Skip navigation.

Ruang Pers

Halaman ini diperuntukkan bagi wartawan dan media. Disini anda dapat memperoleh foto, siaran pers dan laporan terakhir yang kami siarkan ke media.
Relawan Greenpeace memegang spanduk dengan sebuah lukisan yang 
menggambarkan kerusakan hutan berjalan dari Monas ke Bunderan HI. 
Spanduk berbunyi "Cukup ojo babat alasku Cuuook" dalam bahasa 
Jawa.Para aktivis, dari Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta, 
mendukung komitmen Presiden Yudhoyono untuk mengurangi emisi karbon

Relawan Greenpeace memegang spanduk dengan sebuah lukisan yang menggambarkan kerusakan hutan berjalan dari Monas ke Bunderan HI. Spanduk berbunyi "Cukup ojo babat alasku Cuuook" dalam bahasa Jawa.Para aktivis, dari Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta, mendukung komitmen Presiden Yudhoyono untuk mengurangi emisi karbon

Besarkan Gambar
Aktivis Greenpeace memakai topeng wajah Presiden AS Obama dan Presiden 
RI Susilo Bambang Yudhoyono berpose di depan spanduk yang berbunyi 
"cukup berbicara saatnya bertindak – lindungi hutan untuk masa depan" 
di depan Bunderan HI. Lebih dari seratus aktivis Greenpeace dan 
pendukung dari Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta unjuk rasa di 
ibukota Indonesia dalam mendukung Presiden Yudhoyono komitmen 
internasional untuk mengurangi emisi karbon negara.

Aktivis Greenpeace memakai topeng wajah Presiden AS Obama dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono berpose di depan spanduk yang berbunyi "cukup berbicara saatnya bertindak – lindungi hutan untuk masa depan" di depan Bunderan HI. Lebih dari seratus aktivis Greenpeace dan pendukung dari Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta unjuk rasa di ibukota Indonesia dalam mendukung Presiden Yudhoyono komitmen internasional untuk mengurangi emisi karbon negara.

Besarkan Gambar
Lebih dari seratus aktivis Greenpeace dan pendukung dari Surabaya, 
Semarang, Bandung dan Jakarta beraksi di Jakarta untuk mendukung 
komitmen internasional Presiden SBY untuk mengurangi emisi karbon di 
Indonesia. Para aktivis kemudian membentangkan sebuah spanduk 
bertuliskan "cukup berbicara saatnya bertindak – lindungi hutan untuk 
masa depan" sebagai seruan kepada SBY untuk memenuhi janjinya dengan 
menghentikan deforestasi.

Lebih dari seratus aktivis Greenpeace dan pendukung dari Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta beraksi di Jakarta untuk mendukung komitmen internasional Presiden SBY untuk mengurangi emisi karbon di Indonesia. Para aktivis kemudian membentangkan sebuah spanduk bertuliskan "cukup berbicara saatnya bertindak – lindungi hutan untuk masa depan" sebagai seruan kepada SBY untuk memenuhi janjinya dengan menghentikan deforestasi.

Besarkan Gambar
Halaman Sebelumnya -

Aktivis Greenpeace Pulau Jawa Melakukan Aksi Untuk Mendorong Kepemimpinan Iklim SBY

November 21, 2009

Aktivis Greenpeace dari Kota Besar Pulau Jawa hari ini melakukan aksi untuk mendorong komitmen Presiden Yudhoyono mengurangi emisi karbon Indonesia dan meminta janjinya ini segera diwujudkan menjadi aksi nyata dengan menghentikan deforestasi untuk menanggulangi bencana perubahan iklim. Lebih dari 400 aktivis berkumpul di Monumen Nasional dan berjalan menuju Bunderan Hotel Indonesia dimana mereka membentangkan banner bertuliskan “cukup berbicara saatnya bertindak – lindungi hutan untuk masa depan”.

Hundreds of Greenpeace activists and supporters call on SBY to take climate action

November 21, 2009

Hundreds of Greenpeace activists and supporters from several of Java’s main cities today rallied in support of President Yudhoyono¹s international commitment to reduce carbon emissions from Indonesia. They called for his promise to be immediately put into practice by halting deforestation which is driving runaway climate change. More than 400 activists gathered early in the morning at Monas and marched down Jl. Sudirman to Bunderan Hotel Indonesia where they unfolded a banner reading, “Stop talking, start acting ­ save the forests for our future”.

Indonesian authorities evict climate defenders under pressure from forest criminals

November 15, 2009

The Indonesian police authorities, under orders from the Governor of Riau Province, will today begin the eviction of Greenpeace activists and local community members participating in the Climate Defenders camp on the threatened Kampar Peninsula in the heartland of Sumatra’s rainforest. Police and immigration authorities have also ordered the deportation of 11 international activists who participated in a non-violent direct action to expose and stop blatant and illegal destruction of peatlands by Asia Pacific Resource International Holdings (APRIL).

Polisi Indonesia Bubarkan Climate Defender Camp Karena Tekanan dari Penjahat Hutan

November 15, 2009

Kepolisian Indonesia, di bawah perintah dari Gubernur Riau, melakukan pemindahan kepada para aktivis Greenpeace dan masyarakat setempat yang berada di Kamp Pembela Iklim (Climate Defender Camp) di Kampar Peninsula, Sumatra, yang sedang terancam. Polisi dan petugas imigrasi juga menetapkan deportasi kepada 11 aktivis internasional yang melakukan aksi menghentikan perusakan hutan oleh Asia Pacific Resource International Holdings (APRIL) – PT. RAPP yang berada di kawasan gambut beberapa hari lalu.

Global paper giant cancels APRIL contract to stop Indonesia rainforest destruction

November 13, 2009

Even as Greenpeace activists, who took direct action on Thursday to stop the destruction of peatlands in Kampar peninsula by Asia Pacific Resources International Holding Limited (APRIL), are being detained by the police in Indonesia, the global paper giant, UPM-Kymmene, has said that it will stop buying pulp from APRIL, who operates one of the world’s largest pulp mills in Riau and is responsible for causing widespread rainforest in Indonesia.

Halaman Sebelumnya -