Skip navigation.
Greenpeace activists in two inflatable boats intercepted a ship in 
France, the Izmir Castle, carrying 15,000 tonnes of palm kernel from 
Indonesia in the port of Montoir-de-Bretagne. The Greenpeace activists 
painted "Climate Crime" on the hull of the cargo ship, while eleven 
other activists climbed on the top of three cranes unloading the 
cargo.

Greenpeace activists in two inflatable boats intercepted a ship in France, the Izmir Castle, carrying 15,000 tonnes of palm kernel from Indonesia in the port of Montoir-de-Bretagne. The Greenpeace activists painted "Climate Crime" on the hull of the cargo ship, while eleven other activists climbed on the top of three cranes unloading the cargo.

Besarkan Gambar

Paris/Jakarta, Indonesia — Kemarin aktivis Greenpeace menggunakan dua perahu karet menghalangi kapal Izmir Castle di Perancis yang mengangkut 15.000 ton biji kelapa sawit dari Indonesia di pelabuhan Montoir-de-Bretagne. Aktivis Greenpeace menuliskan “Climate Crime” (Kejahatan Iklim) di lambung kapal, sementara sebelas aktivis lainnya memanjat tiga tiang yang sedang membongkar kargo. Mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan “Pendanaan untuk perlindungan hutan, bukan perusakannya.”

Kehancuran hutan Indonesia dimotori kegiatan industri kertas dan minyak kelapa sawit yang berkontribusi kepada perubahan iklim. Pertemuan Uni-Eropa hari ini dan besok, Greenpeace meminta Kepala-kepala Negara Uni-Eropa – termasuk Presiden Perancis Sarkozy – untuk menyalurkan dana penghentian deforestasi demi keselamatan iklim.

Selain menghalangi impor komoditi yang menyebabkan kehancuran hutan Indonesia, pada awal minggu ini Aktivis Greenpeace telah mendirikan kamp Pembela Iklim di tengah hutan Sumatra dan menyerukan kepadaPresiden Perancis Sarkozy serta pimpinan Uni-Eropa lainnya agar segera mengeluarkan uangnya untuk menghentikan aktivitas deforestasi.


15.000 ton biji kelapa sawit yang berasal dari Indonesia digunakan untuk kebutuhan makan ternak di Perancis merupakan salah satu pemicu deforestasi yang telah merambah hutan Indonesia dan berpotensi menghilangkan seluruh hutan Indonesia pada tahun 2022.

Deforestasi bertanggung jawab atas sekitar 20% emisi gas rumah kaca dan Indonesia merupakan negara ketiga terbesar penghasil karbon di dunia berkat tingginya emisi dari deforestasi.

“Kargo palm Kernel ‘Izmir Castle’ berangkat dari perkebunan di propinsi Riau, Sumatra dimana sebelumnya hutan alam yang sangat kaya merupakan rumah untuk keanekaragaman hayati dan spesies-spesies langka seperti macan Sumatera. Tidak hanya itu, hutan gambut yang kaya akan karbon di Riau menyimpan karbon dalam jumlah yang sangat besar yang bila dilepaskan saat hutan dihancurkan untuk kelapa sawit atau kertas, akan menyumbang kepada perubahan Iklim. Hasil emisi akibat penghancuran hutan gambut Indonesia bertanggung jawab atas 4% dari emisi gas rumah kaca di dunia”, tegas Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Pada Perundingan Iklim Kopenhagen Desember nanti, pendanaan perlindungan hutan harus disetujui pimpinan-pimpinan dunia untuk mengatasi perubahan iklim.

“Dengan aksi ini, kita menunjukkan bahwa Perancis dan Eropa merupakan ‘pelanggan’ deforestasi tropis dan menjadi pihak penting dalam kejahatan iklim. Perancis dan negara Eropa lainnya memotori deforestasi di negara seperti Indonesia dan harus segera menghentikan import komoditi yang berasal dari perusakan hutan dan segera menyalurkan pendanaan untuk perlindungan hutan dan iklim”, jelas Gregory Lejonc, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Perancis.

“President Sarkozy dan Pemerintah Perancis berbicara banyak mengenai perubahan iklim, melindungi hutan tropis serta masyarakat dan keanekaragaman hayati yang bergantung didalamnya. Tapi hingga kini mereka menolak nilai penyaluran pendanaan yang dibutuhkan untuk melindungi hutan-hutan indah ini, dan untuk membantu memerangi perubahan iklim”, lanjut Lejonc.
 
Saat ini, aktris “Inglourious Basterds” Mélanie Laurent kini sedang mengunjungi kamp Pembela Iklim di Riau untuk menyaksikan kejamnya deforestasi terhadap keanekaragaman hayati dan iklim, juga berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan Greenpeace yang menekankan gentingnya situasi di hutan Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

  • Gregory Lejonc, Juru Kampanye HUtan Greenpeace Perancis, +33 6 26 79 62 32
    Sylvain Trottier, Komunikasi Greenpeace Perancis, +33 6 30 23 52 78
    Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, +62 813 4466 6135