Ruang Pers
Halaman ini diperuntukkan bagi
wartawan dan media. Disini anda dapat memperoleh foto, siaran pers dan
laporan terakhir yang kami siarkan ke media.
Relawan Greenpeace memegang spanduk dengan sebuah lukisan yang menggambarkan kerusakan hutan berjalan dari Monas ke Bunderan HI. Spanduk berbunyi "Cukup ojo babat alasku Cuuook" dalam bahasa Jawa.Para aktivis, dari Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta, mendukung komitmen Presiden Yudhoyono untuk mengurangi emisi karbon
Besarkan Gambar
Aktivis Greenpeace memakai topeng wajah Presiden AS Obama dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono berpose di depan spanduk yang berbunyi "cukup berbicara saatnya bertindak – lindungi hutan untuk masa depan" di depan Bunderan HI. Lebih dari seratus aktivis Greenpeace dan pendukung dari Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta unjuk rasa di ibukota Indonesia dalam mendukung Presiden Yudhoyono komitmen internasional untuk mengurangi emisi karbon negara.
Besarkan Gambar
Lebih dari seratus aktivis Greenpeace dan pendukung dari Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta beraksi di Jakarta untuk mendukung komitmen internasional Presiden SBY untuk mengurangi emisi karbon di Indonesia. Para aktivis kemudian membentangkan sebuah spanduk bertuliskan "cukup berbicara saatnya bertindak – lindungi hutan untuk masa depan" sebagai seruan kepada SBY untuk memenuhi janjinya dengan menghentikan deforestasi.
Besarkan Gambar
November 21, 2009
Aktivis Greenpeace dari Kota Besar Pulau Jawa hari ini melakukan aksi untuk mendorong komitmen Presiden Yudhoyono mengurangi emisi karbon Indonesia dan meminta janjinya ini
segera diwujudkan menjadi aksi nyata dengan menghentikan deforestasi untuk menanggulangi bencana perubahan iklim. Lebih dari 400 aktivis berkumpul di Monumen Nasional dan berjalan menuju Bunderan Hotel
Indonesia dimana mereka membentangkan banner bertuliskan “cukup berbicara saatnya bertindak – lindungi hutan untuk masa depan”.
November 21, 2009
Hundreds of Greenpeace activists and supporters from several of Java’s main cities today rallied in support of President Yudhoyono¹s international commitment to reduce carbon emissions from Indonesia. They called for his promise to be immediately put into practice by halting deforestation which is driving runaway climate change. More than 400 activists gathered early in the morning at Monas and marched down Jl. Sudirman to Bunderan Hotel Indonesia where they unfolded a banner reading, “Stop talking, start acting save the forests for our future”.
November 15, 2009
The Indonesian police authorities, under orders from the Governor of Riau Province, will today begin the eviction of Greenpeace activists and local community members participating in the Climate Defenders camp on the threatened Kampar Peninsula in the heartland of Sumatra’s rainforest. Police and immigration authorities have also ordered the deportation of 11 international activists who participated in a non-violent direct action to expose and stop blatant and illegal destruction of peatlands by Asia Pacific Resource International Holdings (APRIL).
November 15, 2009
Kepolisian Indonesia, di bawah perintah dari Gubernur Riau, melakukan pemindahan kepada para aktivis Greenpeace dan masyarakat setempat yang berada di Kamp Pembela Iklim (Climate Defender Camp) di Kampar Peninsula, Sumatra, yang sedang terancam. Polisi dan petugas imigrasi juga menetapkan deportasi kepada 11 aktivis internasional yang melakukan aksi menghentikan perusakan hutan oleh Asia Pacific Resource International Holdings (APRIL) – PT. RAPP yang berada di kawasan gambut beberapa hari lalu.
November 13, 2009
Even as Greenpeace activists, who took direct action on Thursday to stop the destruction of peatlands in Kampar peninsula by Asia Pacific Resources International Holding Limited (APRIL), are being detained by the police in Indonesia, the global paper giant, UPM-Kymmene, has said that it will stop buying pulp from APRIL, who operates one of the world’s largest pulp mills in Riau and is responsible for causing widespread rainforest in Indonesia.