita."
Greenpeace menyerukan Menteri Zulkifli untuk melakukan aksi
nyata terhadap Sinar Mas seperti yang dia lakukan terhadap APRIL
dan menghentikan izin mereka. Lebih jauh lagi dia harus menghormati
komitmen Presiden Indonesia yang dilontarkan di forum
Internasional, akan menurunkan emisi Indonesia hingga 41% dengan
bantuan internasional, dengan mendeklarasikan moratorium
(penghentian sementara) penebangan hutan dan perusakan lahan
gambut.
Indonesia adalah satu negara dengan tingkat deforestasi tercepat
di dunia. Kerusakan hutan lahan gambut di negara ini saja tercatat
sebagai 4% penyumbang emisi gas rumah kaca dunia (3), menjadikan
Indonesia sebagai negara terbesar ketiga penyumbang emisi global
setelah Amerika Serikat dan China (5). Sinar Mas adalah produsen
terbesar minyak kelapa sawit, terlibat dalam kegiatan perusakan
hutan di Riau, Kalimantan dan Papua. Mereka menyuplai perusahaan
multinasional seperti Nestle, Kraft dan Procter&Gamble. (4)
Sinar Mas juga telah dikenal dalam keterlibatannya membabat hutan
ilegal melalui anak perusahaan mereka Asia Pulp and Paper (APP).
(5) Greenpeace memperkirakan emisi karbon yang dihasilkan seluruh
perusahaan Grup ini di Provinsi Riau saja sudah menghasilkan 113,5
juta ton CO2 per tahun (6).
Laporan Greenpeace ini hadir di tengah Pertemuan Iklim Penting
PBB di Kopenhagen dimana perlindungan hutan untuk mengurangi emisi
akan didiskusikan. Greenpeace merekomendasikan terbentuknya dana
global untuk menghentikan deforestasi di negara seperti Indonesia
dan Brasil, dimana negara maju harus menginvestasikan dana 45
miliar US$ pertahun untuk perlindungan hutan.
(1) Anda bisa mengakses laporan itu di:
http://www.greenpeace.org/seasia/en/press/reports/illegal-forest-clearance-and-r
(2) Hooijer, A, M Silvius, H Wösten, H and S Page (2006) PEAT-CO2,
Assessment of CO2 emissions from drained peatlands in SE Asia Delft
Hydraulics report Q3943 7 December 2006 (3) WRI 2008. Climate
Analysis Indicators Tool (CAIT) Version 6.0 (Washington, DC: World
Resources Institute) http://cait.wri.org (4) Golden Agri-Resources
Ltd, Company Presentation, 9 June 2009 (5) For example, Friends of
the Earth UK, (2001) Paper Tiger, Hidden Dragons, May 2001. (6)
Greenpeace (2008) The hidden carbon liability of Indonesian palm
oil, Greenpeace International 2008. Untuk informasi lebih lanjut
silahkan buka: http://www.greenpeace.org/climatedefenders
Background media briefing untuk Indonesia's forests and climate
change tersedia di:
www.greenpeace.org/climatedefenders/rainforests-and-climate-change
Dukung Kami
Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace