Skip navigation.
Bpk. Rahmat Witoelar, Menteri Lingkungan Hidup dan Presiden dari 
UNFCCC, Dr. Gerd Leipold , Direktur eksekutif Greenpeace internasional 
dan Emmy Hafild Eksekutif Direktur Greenpeace Asia Tenggara memajang 
poster dari Program Energy Efficient di atas kapal Rainbow Warrior di 
Bali hari selasa.

Bpk. Rahmat Witoelar, Menteri Lingkungan Hidup dan Presiden dari UNFCCC, Dr. Gerd Leipold , Direktur eksekutif Greenpeace internasional dan Emmy Hafild Eksekutif Direktur Greenpeace Asia Tenggara memajang poster dari Program Energy Efficient di atas kapal Rainbow Warrior di Bali hari selasa.

Besarkan Gambar

Bali, Indonesia — Greenpeace dan Bali Hotels Association bersama Bali Tourism Development Corporation (BTDC) hari ini meluncurkan program efisiensi energi yang bertujuan menyokong pariwisata yang ramah-iklim di Bali.

Program yang dinamakan ‘Switch off, Unplug, Enjoy – Energy Efficient Bali’ ini diluncurkan di atas Kapal Rainbow Warrior milik Greenpeace yang sedang berlabuh di Pelabuhan Benoa, dekat Nusa Dua, tempat diselenggarakannya Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim.

“Seperti sektor lainnya, industri pariwisata juga berpotensi dalam mempengaruhi masalah perubahan iklim. Kita paham bahwa tiap orang harus berbagi dalam upanya menekan emisi global, dengan demikian Pemerintah Indonesia menyambut baik inisiatif Greenpeace dalam memulai upaya membuat pariwisata Bali turut mengatasi masalah yang terkait dengan penggunaan energi secara tidak efisien,” kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, yang juga Presiden UNFCCC.

Di bulan Oktober dan November 2007, Greenpeace melakukan survey awal terhadap 15 hotel di Nusa Dua dan sekitarnya yang merupakan dareah tujuan pariwisata terkemuka di Bali dan tempat diadakannya Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim. Survey itu bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah yang dilakukan oleh hotel-hotel tersebut dalam penggunaan energi dan melestarikan lingkungan serta kesediaan mereka untuk menerapkan efisiensi energi di masa depan sebagai bentuk partisipasi dalam upaya global memerangi perubahan iklim.

Program Energi Efisiensi Bali saat ini mencakup beberapa hal, yang akan bertambah pada saat mencakup semua resor, hotel, losmen dan penginapan selain restoran, kafe dan tempat hiburan, antara lain adalah:

·         Seminar untuk memberikan informasi tentang langkah-langkah efisiensi energi yang efektif dalam hal biaya dan teknologi energi terbarukan yang dapat diterapkan industri pariwisata.

·         Audit bebas-biaya dan saran-saran guna meningkatkan efisiensi energi.

·       Pelatihan regular tentang pelestarian energi, air dan pengolahan limbah bagi karyawan hotel.

·  Greenpeace akan menyediakan bahan-bahan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian dan efisiensi energi bagi para wisatawan dan pengunjung lain.

·         Greenpeace juga akan melobi Pemerintah Indonesia agar menyediakan insentif dan subsidi sehingga hotel dapat berinvestasi dalam energi terbarukan dan efisiensi energi.

“Kajian ilmiah jelas menunjukkan bahwa semua sektor harus turut berpartisipasi menekan emisi gas rumah kaca guna mencegah terjadinya dampak terburuk dari perubahan iklim. Kami menyambut baik antusiasme dari industri pariwisata Bali untuk terlibat dalam upaya global ini dan berharap agar Pemerintah Indonesia akan mendukung dan memberi insentif demi membuat Bali menjadi tempat pariwisata yang paling efisien di dunia dalam penggunaan energi, kata Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional Gerd Leipold.

Greenpeace percaya bahwa masih memungkinkan untuk mencegah timbulnya dampak terburuk dari perubahan iklim, seperti peristiwa cuaca ekstrem, krisis air bersih, yang mengancam jutaan umat manusia. Hal ini membutuhkan suatu revolusi bagi cara kita menggunakan dan menghasilkan energi dan niat yang sungguh-sungguh dalam menghentikan pembabatan hutan di dunia.

Greenpeace adalah organisasi kampanye independen yang bekerja untuk mengubah sikap dan perilaku, demi melindungi dan melestarikan lingkungan hidup dan mengusung perdamaian.

Informasi visi, video, foto dan laporan

. Songky Prasetya, Juru Kampanye Iklim dan Energi, +62 818 0620 3824 . Syailendra Yashwant, Campaign Manager Greenpeace, +62 813 1788 5573 . Chris Nusatya, Media Campaigner Greenpeace SEA-Indonesia, +62 812 107 8050