Masa Depan Lingkungan Jawa Tengah Suram Di Tangan Gubernur Ganjar

Siaran Pers - 25 Februari, 2017
Jakarta, 25 Februari 2016 - Greenpeace mengecam keputusan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang menerbitkan izin lingkungan baru untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. di Kabupaten Rembang. Izin itu tercantum melalui Keputusan Gubernur Jateng Nomor 660.1/6 Tahun 2017 yang diumumkan baru-baru ini.

“Apa yang dilakukan oleh Gubernur Ganjar tidak hanya mengingkari keputusan Mahkamah Agung yang telah membatalkan izin lingkungan PT Semen Indonesia, namun keputusan yang diambil tanpa menunggu Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan melalui diskresi ini, menunjukkan bagaimana tata kelola Pemerintahan Jawa Tengah yang sewenang-wenang pada aturan hukum, tidak mendengarkan suara masyarakat dan mempertaruhkan masa depan lingkungan Jawa Tengah,” ujar Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak.

Tidak hanya kali ini saja, pada tahun 2015 Gubernur Ganjar juga menandatangani surat keputusan Gubernur nomor: 590/35 Tahun 2015 tentang persetujuan penetapan pengadaan tanah sisa lahan seluas 125.146 m2, yang merampas lahan pertanian produktif masyarakat untuk pembangunan PLTU Batang. Akibatnya, kini ratusan petani Batang tidak bisa lagi mengakses lahan pertanian mereka yang menjadi satu-satunya mata pencaharian mereka.

“Pembangunan pabrik semen di Rembang dan pembangunan PLTU Batubara di Batang akan mengakibatkan hancurnya lingkungan, hilangnya mata air, meningkatkan polusi udara, dan hilangnya sumber penghidupan ribuan masyarakat petani dan nelayan Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah harus mematuhi hukum dengan segera mencabut izin baru tersebut dan bijak memilih investasi berkelanjutan yang tidak merusak masa depan lingkungan,” kata Leonard.

 

Kontak Media:

Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, Tel 081311175291

Rahma Shofiana, Jurukampanye Media Greenpeace Indonesia, Tel 08111461674