Anda di sini:
The world is watching the politicians gather in Bali in December 2007 for the UN Climate Change Conference.
Besarkan GambarDihadapkan pada kritik tajam di tengah sidang PBB,
Pemerintah AS dengan terpaksa mengikuti kemauan peserta lain agar tidak
menggagalkan pertemuan tersebut. Meski demikian, taktik di bawah tangan
Pemerintahan Bush telah mengakibatkan Mandat
“Dengan kasarnya Pemeritahan Bush telah mengeksploitasi
suatu proses menuju kesepakatan dan menjadikannya sebuah arena topeng monyet,”
kata Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional Gerd Leipold. “Mereka
menjadikan kajian ilmiah sebagai catatan kecil.”
Tahun ini Panel Antarpemerintah PBB tentang Perubahan Iklim
atau Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), yang telah mendapat
Nobel Perdamaian, dengan jelas telah menunjukkan dampak dari perubahan iklim,
dan di pekan ini ada berita tentang hilangnya es di Antartika dalam lima atau
enam tahun mendatang, sementara para ahli mengatakan bahwa tahun 2007 ini
merupakan tahun yang terpanas sepanjang sejarah.
Greenpeace tetap yakin bahwa tekanan dari masyarakat di
semua benua akan membuat pemerintah-pemerintah dunia akan sepakat dalam dua
tahun mendatang untuk menekan emisi gas rumah kaca sesuai permintaan para
ilmuwan. Jerman, misalnya, merupakan contoh negara yang mengumumkan penurunan
emisinya hingga 40% pada tahun 2020.
“Pemerintah-pemerintah di dunia harus menentukan nasib
mereka sendiri dari bencana yang diciptakan oleh Presiden Bush yang punya
rencana busuk. Negara-negara industri kini harus menetapkan target-target
mereka dalam menekan emisi dan terus maju dalam mencapai batas nasional dan
internasional, dan yakin bahwa
“Negara-negara berkembang datang ke
Para Pihak dalam Protokol Kyoto sepakat dalam beberapa
target dari negara-negara industri untuk menekan emisi hingga 25 % - 40 % pada
tahun 2020. Hal ini menggambarkan bahwa Bush telah terkucil dari pentingnya
penurunan emisi.
Perjanjian akhir mencantumkan suatu mandat untuk merundingkan
tahap berikut yang lebih mantap dari Protokol Kyoto untuk tahun 2009, dengan
memulai proses pendanaan dan menyalurkan teknologi bersih bagi negara-negara
berkembang, dan pembiayaan untuk
membantu para korban perubahan iklim. Untuk pertama kalinya, UNFCCC akan membahas
masalah utama tentang emisi dari pembalakan hutan yang mencapai 20% dari emisi
global.
Greenpeace menyambut baik langkah-langkah awal menuju
tercapainya penurunan emisi dari pembabatan hutan, yang akan melindungi baik
hutan maupun iklim. Namun, hilangnya hutan tetap memprihatinkan – tiap dua
detik areal hutan seluas lapangan bola dihancurkan. Pemerintah-pemerintah dunia
seharusnya dapat bertindak lebih banyak dalam hal ini. Masih banyak hal yang
harus dilakukan sebelum masalah penggundulan hutan dibahas secara efektif.
Pertemuan ini mencapai beberapa hal yang membantu manusia
untuk beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, dan menyokong teknologi bersih
lebih banyak dari yang diharapkan. Hasilnya, dana akan mulai mengalir kepada
mereka yang paling ringkih. Namun, dana yang disetujui di
Greenpeace adalah organisasi kampanye
independen yang bekerja untuk mengubah sikap dan perilaku, demi melindungi dan
melestarikan lingkungan hidup dan mengusung perdamaian.
Cindy Baxter, +62 813 3794 9713 Martin Baker, +62 813 3794 9714 Jo Kuper, +62 813 3794 9715 Chris Nusatya, +62 812 107 8050