Ruang Pers
Halaman ini diperuntukkan bagi
wartawan dan media. Disini anda dapat memperoleh foto, siaran pers dan
laporan terakhir yang kami siarkan ke media.
Aktivis Greenpeace menyelesaikan bendungan di kanal lahan gambut untuk menghentikan pengeringan lahan gambut yang kaya karbon sebagai bagian dari kegiatan "Kamp Pembela Iklim" di Semenanjung Kampar, desa Teluk Meranti, Propinsi Riau.
Besarkan Gambar
Aktivis Greenpeace menyelesaikan bendungan di kanal lahan gambut untuk menghentikan pengeringan lahan gambut yang kaya karbon sebagai bagian dari kegiatan "Kamp Pembela Iklim" di Semenanjung Kampar, desa Teluk Meranti, Propinsi Riau.
Besarkan Gambar
Aktivis Greenpeace menyelesaikan bendungan di kanal lahan gambut untuk menghentikan pengeringan lahan gambut yang kaya karbon sebagai bagian dari kegiatan "Kamp Pembela Iklim" di Semenanjung Kampar, desa Teluk Meranti, Propinsi Riau.
Besarkan Gambar
November 06, 2009
Greenpeace today released a Guide to Climate Politics, highlighting the failure of world leaders to match their climate rhetoric with climate action. The guide demonstrates that we have no industrialized world climate leaders, only losers.
November 03, 2009
Pagi ini, lima puluh aktivis Greenpeace beraksi untuk mencegah penghancuran hutan tropis Indonesia dan menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk mengakhiri deforestasi global yang bertanggung jawab atas seperlima emisi gas rumah kaca (1). Aksi ini bersamaan dengan perundingan di Barcelona, Spanyol untuk putaran akhir sebelum pertemuan iklim PBB yang sangat penting di bulan Desember.
November 03, 2009
This morning, fifty Greenpeace activists took action to prevent the destruction of Indonesia’s rainforests and called on world leaders to end global deforestation, which is responsible for about a fifth of all greenhouse gas emissions (1). The call came as negotiators meet in Barcelona, Spain for the final round of talks before December’s critical UN climate summit in Copenhagen.
October 30, 2009
Yesterday Greenpeace activists in two inflatable boats intercepted a ship in France, the Izmir Castle, carrying 15,000 tonnes of palm kernel from Indonesia in the port of Montoir-de-Bretagne. The Greenpeace activists painted "Climate Crime" on the hull of the cargo ship, while eleven other activists climbed on the top of three cranes unloading the cargo. They also unfurled banners reading "Funding for forest protection, not their destruction".
October 30, 2009
Kemarin aktivis Greenpeace menggunakan dua perahu karet menghalangi kapal Izmir Castle di Perancis yang mengangkut 15.000 ton biji kelapa sawit dari Indonesia di pelabuhan Montoir-de-Bretagne. Aktivis Greenpeace menuliskan “Climate Crime” (Kejahatan Iklim) di lambung kapal, sementara sebelas aktivis lainnya memanjat tiga tiang yang sedang membongkar kargo. Mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan “Pendanaan untuk perlindungan hutan, bukan perusakannya.”