Anda di sini:
Smoke billows over recently burnt peatland forests in Kuala Cinaku, Riau Province of Indonesia. Villagers said the area, owned by a subsidiary of one of the world’s largest oil palm companies, had been deliberately set on fire a number of times since June. The combination of peatland conversion and forest fires is causing global environmental damage by releasing massive quantities of CO2 into the atmosphere, further adding to the problem of climate change. Once a health and environmental hazard to millions in Southeast Asia, Indonesia’s forest fires are now turning into a global menace that contributes significantly to climate change. Indonesia is currently third largest emitter of greenhouse gas, trailing only China and the US, mainly due to deforestation, land conversion and forest fires.
Besarkan GambarTim Greenpeace baru-baru ini
menyaksikan dampak kebakaran hutan yang berkobar lagi di Propinsi Riau walau
sudah ada janji-janji dari pihak pemerintah untuk menghentikan bencana tahunan
tersebut agar tidak terulang kembali.
"Siklus terjadinya kebakaran hutan terus
menerus serta pengrusakan hutan di
Panel Antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC)
telah menyoroti Indonesia, setelah mengungkapkan bahwa 50 persen dari potensi
mitigasi perubahan iklim dunia dapat dicapai dengan mengurangi emisi yang
disebabkan oleh deforestasi (2).
Hasil dokumentasi lapangan Greenpeace di Riau
menemukan hubungan erat antara kebakaran hutan dan konversi lahan hutan gambut
oleh perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di propinsi tersebut.
Data satelit juga mengungkapkan korelasi yang kuat antara kebakaran hutan dan
perkebunan-perkebunan yang beroperasi di wilayah itu.
Kombinasi antara konversi lahan gambut dan
kebakaran hutan mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup secara global akibat
besarnya jumlah karbon dioksida (CO2) yang terlepas ke atmosfir sehingga makin
memperburuk iklim.
“
Greenpeace adalah organisasi kampanye independen yang menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap masalah lingkungan hidup dan mendorong solusi yang diperlukan untuk masa depan yang hijau dan damai.
(1) “Indonesia and Climate Change - An assessment of the environmental impacts of climate change across a range of sectors including health, food security and employment" by Agus P.Sari (ed) Rizka Elyza Sari, Ria N Butarbutar and others for DFID & Bank Dunia (June 2007).
(2) Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 4th Assessment Report 2007