Anda di sini:
salah seorang solar generation Indonesia, salah satu program remaja Greenpeace, saat bertemu dengan delegasi IPPC di Bangkok dengan tulisan "Revolusi Energi Sekarang"
Besarkan Gambar
Sepuluh menteri energi yang tergabung dalam negara-negara ASEAN sedang mendiskusikan pengembangan energi masa depan di wilayah ASEAN, dengan solusi yang salah, memerlukan biaya mahal, dan sangat berbahaya yang menjadi ancaman bagi pemanasan global dan energi seperti dengan penggunaan pembangkit batubara dan tenaga nuklir.
Laporan Greenpeace dan
EREC tersebut menunjukkan bagaimana perekonomian
di ASEAN akan diuntungkan dari investasi
energi bersih. Greenpeace menyerukan kepada pemerintah di negara-negara ASEAN
untuk belajar menjadi pemimpin dan menggunakan energi terbarukan serta
mentargetkan energi yang efisien dalam rangka penurunan skala emisi untuk
menghindari bahaya pemanasan global.
“laporan kami menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan efisiensi energi secara maksimal,
akan membuat perekonomian mengarah ke energi terbarukan. Jika kita melihat
energi fosil, saat energi terbarukan
merupakan pilihan jangka panjang yang lebih baik. Kita secara pasti akan
menghemat triliun dollar; sebesar US$180
milliar pertahunnya, untuk seterusnya dan pada kesempatan yg sama menghindari
bencana besar dari dampak perubahan iklim.” ungkap Athena Ballesteros, Juru
kampanye iklim dan energi Greenpeace Internasional.
“Asia tenggara adalah
wilayah yang memegang peringkat ke tiga penyumbang emisi CO2 di Negara-negara
berkembang, setelah Cina dan
Dalam Energy [R]evolution sekenario, kemampuan energi batubara akan turun dari
145,600 MW ke 137,900 MW. Batubara, faktanya, akan, mengalami penurunan dari
36,000 MW ke 22,000 MW di tahun 2030. 70% dari pembangkitan menurut skenario
[R]evolusi energi akan berbasis pada energi terbarukan. Dan meninggalkan
seluruh energi fosil. Kapasitas dari energi nuklir akan berhenti beroperasi
pada tahun 2030 ketika pembangkit tenaga listrik yang lama di gantikan
pembangkit tenaga listrik yang terbarukan
Analisis dari sisi keuangan ini
menunjukkan bahwa merupakan pilihan yang ekonomis untuk mengurangi ketergantungan
kita terhadap energi fosil terutama batubara dan beralih pada energi terbarukan
yang memiliki kestabilan harga paling tidak untuk 15 tahun. Mengacu pada
kuatnya target dari energi terbarukan dan energi efisiensi di sektor energi
juga memakan biaya tapi kita butuh itu terjadi sekarang
August 23, 2007
catatan untuk editor:
(1)"Future Investment - A sustainable Investment Plan for the power sector to save the Climate" http://www.greenpeace.org/energy-revolution-financing
(2)"Energy [R]evolution" - http://www.greenpeace.org/international/press/reports/energyrevolutionreport