Sabtu, 17 Oktober yang lalu, sekitar 700 orang hadir pada penayangan perdana film The Age of Stupid. Sebuah film unggulan mengenai perubahan iklim yang disutradarai oleh Franny Armstrong. Greenpeace sebagai bagian dari kampanye TikTokTikTok ( WWF dan Oxfam ), bersama ITDP (Institute for development policy) dan Green Radio mengadakan pemutaran film dengan konsep di udara terbuka. Pemutaran film dengan gaya layar tancap di tugu proklamasi ini diselenggarakan untuk mengurangi jejak karbon dan membuatnya terjangkau bagi semua kalangan masyarakat.
Perusahaan batubara dan minyak bumi menggunakan kompensasi pada hutan untuk mencoba dan mencurangi masalah iklim. Laporan terbaru kami, Carbon Scam (penipuan karbon) menyelidiki bagaimana American Electric Power, BP dan Pacificorp – semua pemilik saham dalam proyek aksi terhadap iklim Noel Kempff di Bolivia – menggunakan proyek perlindungan hutan untuk mencoba dan menghindari kewajiban mereka untuk mengurangi emisi karbon.
Greenpeace hari ini memberikan sebuah surat dan ucapan selamat berupa karangan bunga yang bertuliskan “Selamat Pak SBY Lanjutkan Tapi Stop Pembabatan Hutan” kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang dilantik menjadi Presiden untuk periode kedua
Kami mendapat kabar baik dari Amazon yang juga merupakan sebuah kabar baik bagi Indonesia. Empat pelaku Industri ternak bergabung untuk mengurangi jejak karbon dari ternak mereka dan menjawab seruan kita untuk zero deforestasi. JBS-Friboi, Bertin, Minerva dan Marfrig akan berhenti membeli ternak dari daerah hutan yang mengalami deforestasi.
Greenpeace kembali berharap banyak dengan adanya komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilontarkan pada pertemuan G20 akhir pekan lalu. Untuk berkontribusi kepada upaya mengatasi perubahan iklim, Presiden berjanji akan menurunkan emisi hingga 26% pada 2020, meski demikian Greenpeace mendesak Presiden untuk secepatnya mewujudkan komitmen itu menjadi langkah nyata, dan memperkuat targetnya.
Dalam sebuah "Pengumuman Bersejarah" yang terjadi hari ini di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bangkok, Thailand, "Presiden Obama" telah bersumpah untuk mengakhiri krisis iklim dengan suatu kesepakatan yang mengikat, tepat waktu dan ambisius pada pertemuan perubahan Iklim di Kopenhagen pada bulan Desember. "Obama" juga berkomitmen dalam pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi, dan berjanji mengalirkan dana miliaran dollar untuk menyelamatkan hutan sebagai tindakan mitigasi paling utama menghentikan krisis global.
Greenpeace hari ini memulai perjalanan luar biasa 15 hari dengan lima gajah, untuk mendesak para pemimpin dunia terutama Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tonggak kepemimpinan dan melakukan langkah nyata untuk menghindari petaka iklim.
Hari ini kami di Asia Tenggara memperingati warisan kekayaan berupa produksi padi organik yang berlimpah dengan sebuah karya seni raksasa - dan mengingatkan pemerintah untuk melindungi tanaman pangan yang paling penting yang terancam dari rekayasa genetika dan perubahan iklim.
100 hari menuju pertemuan perubahaan iklim di Copenhagen, yang sangat membutuhkan tindakan nyata para pemimpin dunia untuk melindungi dunia dari bencana perubahan iklim.
Greenpeace di Indonesia hari ini mendesak Fonterra, eksportir produk susu terbesar di dunia, untuk bertanggung jawab atas peran mereka merusak hutan alam dan menyebabkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar. Fonterra selama ini membeli produk minyak kelapa sawit dari Indonesia dan Malaysia untuk memberi makan sapi mereka di Selandia Baru.