Skip navigation.
Greenpeace has always fought - and will continue to fight - vigorously 
against nuclear power because it is an unacceptable risk to the 
environment and to humanity. The only solution is to halt the 
expansion of all nuclear power, and for the shutdown of existing 
plants.

Greenpeace has always fought - and will continue to fight - vigorously against nuclear power because it is an unacceptable risk to the environment and to humanity. The only solution is to halt the expansion of all nuclear power, and for the shutdown of existing plants.

Besarkan Gambar

Jakarta, Indonesia — Greenpeace hari ini menyambut baik keputusan Nahdhatul Ulama (NU) yang mengharamkan rencana pemerintah Indonesia membangun PLTN Muria di dekat Jepara, Jawa Tengah. Greenpeace dan masyarakat lokal telah melakukan kampanye menolak rencana pemerintah yang akan mengancam lingkungan dan keselamatan masyarakat lokal tersebut.

Greenpeace menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia untuk mendukung keputusan para ulama dan segera mengalihkan pembiayaan untuk PLTN tersebut untuk mengembangkan potensi sumber-sumber energi terbarukan yang ada di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan listrik di masa datang.
Keputusan mengharamkan PLTN Muria 
diambli oleh NU Cabang Jepara pada tanggal 1 September 2007,
ketika para ulama dan pemuka agama menganalisa secara
mendalam usulan pemerintah dan menyimpulkan bahwa bahaya (mudharat)
dari PLTN, terutama yang terkait dengan bahaya limbah
radioaktif dan tidak adanya jaminan keamanan dalam penanganannya, yang
akan mengancam kelangsungan hidup masyarakat lokal, jauh melebihi
manfaat PLTN.

“Keputusan ulama sangatlah tepat karena masyarakat Jepara sudah mulai
merasa resah dan tegang akibat pengumuman pemerintah bahwa mereka
akan mendorong rencana PLTN. Para ulama dengan ini tidak hanya
menunjukkan keberpihakan pada nasib warganya, namun juga
membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya
yang mengalami degradasi akibat berbagai keputusan sepihak yang dilakukan
oleh elit politik,” demikian dinyatakan oleh Emmy Hafild, Direktur Eksekutif
Greenpeace Asia Tenggara.

Ribuan warga Jepara dan wilayah sekitarnya telah melakukan aksi protes
setalah BATAN (Badan Tanaga Nuklir Nasional) mengumumkan bahwa akan
dibangun PLTN pertama Indonesia di kaki Gunung Muria, gunung berapi yang
selama ini tidak aktif di Jawa, yang merupakan wilayah yang memiliki aktifitas
seismik. Keputusan para ulama ini menyusul keputusan DPRD Jawa Tengah
di Semarang minggu lalu yang memutuskan secara bulat bahwa
DPRD Jawa Tengah mendukung penuh penolakan masyarakat atas
rencana PLTN Muria.

“Sudah saatnya sekarang pemerintah Indonesia beralih pada pengembangan energi terbarukan yang dimiliki Indonesia, terutama panas bumi, dan mengembangkan sistem yang terdesentralisasi dengan tenaga surya dan angin, serta menetapkan target yang ambisius untuk energi terbarukan dan efisiensi energi,” demikian dikatakan Nur Hidayati, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara. “Untuk menjamin keamanan energi, pemerintah harus memiliki visi kemandirian energi dan keberlanjutan, dengan menerapkan mekanisme yang mendukung percepatan pemanfaatan sumber energi terbarukan termasuk memberikan jaminan akses energi terbarukan ke dalam jaringan transmisi dan distribusi, tambahnya.


Greenpeace adalah organisasi kampanye yang independen, yang menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap problem lingkungan hidup, dan mendorong solusi yang diperlukan untuk masa depan yang hijau dan damai.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

  • Untuk Informasi lebih lanjut :
    Emmy Hafild, Direktur Eksekutif, Greenpeace Asia Tenggara, +62 812 930 2011
    Nur Hidayati, Juru Kampanye Iklim dan Energi, Greenpeace Asia Tenggara, +62 812 997 2642
    Dina Purita Antonio, Regional Media Campaigner, Greenpeace Asia Tenggara +62 811 177 0920